Monday , September 24 2018
Home / Ensiklopedia / Analisis / Mendeteksi Kecemasan PM Israel Netanyahu Soal Cybertrend Proxy War Turki-Iran-Palestina
PM Israel, Benyamin Netanyahu (photo: CNN Indonesia)

Mendeteksi Kecemasan PM Israel Netanyahu Soal Cybertrend Proxy War Turki-Iran-Palestina

Publik Israel heboh dan panik setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu berpidato menjamin kemanan Israel dari ancaman kelompok perlawanan Palestina, Hamas yang mendapatkan dukungan peralatan intelijen canggih, fasilitas diplomatik, dan akses khusus pembelian persenjataan militer paling modern dari Turki. Sebelumnya seluruh dukungan perjuangan militer Hamas hanya diberikan Iran. Salah satu bantuan teknologi dari Iran adalah “Saeqeh ” atau Thunderbolt, pesawat tak berawak Iran yang mirip drone RQ-170 Sentinel.

Pesawat Drone canggih UAV (Unmanned Aerial Vehicle) itu untuk melacak pergerakan pasukan gabungan Digital Ground Army IDF (Israel De fence Force) dan Israel National Cyber Beareu (INCB) yang terkenal dengan sebutan ”Gasdam Batta Lion”. Unit khusus GASDAM adalah unit operasi intelijen Closed Action Cyber Deception dan Offensive Cyber Propaganda milik AS-Israel melalui unit khusus operasi gabungan “Black Shadow Brokers Hacking Group ” yang berkantor secara rahasia di kawasan ibu kota Cyber Israel, Be’er Sheva.

Israel Tuduh Turki Bantu hamas

Otoritas berwenang Israel menudu h Pemerintah Turki membantu kelompok Hamas Palestina untuk memperoleh kekuatan militer. Tuduhan ini muncul setelah Tel Aviv menangkap dan mendeportasi warga Turki. “Kegiatan ekonomi dan militer gerakan tersebut di Turki terjadi tanpa hambatan saat pejabat Turki menutup mata dan pada suatu kesempatan mendorongnya,” kata pihak Badan Intelijen Israel, Shin Bet.

”Kegiatan ini bergantung pada antara lain platform bisnis yang melayani Hamas dalam pencucian dana yang dialihkan ke Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dan digunakan untuk merekrut orang Israel ke jajarannya,” lanjut Shin Bet seperti di kutip Al Arabiya, Selasa (13/2).

Menurut Shin Bet, Cemil Tekeli asal Turki ditangkap pada 1 Januari 2018 karena dicurigai membantu Hamas dan kemudian dideportasi. Selain itu, Dharam Jabarin, seorang warga Israel-Arab, juga ditangkap dan akan diadili.

”Dalam penyelidikan Tekeli, diketahui bahwa Turki berkontribusi pada penguatan militer Hamas,” imbuh Shin Bet, yang mengatakan bahwa gerakan tersebut telah melancarkan aliran dana jutaan dolar melalui Turki.

Sebelumnya Pemerintah Turki pern ah mengecam sebuah keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang menempatkan pemimpin Hamas dalam daftar teroris. Ankara berharap tindakan AS tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap bantuan kemanusiaan Turki ke wilayah Gaza, Palestina.

Proxy Drone Turki-Iran-Palestina

Pada Sabtu (10/2) lalu militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap beberapa sasaran di Suriah kemudian mengaku bahwa aksi ini merupakan reaksi terhadap pelanggaran nirawak tempur Iran terhadap zona udara Israel. Iran sendiri menepis klaim Israel yang dinyatakan setelah jet tempur F-16 miliknya rontok diterjang rudal Suriah yang dioperatori oleh kelompok Cyberproxy Drone Hamas Palestina-Hizbullah Libanon-Ansarullah Yaman tersebut.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus dan seorang menteri di kabinet Israel, Yuval Steinitz, mengatakan bahwa UAV Iran yang ditembak jatuh pada hari Sabtu lalu (10/2) itu tidak lain adalah salinan dari RQ-170 Sentinel milik badan inteliijen CIA yang dicuri oleh unit khusus Intelijen elektronik Garda Revolusi Iran pada 2011.

Para ahli Israel yang memeriksa rekaman pesawat tak berawak yang ditembak jatuh dan gambar reruntuhan yang dipublikasikan militer Israel sepakat bahwa senjata yang ditembak jatuh adalah Saeqeh atau Thunderbolt, pesawat tak berawak Iran yang mirip drone RQ-170 Sentinel. Iran sendiri diketahui telah mengembangkan beberapa mod el lain yang mengacu pada RQ-17 0.

”Itu adalah salinan pesawat tak berawak dari AS yang mereka tangkap beberapa tahun yang lalu dan mereka menduplikasi,” kata Steinitz kepada radio Israel yang dikutip Washington Post, Senin (12/2).

Militer Israel mengklaim pesawat tak berawak yang dioperasikan ole h Iran dari sebuah basis di Suriah, menempuh jarak tiga atau empat mil ke wilayahnya pada Sabtu (10/2) pagi sebelum ditembak jatuh.

Namun, Iran mengatakan klaim Is rael itu sebagai klaim konyol. Teheran tetap menyangkal mengoperasikan UAV dari Suriah yang menyusup ke negara Yahudi tersebut.

Penyusupan UAV Iran itu memicu Israel membombardir wilayah Suriah yang diyakini sebagai lokasi operator pesawat nirawak tersebut. Tak terima serangan Angkatan Udara Israel, militer Suriah bersama milisi Hizbullah Libanon, Hamas Palestina, dan milisi Ansarullah Yaman, yang bertempur di Suriah menembakkan sejumlah rudal anti-pesawat d an salah satunya berhasil menjatuhkan jet tempur F-16 Israel. Kejadian ini menurut media Israel, baru sekarang pula jet tempur Israel tertembak jatuh sejak 1982.

Drone Hamas Repotkan Israel

Kehilangan jet tempur, militer Israel kian garang. Mereka melancarkan 12 serangan di Suriah yang diklaim sebagai basis pasukan proxy Turki-Iran-Hamas-Hizbullah-Ansaru llah di Suriah.

Dua tahun lalu, media Israel Jerusalem Post, Rabu (21/9/2016), membritakan adanya serangan Drone Hamas ke wilayah Ashdod Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, drone Hamas telah berkali-kali mendekati wilayah Israel. Bahkan terkadang sudah melanggar wilayah udara Israel, namun selalu ditembak baik oleh rudal darat maupun rudal jet tempur IDF.

Sebelumnya Pada pada Juni 2015, sebuah pesawat tak berawak dari Gaza jatuh di wilayah Israel di dekat pagar perbatasan Gaza dengan Israel. IDF saat itu mengklaim drone tersebut jatuh sendiri di dekat perbatasan Israel.

Setahun berikutnya pada bulan Feb ruari tahun 2016, inspektur Otoritas Penyeberangan bersama dengan lembaga intelijen Shin Bet menggagalkan upaya penyelundupan Drone Multicopter komersial dari Turki ke Gaza.

Kecemasan Netanyahu dan Hebatnya Proxy Hamas

PM Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (11/2), memuji serangan udara Israel pada Sabtu lalu tersebut sembari menyebutnya “serangan hebat terhadap pasukan proxy  Iran dan Suriah.” ”Kemarin (Sabtu) kami telah melancarkan serangan hebat terhadap pasukan Iran dan Suriah… Telah kami jelaskan kepada semua orang bahwa kaidah pertempuran spesifik kami bagaimanapun juga tidak akan berubah, kami akan terus menyerang siapapun yang berusaha menyerang kami, ” katanya seperti dikutip rayalyoum, Senin (12/2)

Propaganda pencitraan positif yan g dilakukan PM Israel Benyamin Netanyahu paska hancurnya jet tempur angkatan udara Israel, telah menjadi metode kontra propaganda media di Israel untuk menutupi kecemasan pemerintahan Isral di mata publik nasional dan internasional. Seperti dilansir media Israel Haaret z, Selasa (20/2), Polisi Israel menangkap tujuh orang karena diduga menghalangi penyidikan, menipu, menyelewengkan kepercayaan, dan melakukan pelanggaran pidana lainnya. Di antaranya para tersangka itu adalah Nir Hafetz, mantan juru bicara keluaga PM Netanyahu, Shaul Elovitch, pengusaha dan pemilik organisasi berita Israel yang dekat dengan Netanyahu. Serta Shl omo Filber, Direktur Jenderal Keme ntrian Komunikasi. Mereka dicurigai memproposikan dana ratusan juta dolar ke perusahan telekomunikasi Bezeq Israel dengan imbalan liputan positif bagi Netanyahu. Seperti dilaporkan oleh CNN, Selasa (20/2/2018) bahwa penangkapan ini dilakukan kurang dari sepekan setelah polisi mendakwa Netanyahu dengan dua kasus terpisah atas tuduhan penipuan, penyuapan dan pelanggaran kewenangan.

  • Oleh: Dynno Chressbon, Pengamat Intelijen
  • Source: Indopos.Co.Id

About admin

Check Also

Membaca Hidden Agenda Cina di Xinjiang dari Perspektif Geopolitik

Beberapa sumber menyebut, bahwa saat ini tengah terjadi ethnic cleansing terhadap suku Uigur di Xinjiang ...