Sunday , July 21 2019
Home / Agama / Kajian / Makna Doa Sapu Jagat

Makna Doa Sapu Jagat

Di antara doa yang paling banyak diucapkan oleh kaum muslimin adalah yang di sini dikenal sebagai “doa sapu jagat”:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : كَانَ أَكْثَرُ دُعَآءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. (متفق عليه)

Anas mengatakan, “Nabi Muhammad saw. Paling sering membaca doa “Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.

Selain “doa sapu jagat”, sebutan populer lain doa ini adalah “sapu jagat raya”. Singkat tapi lengkap, mencakup semua yang dihajatkan manusia.

Secara literal hasanah berarti “baik”. Jadi arti fi al-dunya hasanah adalah “kebaikan di dunia”. Lalu apa yang dimaksud dengan kebaikan di dunia itu?

Dalam elaborasinya, para ahli tafsir mengatakan bahwa kebaikan di dunia adalah kesejahteraan dan kebahagiaan. Keduanya meliputi tiga dimensi: ruhani (mental dan spiritual), jasmani (tubuh), dan sosial. Kesejahteraan yang pertama meliputi, antara lain, kecerdasan intelektual, moral dan mental. Kesejahteraan kedua mencakup tubuh yang tidak cacat, tidak luka, kuat, dan indah. Sementara kebaikan yang ketiga adalah kemampuan ekonomi dan kehormatan diri.

Ahli tafsir terkemuka, Fakhr al-Din al-Razi, berpendapat bahwa kebaikan dunia adalah hidup aman, anak-anak (generasi) yang saleh (berakhlak mulia), istri yang salehah (berakhlak mulia), rizki halal yang mencukupi dan aman dari kekerasan. (Al-Tafsir al-Kabir).

Ibn Katsir, ahli tafsir lain, mengatakan bahwa doa sapu jagat mengandung semua tindakan yang membawa kebaikan dan menjauhkan diri dari semua keburukan. Kebaikan di dunia meliputi tubuh yang tidak berpenyakit (‘afiah), rumah yang lapang, pasangan yang menarik, rezeki yang cukup, ilmu yang bermanfaat, amal saleh (kerja-kerja yang baik), kendaraan yang nyaman, dan kehormatan diri yang terjaga. Sementara kebaikan di akhirat adalah kebahagiaan dan surga. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim).

Sahabat Ibn Umar menafsirkan kebaikan di dunia adalah mempunyai anak-anak baik yang berbakti kepada orang tuanya, yang disiplin, dan yang alim. Al-Alusi, ahli bahasa dan ahli tafsir besar, menyimpulkan pandangan para ulama, “Kebaikan di dunia mencakup segala hal yang diidamkan atau diimpikan setiap orang,

اِمْرَأَةٌ صَالِحَةٌ وَعَافِيَةٌ وَكَفَافٌ وَعِلْمٌ وَعِبَادَةٌ وَمَالٌ صَالِحٌ وَأَوْلَادٌ أَبْرَارٌ وَثَنَآءُ الْخَلْقِ وَصُحْبَةُ الصَّالِحِيْنَ

Istri (atau suami–HM) yang saleh, sehat, sederhana, berpengetahuan luas, rajin ibadah, harta yang halal, anak-anak yang baik, dihormati masyarakatnya dan dekat dengan orang-orang saleh.

Bagaimana dengan rumah atau tempat tinggal, kendaraan dan alat transportasi? Mengenai hal itu, ada hadis Nabi,

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ : الْمَرْأَةُ الصّالِحَةِ وَالْمَسْكَنِ الْوَاسِعِ وَالْجَارِ الصْالِحِ وَالْمَرْكَبِ الْهَنِيْءِ

Ada empat hal yang (biasanya) diinginkan banyak untuk menjadi bahagia. Istri (atau suami–HM) yang saleh (baik), tempat tinggal yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang nyaman.

Ada juga yang mengatakan,

مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ فِي اُلدُّنْيَا أَنْ تَكُونَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً، وَأْولَادُه أَبْرَاراً، وَمَنْزِلُهُ وَاسِعاً، وَمَرْكَبُهُ وَطِيْئاً، وَرِزْقُهُ فِي بَلَدِهِ

Di antara hal-hal yang membuat orang (pada umumnya) berbahagia adalah istri (atau suami–HM) yang baik, anak-anak yang berbakti, rumah yang luas, kendaraan yang nyaman, dan sumber kehidupan ada di desanya.

Catatan penting: semua teks di atas menyebut kata zawjah shalihah. Hampir semua orang menerjemahkannya “istri yang salehah”. Apakah ini berarti pandangan yang diskriminatif? Untuk tidak mengatakan diskriminatif, maka kita perlu membacanya dalam perspektif mubadalah, “kesalingan”. Mungkin ada dan banyak yang tidak setuju dengan perspektif ini.

Source: Bincangsyariah.Com

About admin

Check Also

Isra Mi’raj; Peristiwa Metamorfosa Akal

Isra Dari sebagian definisi pada umumnya, barangkali sedikit bisa kita “raba” tentang pengertian umum dari ...