Monday , November 19 2018
Home / Deep Secret / Intelijen / Laporan NIC dan Pudarnya Posisi AS di Kancah Global

Laporan NIC dan Pudarnya Posisi AS di Kancah Global

capture-20130426-165705Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (NIC) dalam sebuah laporannya terkait transformasi regional dan global menyebutkan, Asia hingga tahun 2030 akan lebih kuat ketimbang Amerika Serikat dan Eropa. Di laporan ini juga disebutkan, Cina selama dua dekade mendatang akan menjadi kekuatan ekonomi dunia dan lebih kuat ketimbang Amerika.

Di laporan NIC juga diperingatkan akan lambatnya laju ekonomi dan menurunnya standar hidup karena bertambahnya usia masyarakat di negara-negara maju. Para penyusun laporan ini menandaskan,tujuan dari analisa dan prediksi ini adalah untuk menggenjot ide dan pemikiran strategis.

Laporan ini disusun empat tahun sekali dan hasil dari riset NIC dalam mencermati berbagai transformasi yang menjadi faktor perubahan di dunia. Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (NIC) merupakan salah satu dari badan intelijen Amerika yang memikul tanggung jawab untuk menjelaskan strategi dan taktik.

Laporan tahun 2012 NIC disusun berdasarkan sumber yang diberikan oleh 18 dinas keamanan dan intelijenlainnya serta berbagai kalangan akademisi negara ini dan kondisi ekonomi dan sosial dunia. Laporan ini disusun dengan tujuan mengkaji skenario terburuk.

Meski di laporan ini juga mengisyaratkan merosotnya pengaruh Amerika di dunia, namun juga menekan poin bahwa Washington masih akan tetap eksis di samping negara-negara berpengaruh dunia lainnya. Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Mexico, Nigeria, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Turki dan Vietnam secara khusus menjadi obyek penelitian laporan NIC ini.

Para penyusun laporan NIC mengakui bahwa kekuatan negara-negara Barat akan digeser kekuatan baru seperti Cina dan India. Pergeseran kekuatan akan terjadi dari Barat ke Asia serta Cina di tahun 2022 akan melonjak meninggalkan Amerika. Ekonomi India saat ini delapan kali lipat lebih besar dari Pakistan dan hingga tahun 2030 akan bertambah menjadi 16 kali lipat.

NIC menambahkan, perubahan ini akan membalik proses kekuatan bersejarah Barat dari tahun 1750 dan kekuatan ekonomi Asia Timur di dunia akan muncul kembali. Selain itu akan muncul era baru demokratisasi di tingkat nasional dan internasional.

Transformasi ekonomi empat tahun lalu dan kondisi parah krisis ekonomi yang melilit Amerika serta negara-negara maju Eropa memaksa NIC mengakui merosotnya posisi ekonomi AS dan Eropa serta naiknya laju ekonomi negara-negara Timur dan Selatan Asia.

Merosotnya posisi ekonomi AS dan Eropa juga akan berdampak pada pudarnya kekuatan mereka di tingkat internasional. NIC berusaha menunjukkan bahwa Amerika meski mengalami kemerosotan posisi ekonominya di tingkat dunia, namun masih akan tetap eksis sebagai kekuatan dunia. Namun ternyata realita politik global bertentangan dengan prediksi mereka.

Pemerintah Amerika kini tidak mampu memajukan ambisi imperialismenya tanpa memperhatikan proses dan perkembangan regional serta internasional. Dunia tengah mengalami perubahan besar, yaitu bangsa dunia telah bangkit dan mulai menyadari penipuan Barat khususnya Amerika Serikat. (TGR/IRIB Indonesia)

About admin

Check Also

Jokowi Menggiring Indonesia Masuk Skema Kapitalisme Global WB-IMF

Presiden Republik Indonesia yang ke-7, Jokowi kembali unjuk gigi dalam kemahirannya beretorika. Retorikanya berbunyi seperti ...