Sunday , July 21 2019
Home / Agama / Tafsir / Kupas Tuntas Seputar Poligami

Kupas Tuntas Seputar Poligami

Seperti kita telah kita ketahui bersama, Poligami adalah merupakan salah satu syari’at Islam yaitu menikahi lebih dari seorang wanita, hukum Allah yg mesti diakui oleh seluruh muslimin, Sunnah Nabi dan hukumnya Mubah.

Dasar, Syarat Sah Hukum Poligami

“Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya” (An-Nisa` 3). Maksud dari ayat ini adalah, Islam didalam poligami dibolehkan, dan bukan diwajibkan, bila mereka merasa mampu berpoligami maka boleh, bila mereka takut tidak adil maka cukup satu.

Menikah dengan istri kedua sah hukumnya tanpa meminta izin kepada istri pertama. Sebagaimana seorang lelaki tak wajib meminta izin ayah ibunya untuk menikah, yang wajib meminta izin adalah anak wanita, mestilah walinya mengizinkan, namun pria tak perlu izin walinya untuk menikah. Namun sebagaimana walaupun seorang pria boleh / sah menikah dengan seorang wanita tanpa memberitahu ayah ibunya, namun seyogyanya ia dari segi adab kepada orang tua yang telah mendidiknya sejak kecil, sepantasnya ia tak menikah kecuali dengan restu ayah ibunya, ini adalah dari segi Birrul walidain, bukan dari segi hukum. Demikian pula suami yg akan berpoligami, tak mesti meminta persetujuan istri pertamanya, secara hukum Islam nikahnya sah, namun tentunya seyogyanya secara akhlak dan adab ia memberitahukan pada istrinya, karena telah seperjuangan dari awal bersama, dan kalau toh niat poligaminya baik maka selayaknya istri yang baik pun akan menerima.

Hikmah Poligami

Salah satu hikmah poligami adalah jumlah wanita masa kini yang lebih banyak dari pria, sebagaimana sensus dunia membuktikan saat ini perbandingan jumlah pria dan wanita sudah 1 banding 4, dan hadits mengatakan kelak di akhir zaman perbandingan pria dan wanita akan 1 banding 40, Jumlah wanita lebih banyak dari pria, dan diwaktu yg bersamaan muncullah ajaran Muhammad saw yg memperbolehkan berpoligami. Adakah solusi untuk kaum wanita ini?, apakah membunuhnya?, atau membiarkannya berkeliaran merusak rumah tangga orang lain?, siapa yg akan menjaga dan membimbing merreka?, tunjukkan satu hukum logika untuk menangani jumlah wanita yg semakin banyak dari pria?.siapa yg membuat jumlah wanita ini lebih banyak dari pria? Tentunya Allah SWT. Lalu lihatlah solusi dari Allah Yang Maha Pencipta, Dia SWT memperbolehkan Poligami. Inilah jalan keluar satu-satunya untuk mengatasi jumlah wanita yang lebih dari pria. Sesuai bukan?,

Penyelewengan Terhadap Poligami

Islam adalah kesempurnaan hidup, tidak ada kekurangan ataupun cela dalam segala hal yg fardhu dan sunnah, namun tentunya oknum penyelewengan syariah selalu ada dalam segala hal, bukan hanya poligami, tapi bahkan shalat, puasa, haji, zakat, dan segala macam ibadah yg diselewengkan dari maknanya, namun oknum penyelewengan itu butuh pembenahan, dan tidak bisa dg sebab penyelewengan itu kita menafikan kesemuanya, misalnya ada oknum masa kini yg menyelewengkan tertentu, lalu kita tak bisa memvonis dg ucapan : kenapa islam mengajarkan zakat?, padahal itu banya membuat sebab korupsinya amil zakat dan masjid serta kyai, tentunya tidak demikian.

Pengingkaran Terhadap Poligami

Pengingkaran atas poligami akan mengacaukan ekosistem dunia, merekalah perusak dan pembuat kerusuhan, dan didalam Islam poligami dibolehkan, dan bukan diwajibkan, bila mereka merasa mampu berpoligami maka boleh, bila mereka takut tidak adil maka cukup satu (Annisa-3).

Konsekuensi Logis Suami/Istri Poligami

Poligami tidak hanya bisa dipandang dari satu sudut pandang saja, misalnya menganggap bahwa pria enak-anakan menikah lagi lebih dari satu istri. Suatu konsekuensi logis bagi pria dalam menjalankan poligami atas dasar tanggung jawab dunia-akhirat. Secara kasat mata laki-laki diuntungkan dengan “hal senang di dunia” tapi bayangkan bila dia menjalankan poligami hanya dengan dasar mengumbar syahwat belaka yang mengakibatkan rusaknya citra kesucian sunnah Nabi saw, dan ada Hadist yang memberikan rambu-rambu kepada para suami yang menjalankan poligami :

“Barangsiapa memiliki dua istri dan lebih condong kepada salahsatunya, maka datang  di akhirat nanti jalannya miring sebelah” HR Abu Dawud.  Dan Aisyah berkata, “Adalah Rasulullah itu membagi dan adil, beliau berrkata, Ya Allah ini adalah pembagianku pada apa yang kumiliki, maka janganlah Engkau cela aku pada sesuatu yang engkau miliki tetapi  tidak aku miliki, maksudnya adalah HAT I” HR Abu Dawud, Nasai, Turmuzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban.

Begitu pula dengan seorang istri yang senantiasa taat kepada suaminya dapat memasuki surga dari arah manapun, seperti Rasulullah saw menyampaikan,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya,dan taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang kamu suka.” (HR Ibnu Hibban, al-Bazzar, Ahmad dan Thabrani).

Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,”Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk Surga.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Jadi wahai kaum istri janganlah kalian benci sedikitpun Hukum Allah ini, maka pandanglah dengan Imana dan Taqwa. Bolehlah anda merasa berat bila dimadu dan lebih memilih satu istri satu suami, tetapi janganlah sekali-kali membenci atau menganggap rendah terhadap poligami atau perempuan lain yang siap dimadu, juga jangan melihat bahwa istri kedua, ketiga, keempat sebagai wanita yang merebut suami orang, karena sekali lagi itu adalah dibolehakan dalam Hukum Allah lagipula belum tentu perempuan-perempuan tersebut akan menguasai suami. Jika mereka memandang bahwa calon suaminya itu orang yang taat beragama, maka tidak ada salahnya mereka siap dijadikan istri kedua..dan seterusnya. Adapun kebahagiaan lahir dan batin sangat tergantung kepada “sikap hati seseorang” . Jika Hati dipenuhi dengan Iman, Tawakkal, dan Qona’ah Allah SWT akan menjamin kebahagiaannya, lihatlah ayat 3 Surat At-Thalaq mengenai Tawakkal kepada Allah : “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

http://www.sarkub.com/2012

About admin

Check Also

Dan Kita Tak Kan Mungkin Bersih dari Perbuatan Keji dan Munkar

Oleh: H. Derajat وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *