Tuesday , December 11 2018
Home / Budaya / Kontroversi Ramayana IV

Kontroversi Ramayana IV

Rama Bridge merupakan salah satu “Tempat yang Misterius di Dunia “. Jembatan purba misterius sepanjang 30 Km yang menghubungkan Pulau Mannar (Srilanka) dan Pulau Pamban (India) ini diperkirakan telah berumur lebih dari 1.000.000 tahun. Pulau  Sri Lanka merupakan persinggahan yang favorit para  Aliens, Malaikat dan sejenisnya apapun namanya. Tradisi, cerita rakyat, lukisan prehistoric di gua, peninggalan arkeologis dan penjelajah masa lampau mencatat testimoni bahwa ada mahluk asing  yang tinggal di pulau ini di  masa lampau. Ada banyak pegunungan, perbukitan, bangunan dan bahkan pohon yang penuh misteri, energinya diluar pemahaman kita.

 Sedangkan pakar arkeologi dan geologi serta Team Center for Remote Sensing yang meneliti jembatan tersebut berkesimpulan bahwa Jembatan Rama hanya fenomena alam yang berusia hanya sekitar 3.500 tahun yang lalu. Meski begitu, pihak NASA mengeluarkan komentar  bahwa tidak ada bukti yang kuat bahwa Jembatan Rama dibuat oleh manusia melainkan hanya merupakan gugusan pulau alami yang membentuk rantai. Bahkan NASA sendiri menyatakan bahwa dengan menggunakan pengindraan jarak jauh  dan pencitraan dari angkasa menyatakan tidak menyediakan informasi tentang orisinalitas dan usia jembatan tersebut. Ditambahkan pula tidak ada bukti keberadaan manusia di sekitar anak benua India lebih dari 350.000 tahun yang lalu. NASA menyatakan  bahwa apa yang ditangkap tidak lain hanyalah  gugusan sekitar sepanjang 30 km, terjadi dari rangkaian batu koral alami. Dinyatakan NASA juga bahwa, “Foto yang direproduksi bisa jadi kepunyaan kami, tetapi penafsirannya sama sekali bukan dari kami

Kontroversi Ramayana IV  Pasukan kera membangun Jembatan

Menurut S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga  pengarang buku “The Early Man and The Rise of Civilization in Srilangka”, dari sejumlah bukti yang ada, baik berupa artefak dan peralatan hidup lainnya, sejak dua juta tahun yang lalu di Srilangka memang telah ada komunitas kehidupan yang aktif. Salah satu buktinya adalah, penemuan kerangka manusia raksasa yang diperkirakan hidup di periode zaman Satya (Satya Yuga). Memiliki postur tubuh jangkung dengan ketinggian sekitar 60 hasta atau setinggi pohon kelapa.

Ia juga mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam, walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal di daratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya. Para sarjana menafsirkan bahwa mungkin jembatan purba ini  (Sri Rama Bridge) dibangun setelah daratan Srilanka terpisah dengan India jutaan tahun silam. Ini bertujuan memudahkan mobilitas migrasinya manusia ketimbang menggunakan jalur laut yang ombaknya ganas. Selama ribuan tahun, mereka bermigrasi ke seluruh daratan Asia terus sampai ke Timur jauh, sebelum kemudian jembatan itu ditenggelamkan oleh air laut akibat mencairnya es di Kutub Utara. Penggalian  arkeologis menyatakan bahwa penduduk kuno Sabaragamuwa telah memiliki Negara dengan peradaban cemerlang sebelum 35,000 tahun yang lalu.

Data terakhir hasil penelitian para ahli badan dunia juga mengungkap soal umur dan penggunaan jembatan yang kini berada di bawah laut tersebut. Penggunaan “uji karbon” dalam penelitian tersebut hanya mampu mengungkap usia hingga 5.000 tahun. Namun untuk mengungkap lebih jauh lagi tentang usia dari karya dunia ini, maka para ahli Badan PBB ini menggunakan “Uranium Radio Isotop”. Dan ternyata dari hasil uji radio isotop itu cukup mengagumkan. Para ahli berhasil mengungkap bahwa usia jembatan “Sri Rama Bridge” mendekati usia hingga jutaan tahun.

Menurut DR. Vijaya Laksmi, profesor arkeologi dari Bharataduth University Colombo, bahwa dari hasil uji karbon sebelumnya terungkap usia Sri Rama Bridge ini sekitar 3.500 – 4.000 tahun. Namun dengan metodologi yang baru, terungkap bahwa usia obyek penelitian ini berkisar antara 1.750.000 – 2.000.000 tahun. Diungkapkan lebih jauh, bahwa Jembatan Rama dibangun pada masa Dwapara Yuga.  Berdasarkan cakram waktu Hindu, masa terbagi menjadi empat yuga yaiyu : Sathya yaitu sekitar 17.280.000 tahun.  Tretha yuga 12.960.000 tahun, Dwapara yuga 8.640.000 tahun dan .masa Kali yuga  4.320.000 tahun dan masa

Departemen arkeologi Sri Lanka telah mengeluarkan suatu pernyataan yang menyebutkan usia Jembatan Shri Rama mungkin berkisar di antara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun, namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia, hal itu belum bisa mereka terangkan.

Peta Jembatan Rama

Jembatan ini pertama kali disebutkan dalam epos Sanskrit India, Ramayana yang ditulis oleh  Valmiki. Pembangunan jembatan ini tercantum pada ayat 2-22-76, yang dinamakan  Setubandhanam, nama yang tetap digunakan sampai sekarang. Laut yang memisahkan India dan  Sri Lanka disebut  Sethusamudram yang berarti  “Laut untuk Jembatan”.

Peta yang disiapkan oleh  cartographer Belanda pada  1747, yang terdapat di Perpustakaan Tanjore Saraswathi Mahal,  menunjukkan wilayah ini sebagai Ramancoil, sebutan untuk orang Tamil Raman Kovil (atau Kuil  Rama). Peta yang lain  dibuat oleh J. Rennel tahun  1788 area ini disebut sebagai “Area dari Kuil Rama “, mengacu kepada kuil yang ditujukan untuk  Rama di  Rameswaram. Peta yang lain di atlas sejarah Schwartzberg dan juga dari sumber yang lain  seperti naskah perjalanan oleh  Marco Polo menyebutkan area ini sebagai Sethubandha dan  Sethubandha Rameswaram. . Dunia barat pertama kali menemukannya dalam buku “karya bersejarah di abad ke-9″ oleh Ibnu Khordadbeh dalam Buku tentang Jalan dan Negara (sekitar 850 M), merujuk kepada tempat yang disebut Sethusamudram yang berarti “Jembatan Laut”. Peta pertama yang menyebut daerah ini sebagai Jembatan Adam (Adam’s bridge) dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804.

 Citra dari Jembatan Adam itu sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1  –  2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini, dan menurut tafsiran para ahli, diperkirakan Jembatan Adam erat kaitannya dengan wiracarita terkenal India, Ramayana.

 Kontroversi Ramayana II 2Jembatan Shri Rama, dilihat dari udara

Pada saat Rama kembali dari Sri Lanka, Rama melaksanakan persembahyangan kepada Shiva di Rameshwaram, dimana  Sitha membuat  sebuah  Linga dari pasir. Tempat itu masih merupakan tempat yang paling dimuliakan  dalam Hinduisme. Sri Lanka juga memiliki relief Ramayana. Ada beberapa gua seperti  Air terjun Rawana Ella, dimana  Rawana dipercaya menyembunyikan Sitha untuk mencegah  Rama untuk menemukannya. Kuil  Sitha Amman di  Nuwara Eliya terletak dekat Asokavana dimana  Rawana menyembunyikan tawanannya.

Semua tempat-tempat yang dikunjungi  oleh Rama tetap meninggalkan kenangan atas kunjungannya, seolah-olah hal itu terjadi baru kemarin.  Waktu di India adalah relatif. Beberapa tempat diperingati sebagai kuil yang lainnya diperingati merupakan kunjungan sesuai dengan ceritera rakyat. Tapi semuanya percaya bahwa Rama pergi dan kembali ke Ayodhya. Mengapa harus ragu bila huhungan antara naskah kuno, arkeologi dan tradisi lokal bertemu? Mengapa harus ragu mengenai kaitan antara jembatan Rama dengan Shri Rama, bila tidak ada seorang Indiapun yang menyatakan dirinya membangun jembatan tersebut? Mengapa ragu bila Rama bepergian melalui Dandakaranaya atau Kishkindha, dimana penduduk asli local  yang non-Weda masih bercerita mengenai kisah Rama? Mengapa ragu bahwa Shri Rama lahir dan memerintah Ayodhya?

Projek Terusan  Sethusamudram

Pada  2001, Pemerintah India menyetujui Projek multi juta dolar Terusan  Sethusamudram yang bertujuan agar kapal dapat melintasi selat Palk dengan mengeruk dasar laut  yang sempit dekat Dhanushkodi ini diharapkan mengurangi lebih dari 400 km (hampir  30 jam waktu berlayar) meniadakan perjalanan mengelilingi pulau  Sri Lanka. Terusan yang diusulkan ini  memerlukan pengerukan melalui Jembatan Shri Rama.

Partai oposisi meminta pelaksanaan projek Sethusamudram menggunakan salah satu dari lima alternative  yang dirumuskan pemerintah  sebelumnya tanpa merusak struktur Ramsetu. Pemerintah India menetapkan Sembilan komite  sebelum kemerdekaan, dan lima komite semenjak itu, untuk memberikan saran atas projek  terusan Sethusamudram.Kebanyakan dari mereka menyarankan melalui daratan Gurus melintasi pulau  Rameswaram dan tidak ada yang menyarankan untuk melintasi Jembatan Shri  Rama. Komite Projek  Sethusamudram pada tahun  1956 juga dengan keras merekomendasikan Pemerintah Pusat untuk melintasi  dataran Gurus ketimbang dengan memotong Jembatan Shri Rama.

 Kontroversi Ramayana IV 1Bala tentara Kera membangun Jembatan

Partai Politik termasuk Bharatiya Janata Party (BJP), All India Anna Dravida Munnetra Kazhagam (AIADMK), Rashtriya Janata Dal (RJD), Janata Dal (Sekuler) (JD(S)) dan beberapa Organisasi Hindu menentang pengerukan melalui area yang  religius  – Jembatan Shri Rama populer seperti yang dijelaskan di Ramayana – dan menyarankan untuk menggunakan jalur lain untuk terusan agar tidak merusak Jembatan Rama.  Negara dan Pemerintah menolak perubahan itu  bersama Union Shipping Minister T R Baalu, yang  berasal dari Dravida Munnetra Kazhagam dan merupakan pendukung kuat dari projek tersebut, Penolakan terhadap pengerukan juga menekankan pada akibat di bidang ekologi  dan kelestarian samudera, juga kemungkinan hilangnya potensi cadangan thorium di area tersebut dan meningkatkan resiko kerusakan akibat tsunami. Beberapa organisasi menolak sepenuhnya projek ini ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. Namun sayang dengan alasan membuka jalur perdagangan laut, pemerintah India berencana membongkar jembatan ini. Sehingga banyak kalangan umat Hindu tidak setuju dengan rencana pemerintah India itu. “Umat Hindu dunia mesti menyelamatkan jembatan ini, karena ia tak saja merupakan warisan dunia, tapi satu-satunya bukti fisik yang diwariskan Ramayana,” papar  Kusum Vyas, dari Lembaga Esha Wyasam Houston, Texas, Amerika Serikat. Berbicara di Bali-India Foundation, dalam  konperensi pemanasan global di Nusa Dua, Bali,  Kusuma Vyas (ilmuwan kelahiran Kenya, Afrika), menolak keras rencana pemerintah India untuk membuka jalur perdagangan laut di seputar Jembatan Shri Rama. Alasannya, Jembatan  Rama adalah warisan peradaban zaman lampau, situs bernilai tinggi dan satu-satunya dimiliki oleh dunia. Jika rencana itu diteruskan, Kusuma Vyas khawatir, ekosistem biota laut turut juga rusak, laut akan tercemar. Dia juga mengatakan “Jembatan  Rama adalah lambang peradaban Hindu. Hal ini tidak boleh dihancurkan. Menghancurkan, berarti menghilangkan jejak suatu peradaban yang berakar kuat dalam kepercayaan umat Hindu dunia. Kita tidak mau kehilangan warisan sejarah yang tak ternilai itu. Jembatan sepanjang 30 Km berusia 1,7 juta tahun ini harus diselamatkan umat dunia”

Sumber: prabukalianget.files.wordpress.com 

About admin

Check Also

Babad Tanah Jawi

Babad Tanah Jawi Perangan Kang Kapisan Wiwit Jaman Indhu tumekane Rusaking Karajan Majapahit Abad 2 ...