Wednesday , October 17 2018
Home / Budaya / Kontroversi Ramayana II

Kontroversi Ramayana II

Kontroversi Ramayana IIApa yang kita ketahui selama ini mengenai Rawana adalah dia seorang Raksasa, berprilaku kurang baik, menculik Dewi Sitha. Secara umum Rawana digambarkan sebagai tokoh yang sangat buruk prilakunya. Tetapi bagaimanakah pandangan masyarakat Sri Lanka khususnya. Berikut ini disampaikan kisahnya.

Nama ‘Rawana’ (atau  Rawaṇa) berarti  ”seseorang dengan deru yang dahsyat” atau “seseorang yang membuat orang lain berteriak (karena ketakutan atau kaget)”. Rawana mempunyai beberapa nama yang lain seperti Dasis Rawana, Dashaanan, Raavan, Ravula, Lankeshwar, Lankeshwaran, Rawanaeshwaran, semuanya menunjukkan kualitas dari kehidupannya. Rawana merupakan campuran antara Brahmin dan  Rakshasa, sehingga memperoleh status sebagai Brahmarakshasa

Rawana (Rahwana) adalah cucu Rsi Pulasthi dan putra dari Guru Wisrawas. Dia adalah adik   dari Waisrawana Kuvera (Kubera) dan kakak dari Wibishana (Vibishana), Kumbhakarna, Mahi Rawana (Luxhmana), Hema, Khara, Dushana, and Suparnika. Ibunya adalah Ratu Daitya  Kaikashi putri dari  Sumalin, Raja  Daitya,  yang berharap putrinya nikah dengan orang yang berkuasa di dunia untuk melahirkan ahli waris yang istimewa. Dia menolak raja-raja di dunia, karena mereka kalah dengan kekuatannya. Kaikashi mencari diantara  Guru – Guru, dan akhirnya memilih Wisrawasmuni. Sebenarnya  Wisrawasmuni telah memperingati Kaikashi,   karena dia mendekati dirinya tidak pada waktu yang tepat, anak-anak mereka akan lebih cenderung sebagai raksasa.  Dan karena itu seperti saudaranya yang lain  Rawana terlahir sebagai setengah Brahmin dan setengah  Raksasa. Brahmin bukanlah ras atau agama tetapi hanyalah status di masyarakat. Brahmin adalah penasehat raja dan masyarakat

Dalam legenda  diceriterakan, pada waktu mengikuti latihan tapanya yang pertama, Rawana menunjukkan tapa yang sangat intensif kepada Brahma (Dewa Pencipta), yang berakhir dalam beberapa tahun. Selama pertapaannya, Rawana memancung kepalanya sebanyak 10 kali, untuk persembahan kepada Dewa Shiwa. Setiap kali dia memotong kepalanya, maka kepala baru juga tumbuh, sehingga dia bisa melanjutkan persembahannya.  Merasa puas dengan persembahan dan pengabdiannya, Shiwa memberikan pedang nirwana Chandrahas (Chandra-Bulan, Has-tertawa, yang kemudian berarti  ‘tertawanya bulan’ tetapi mengacu kepada bentuk dari bulan sabit yang mirip sebuah senyuman). Pada kejadian inilah dia memperoleh nama  ‘Rawana’, yang berarti  “(Dia ) yang memiliki auman yang dahsyat”, diberikan kepadanya oleh  Shiwa. Dikatakan di dunia akan terjadi gempa bila  Rawana menangis atau bersin. Sebaliknya Rawana menjadi penyembah Dewa  Shiwa sepanjang hidupnya dan  dikatakan dia telah menyusun sebuah hymne yang dikenal sebagao  Shiwa Tandawa Stotra. Rawana juga memperoleh anugrah. Dia  meminta agar dia bisa hidup abadi, yang ditolak oleh Shiwa, tetapi dia dianugrahi cairan nirwana sehingga dia tidak bisa mati. Rawana juga meminta agar dia tidak bisa disakiti oleh para Dewa, raksasa yang lain,  roh-roh surgawi, ular dan,  lebah liar. Shiwa memberikan anugrah ini sebagai tambahan 10 buah kepala dan kekuatan yang besar melalui pengetahuan nirwana mengenai senjata dan hal gaib Karenanya Rawana dikenal sebagai  ‘Dasamukha’ atau ‘Dashaanan’ (Dasa = sepuluh, mukha/anan = wajah/muka).

Rawana memiliki kekuatan yang luar biasa. Tetapi dia menggunakan kekuatannya  untuk mencegah orang suci untuk melaksanakan upacara . Mengetahui perbuatan  Rawana, Wishnu, pemelihara alam semesta, memutuskan sudah waktunya untuk melakukan sesuatu. Tapi apa ? Beberapa tahun sebelumnya  Rawana mendapatkan anugerah  yang akan melindunginya  dari para Dewa dan Raksasa. Sehingga, Dewa Wishnu merasa ragu apakah tindakan  Rawana bisa dihentikan?. Dewa Wishnu berfikir, “Rawana, dengan arogansinya, melindungi dirinya dari mahluk yang menurut pikirannya bisa menyakitinya. Dia lupa melindungi dirinya dari manusia dan kera” Wishnu memutuskan untuk berreinkarnasi sebagai manusia yang bisa membunuh Rawana. Dalam  Bhagavata Purana, Rawana dan adiknya, Kumbhakarna dinyatakan  bahwa mereka adalah reinkarnasi dari Jaya dan Vijaya, penjaga gerbang di  Vaikuntha.

Dalam tradisi lisan dikatakan bahwa setelah dinasti  Raja Manu ada lagi dinasti seperti Tharaka 10,000 SM, Mahabali 7500 SM, dan Rawana 5000 SM. Yang menarik, diantara raja-raja ini. Keahlian  Rawana dibidang  teknologi dan  militer sangat terkenal dan dinyatakan dalam literatur India seperti memiliki 10 kepala dan banyak tangan  yang memegang berbagai senjata. Rawana dijadikan komandan angkatan perang kakeknya Sumali. Kemudian dia menempatkan perhatiannya pada Sri Lanka. Lanka merupakan pulau yang  ideal, diciptakan oleh arsitek suci  Wiswakarma yang juga dikenal sebagai Mayasura, kakak tiri  Rawana yang juga Bendahara para Dewa Kuwera dengan tulus membantu anak-anak Kaikesi. Rawana meminta agar Lanka sepenuhnya diberikan kepadanya. Meski dengan kekerasan. Pendeta  Wisrawas menyarankan kepada Kuwera untuk memberikannya, karena  Rawana tidak bisa dikalahkan. Memulai kepemimpinannya Rawana termasuk pemimpin yang bijak dan efektif.

 Rawana memiliki banyak istri tapi yang utama adalah Mandodari, putri Mayasura. Mandodari yang cantik dinikahi oleh seorang raja Asura dan menjadi Ratu dari Kerajaan yang maju dan ibu dari  anak-anak yang pemberani. Dia adalah ratu dari Kota Emas, pada pulau yang berbentuk permata pada suatu wilayah sorga tropis  yang paling indah di dunia. Suaminya  Rawana mudah tertarik kepada wanita cantik, tetapi Mandodari menghadapinya dengan bijaksana. Bukannya bertengkar atau berkelahi tapi dia menangani keadaan dengan mengurus harem dengan baik yang berkembang karena bertambahnya tawanan dari negeri yang ditaklukkan.  Dia sangat  cerdas dan mengetahui tata pemerintahan lebih baik dari kebanyakan Menterinya. Dia menangani  Rawana dengan keterampilan dan diplomasi yang tinggi dan menempatkan posisinya sebagai Kepala para Ratu.  Dari observasi  Hanuman, disamping karena posisinya, dia melakukan pengendalian yang besar terhadap Rawana dan melakukan campur tangan yang moderat dengan pembawaannya yang penyabar. Tidaklah mudah untuk hidup diantara Asuranya Rawana. Disamping memelihara anak-anak dari istri Rawana yang lain, dia juga membimbing anak-anaknya dengan keterampilan yang tinggi. Dalam peperangan, dia menasehati Rawana dengan perhatian yang tinggi. Sepanjang dia mengikuti saran-sarannya , Rawana selalu memenangkan peperangan.

Kontroversi Ramayana II 1Rawana dalam drama sanskrit Kerala

Rawana  menculik Sitha, namun adiknya yang terkecil Wibishana menentang  kakaknya, karena langkah yang benar seharusnya  menghukum Luxhmana dan tidak menculik Sitha. Wibishana menyampaikan bahwa menculik istri orang lain menentang nilai masyarakat yang beradab. Sikap  Rawana yang mementingkan dirinya sendiri, memaksa Wibishana berdiri pada nilai yang beradab  dan membantu Rama untuk memperoleh kembali istrinya  Kumbhakarna menyarankan  Rawana untuk mengembalikan  Sitha kepada  Rama, namun Rawana juga menolaknya.

Diceritakan bahwa Rawana sebagian adalah seorang Brahmin, melaksanakan upacara weda  (puja) yang perlu untuk  Rama sebelum perang antara Rama dan dirinya. Itu merupakan salah satu kualitas yang sempurna yang dimilikinya. Ketika  Rawana bertemu dengan  Rama di medan pertempuran, dia menunjukkan kesaktiannya , dan  berbicara secara arogan. Sementara itu Rama melaksanakan tugasnya dengan  meluncurkan senjatanya “Brahmasthra”. atas saran  Wibishana yang mengakibatkan  Rama  dapat membunuh Rawana.

Sebelum Rawana menghembuskan nafasnya yang terakhir, Rama menyarankan  Lakshmana mempelajari administrasi pemerintahan darinya. Pada kesempatan ini Rawana bersikap sebagai Maharaja dengan kualitas yang agung. Apakah mungkin  dia mau menceritakan kunci-kunsi administrasi pemerintahan  kepada saudara penakluknya, bila dia tidak memiliki kualitas dan kepribadian yang agung. Rawana sambil berbaring menanti kematian di medan pertempuran dengan menahan  rasa sakit,  memberikan instruksi kepada Lakshmana mengenai  Nitishastra dan administrasi pemerintahan yang baik. Dinyatakan bahwa  Rawana memberikan komentar, “Jangan pernah mengira bahwa kalian akan hidup selamanya di dunia dan tanpa berbuat sesuatu yang layak. Jangan pernah menunda. Saya menaklukkan sorga dan menawan Yama, Dewa Kematian, planet kesembilan dibawah  tahta saya. Saya menyatakan kepada diri saya, saya akan selalu memiliki waktu  untuk menyelesaikannya kemudian. Apa baiknya untuk menunda hal ini?”. Rawana dikremasi di Galgaru Kanatte di  Devinuwara dengan penghormatan  sebagai seorang Brahmin dan seorang Raja. . Rama pernah menyebutkan  Rawana sebagai seorang “Maha Brahmin” ( Brahmin yang besar). Sebagai penghormatan Rama, karena mengetahui Rawana adalah seorang  Brahmin, dia memerintahkan agar pembakaran mayatnya dilaksanakan sesuai dengan tata cara seorang Brahmin.

Menurut Ramayana, Sri Lanka adalah benua yang besar. Astronoom India menyatakan bahwa ibu kota Sri Lanka, sebagai titik  equinok dari alam semesta. Rawana-Kotte terletak dilepas pantai tenggara. Ini adalah salah satu dari benteng  Rawana. Peneliti arkeologi kelautan menemukan beberapa tempat dan benda-benda arkeologis  dan bernilai sejarah dari kawasan ini, yang bisa dicapai dengan kapal laut dari Kirinda. Keputusan untuk menyatakan sebagai area yang dilindungi telah diambil pada diskusi yang diselenggarakan pada bulan Juli, 2007 antara  the Archaeological Department, Central Cultural Fund dan Angkata Laut  Sri Lanka. Raja  Rawana membangun   satu dari bentengnya pada lokasi ini yang sekarang tenggelam di laut

Kontroversi Ramayana II 2Jembatan Sri Rama

 Pertanyaan yang lain adalah apakah Sri Lanka sebelumnya terhubung dengan sub benua India pada masa itu. Menurut Ramayana, Hanuman bisa membawa seluruh pasukannya ke Sri Lanka tanpa banyak mengalami kesulitan. Jadi ada kemungkinan ada bagian dari daratan terhubung antara anak benua India dengan Sri Lanka (bahkan disekitar  300 SM, Megasthenes, Duta Besar  Grecian dari  Chandra Gupta, menyebutkan bahwa Taprobane terpisah dengan daratan utama oleh sebuah ‘sungai’. Faktanya adalah dia menyebutkan kata  ‘sungai’, dan bukannya kata  ‘laut’, mengindikasikan bahwa celah itu tidaklah lebar .  Juga sangat mungkin penghubung ini hancur sebagai akibat dari gempa dan tsunami yang besar.

Rawana memiliki hubungan yang sangat dekat dengan wilayah Yaduwa, yang termasuk  Gujarat, bagian dari  Maharashtra dan Rajasthan sampai ke  Mathura di selatan  Delhi. Rawana diyakini bersahabat  dengan Lavanasura, yang juga dikenal sebagai  Rakshasa, di  Madhupura (Mathura) di daerah  Surasena, yang ditaklukkan dan dibunuh oleh Shatrughna, adik terkecil Sri Rama.

Kehidupan Rawana adalah contoh klasik dari seorang cerdas yang salah jalan. Dia dianugrahi kemampuan yang sangat tinggi tetapi tidak pernah belajar untuk rendah hati  Ego dan kesombongan menyelimutinya. Bukannya mengikuti jalan Dharma, dia selalu memilih untuk melanggarnya. Jangankan memperoleh kemashuran dari beberapa kualitasnya yang baik, tetapi malahan dia dikenal dengan prilakunya yang buruk. Rawana memerintah Sri Lanka sekitar  tahun 5000 SM. Kerajaannya dibagi menjadi tujuh bagian pegunungan (‘Giri-Rajadhani’) yaitu : Mahendragiri  Ruhuna, Chandragiri  Sabaragamuwa, Indragiri  Kuragala Hemmathagama, Siwagiri  Sigiriya, Helagiri  Devundara, Malayagiri  Hanthane, dan Mulgiri  Mulkirigala.  Sri Lanka  memiliki beberapa kota masing- masing untuk setiap Rajadhaniya .di Rawana Kotte, di samudera pantai timur. Dikatakan dia memiliki benteng  yang aneh dengan perlindungan, dimana dia membuat penjara untuk Sitha yang cantik.  Sekarang ombak menutup daerah ini, tetapi sebagaian dari benteng terlihat saat air surut. Ketika bala tentara Rama bergerak ke Sri Lanka, Rawana memindahkan  Sitha dari Asoka Uyana, taman Rawana yang memiliki pemandangan yang indah  dan hutan lebat disekitarnya,sampai ke gua Ella di Uva, pada kaki pegunungan  dengan puncak  4500 kaki dari permukaan laut. Ini salah satu dari gua yang sangat terkenal dimana Rawana menyembunyikan  Sitha. Ada hutan lebat disini dengan pegunungan  yang tak ternoda.

 Di  Helagiri Rajadhaniya (Devinuwara) ada lokasi yang terkait dengan perang  Rama Rawana. Sekarang Devinuwara dikenal dengan nama Devundara oleh orang-orang  Sinhala dan disebut  Dondra dalam Bahasa Inggris yang dikonfirmasi dengan legenda dan lokasi, sebagai tempat dimana pasukan raksasa  dan pasukan kera Rama bersama dengan lambang suku  yang lain berkemah. Pasukan Rawana berkemah di Raksha Deniya sekarang dikenal sebagai Rassandeniya dan bala tentara Rama berkemah di Wanduru Deniya berseberangan dengan Rassandeniya.Deniya yang berarti dataran rendah. Kedua kemah itu terletak disekitar Devundara.

Diluar gambaran Walmiki mengenai  Rawana sebagai penjahat, ada penduduk  di India yang bukan hanya menghormatinya  tetapi juga memujanya. Rawana disebutkan sebagai pemuja Dewa Shiwa. Gambaran Rawana terlihat di banyak tempat yang dihubungkan dengan Dewa Shiwa. Ada lingga  Shiwa yang sangat besar  di Kakinada,  Andhra Pradesh, yang diduga dibangun oleh Rawana, dengan patungnya didekatnya. Baik lingga  Shiwa dan  Rawana dipuja oleh masyarakat.

Ada beberapa candi dimana Rawana dipuja. Rawana dikatakan sebagai pemuja Shiwa yang paling taat  Patung  Rawana terlihat  bersama-sama dengan Shiwa dibeberapa tempat. Ada  Shiwalinga yang besar di Kakinada, Andhra Pradesh,  dengan patung Rawana di dekatnya. Baik Shiwalinga dan  Rawana dipuja oleh para nelayan disana. Ribuan Brahmin Kanyakubja  di desa Ravangram di wilayah  Netaran, di Distrik  Vidisha di  Madhya Pradesh, melaksanakan   puja  harian di kuil  Rawana dan menghaturkan  naivedyam / bhog (suatu upacara kurban untuk Dewa-Dewa ). Beberapa abad yang lalu Raja Shiv Shankar mendirikan sebuah kuil  Rawana  di  Kanpur, Uttar Pradesh. Kuil  Rawana dibuka setahun sekali, pada Hari  Dashehra, untuk melaksanakan pemujaan untuk kesejahteraan Rawana. Sebuah kuil  Jain di Alwar, Rajasthan yang disebut  Ravan Parsvanath.  Rawana biasa sembahyang  Parsvanath setiap hari. Pada waktu  Rawana bepergian ke Alwar dia menyadari bahwa dia lupa membawa patung Parsvanath. Mandodari,  istri Rawana, diminta untuk membuat patung Parsvanath secepatnya, yang kemudian menjadi kuil Ravan Parsvanath di Alwar.

Kontroversi Ramayana II 3Ravana the Historical King of Heladiva

Rawana adalah  penulis  Rawana Sanhita, buku mengenai astrologi Hindu. Dia memiliki pengetahuan yang dalam mengenai Ayurveda dan ilmu  politik. Dia dikatakan memiliki cairan untuk hidup abadi, yang disimpan didalam perutnya, sebuah anugrah dari Dewa Brahma.  Menurut beberapa teori, dia adalah tokoh sejarah  yang memerintah  Sri Lanka dari  2554 SM sampai  2517 SM. Ayahnya  Wishrawa menyatakan bahwa  Rawana sangat  agresif dan  arogan, dia juga seorang pengikut yang baik. Dibawah bimbingan  Wishrawa, Rawana menguasai  Veda, buku suci,  dan juga seni bela diri Kshatriyas (prajurit). Rawana juga seorang pemain  veena yang istimewa  dan lambang benderanya  terdapat gambar  veena. Sumali, kakeknya, bekerja keras secara rahasia untuk menjaga agar Rawana tetap menjaga etika para Daitya.

Rawana adalah orang pertama yang menemukan  peluru kendali dan bom. Dia mengisi  dengan  mesiu dan  disebut  Nagashara, Agnishara dan panah beracun. Dia diluncurkan dengan mesin seperti busur. Ramayana dan Mahabharata, yang dikutuk sebagai  “Mythologi Hindu” oleh Inggris dan sejarahwan barat menemukan kejadian  diluar pemikiran. Pada 6 Agustus 1944 ketika bom atom yang pertama meledak di Hiroshima pada Perang Dunia II, hal itu menjelaskan  kejadian dalam Mahabharata. Meski dunia modern tidak mempunyai pengalaman mengenai energi atom sampai tahun 1940, ada banyak hal bahwa akibat nuklir pernah terjadi pada masa pra historis.

 Rawana adalah pembuat obat  Sindhuram. Obat ini menyembuhkan luka seketika. Dia juga dikenal sebagai Vaidya Shiromani karena dia mengabdikan dirinya untuk  Ayurveda. Dia adalah seorang apoteker dan seorang Dhyana yogi. Rsi  Walmiki menulis  dalam bentuk prosa kisah Ramayana, berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Beliau menulis secara rinci kejadian antara Rama dan Rawana, yang terjadi pada  5.000 – 6.000.SM (sekitar 8.000 tahun yang lalu). Kejadian  Sitha tinggal di  Sri Lanka dan bukti sejarah  Rawana, membuktikan bahwa  Ramayana bukanlah sebuah mitos tetapi kejadian nyata. Kesejarahan Rawana ahir-ahir ini dibuktikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat yang berhasil membuat mesin Mercury Vortex dengan sukses berdasarkan Vimanika Shastra, keberadaan prasasti batu karang yang berkaitan dengan Rawana dan dinastinya di Sri Lanka dan penemuan dari Janasthan di kedalaman laut Cambay.

 Sesuai dengan Cerita Ramayana versi  Tamil Nadu menyatakan Rawana sebagai pahlawan dan Rama sebagai penjahat yang  memperlakukan wanita secara tidak adil. Rawana adalah seorang pengikut Weda, ahli music, prajurit, dan seorang pahlawan. Rawana adalah seorang intelektual besar, dia adalah penulis beberapa buku, dimana beberapa bukunya telah diketemukan. Buku-bukunya antara lain : Samavada,  Nadi Prakasha, Kumara Tantra, Uddisha Tantra, Prakrurtha Kamadhenu, Sivathandawa Sthothra dan Buku Ayurweda “Arka Prakasha”. Kemampuannya yang luar biasa dalam Bahasa Sanskrit, dapat dinilai dari  Sivathandawa Sthothra dan lebih dari itu dia adalah seorang tabib ahli Ayurweda. Teknik destilasi Arka untuk menyiapkan Asawa adalah penemuannya . Dia juga penemu mesin “Varuni” untuk memasak Arka.

Новый рисунок (14).pngKontroversi Ramayana II 3Air Terjun Rawana (Ravana Ella)

 Beberapa peninggalan masa lalu antara lain : Cobra Hooded Cave – Sigiriya,  Pulasthi Statue – Polonnaruwa,  Vessagiriya – Anuradhapura, Isurumuniya Lovers – Anuradhapura, Rawana Ella Cave, Stripurakanda – Kiriwanagama,  Nala Sethu (Jembatan Rama) dll

 Setelah perang berakhir sebagian besar Sri Lanka tenggelam akibat tsunami dan istana  Rawana, Maha Rawana Kotte dan  Kuda Rawana Kotte di bagian tenggara tenggelam. Hal ini terjadi karena jalan yang keliru yang dilakukan Rawana, tetapi kejadian  gempa bumi  ini dikonfirmasi oleh ilmu pengetahuan modern.

 Sumber: prabukaliangit.wordpres.com

About admin

Check Also

Babad Tanah Jawi

Babad Tanah Jawi Perangan Kang Kapisan Wiwit Jaman Indhu tumekane Rusaking Karajan Majapahit Abad 2 ...