Sunday , August 25 2019
Home / Deep Secret / Konspirasi / Konspirasi Gerakan Penyembah Iblis

Konspirasi Gerakan Penyembah Iblis

ADA banyak hal sesungguhnya bagaimana mengekalkan ajaran mereka. Freemason, Illuminati, Kabbalah, dan Yahudi itulah racun yang teramat halus yang seringkali menyusup untuk mengahancurkan orang-orang selain mereka. Konspirasi Gerakan Penyembah Iblis itu juga yang berusaha mengelirukan orang ramai tntang ajaran mereka dengan simbologi yang amat kental.

Dimulai dari Kabbalah. Kabbalah adalah kepercayaan Yahudi yang amat rahasia disampaikan pada anggota dari mulut ke mulut. Ajarannya berupa ilmu sihir dan ritual pemujaan setan yang telah dikembangkan sejak ribuan tahun.

Secara harafiah Kabbalah (Qabala) bermakna tradisi lisan. Kata Kabbala diambil dari bahasa Ibrani: qibil yang bermakna menerima atau tradisi warisan. Dengan demikian ajaran Kabbalah mempunyai arti menerima doktrin ilmu sihir (okultisme) yang hanya diketahui oleh segelintir orang.Dan Kabbalahsendiri adalah akar dari gerakan Freemason dan Illuminati.

Ajaran Kabbalah telah berusia 4.000 tahun, sejak Nabi Ibrahim as meninggalkan Sumeria, akhirnya menyebar ke Mesir Kuno hingga Ke Palestina. Ordo Kabbalah dibentuk dan diberi nama Ordo Persaudaraan saat perpindahan Bani Israil ke Babilonia yakni pada era Dinasti Ur ke 3 ( 2112 -2004 SM ). Salah seorang pendeta tinggi Kabbalah yakni Samiri yang mengajak Bani Israil saat eksodus dari Mesir untuk menyembah anak sapi emas bertepatan saat Nabi Musa as berkhalwat di gunung Tursina-Sinai.

Ajaran Kabbalah dirumuskan untuk menentukan jalannya peradaban manusia dengan membentuk satu pemerintahan dunia ( E Pluribus Unum ) di bawah kendali Yahudi. Tradisi Kabbalah ditengarai menghasilkan filsuf besar seperti Plato, Socrates dll , juga faham Rasisme yang kemudian diadopsi Hitler untuk berkuasa. Untuk dibaiat menjadi anggota ordo putih, harus memiliki gelar magister pada satu disiplin ilmu. Hanya Yahudi dari garis keturunan yang lurus yang diizinkan untuk menjadi anggota. Di dalam fase rekrutmen ini ditempuh melalui pendidikan tidak kurang dari 40 hari. Prinsip ini yang selanjutnya digunakan oleh kelompok persaudaraan Illuminati.

Theodore Reinach seorang pakar sejarah Yahudi mendiskripsikan bahwa Kabbalah telah menyusup dan memenuhi nadi agama Yahudi. Doktrin tentang Tuhan mereka, dan itu bertentangan dengan fakta penciptaan dalam Taurat.

Sementara Menurut sejarah Illuminati moden, William Petty, Earl dari Shelburne yang ke-2, dan Baron Adolf von Knigge, adalah orang-orang yang berhasil menghubungkan organisasi Illuminati dengan gerakan Freemasonry pada Kongres di Whilhelmsbad pada tahun 1782.

Pengikut Adam Weishaupt yang kebanyakan adalah penganut Kabbalah, kemudian secara teratur melakukan penyusupan ke dalam “Freemasonry” yang pada waktu itu dipimpin Friederich yang Agung dari Prusia, termasuk Duc d’Orleans. Untuk kepentingan tersebut Adam Weishaupt mahukan dukungan dari orang-orang kaya Yahudi.

Sejak terjadinya penyusupan itu sulit sekali membedakan antara Illuminati dengan Freemasonry. Bahkan logo Illuminati (piramid dengan mata Lucifer di puncaknya), kemudian digunakan sebagai logo Freemasonry di samping logo berbentuk siku dengan sebuah jangka sudut.

FREEMASONRY dan Illuminati ditengarai sebagai dalang dari setidaknya 50% pertumpahan darah dan peristiwa besar dalam sejarah manusia sejak abad pertengahan. Mulai dari Perang Salib, Revolusi Perancis, Revolusi Industri di Inggris, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Holocaust, krisis ekonomi dunia, peristiwa WTC, terorisme dan bahkan berdasarkan dokumen-dokumen dan teks-teks yang valid, gerakan mereka memiliki agenda untuk menceburkan negara-negara kedalam Perang Dunia kembali.

Misi dan Agenda

Perang Dunia sangat penting bagi mereka dalam rangka menciptakan ‘Tata Dunia Baru’ atau Novus Ordo Seculum atau Order of The New World.

Dengan harapan bahwa ketika dan setelah perang akan semakin banyak negara-negara yang membutuhkan dana, maka pada saat itulah mereka memainkan pengaruhnya. Belajar dari Perang Dunia I dan II, para pemilik modal Yahudi akan memberikan pinjaman dengan syarat yang mengikat. Mereka akan memberikan modal untuk membangun persenjataan kedua belah pihak agar keduanya saling menghancurkan, dan setelah negara-negara hancur akibat perang maka negara-negara akan semakin memiliki ketergantungan kepada para pemilik modal Yahudi. Memang sulit dipercaya, namun itulah yang telah terjadi dan tengah berlangsung saat ini.

Setelah mengkonsolidasikan cengkeraman atas keuangan sebagian besar dari negara – negara Eropa, para bankir Yahudi mulai bekerja memperluas lingkungan pengaruhnya ke ujung-ujung dunia dalam rangka persiapan mereka melakukan serangan terhadap Amerika Serikat.

Pada dasa warsa pertama abad ke-20 agenda mereka kian nyata dalam rangka mencapai tujuan untuk mendominasi dunia. Mereka merekayasa serangkaian perang dunia dengan tujuan untuk mengikis dunia lama untuk membangun suatu ‘Tata Dunia Baru’.

Rencana ini digariskan oleh Albert Pike dengan sangat rinci. Ia sendiri tidak lain adalah ‘The Souvereign Grand Commander of the Ancient and Accepted Scottish Rite of Freemasonry’,  tokoh puncak Freemasonry di Amerika Serikat. Dalam salah satu suratnya kepada Giuiseppe Mazzini pada tanggal 15 Agustus 1871, Albert Pike menguraikan rancangan kelompok Freemasonry yang kedengarannya nyaris tidak masuk akal.

Dalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu, Pike menyatakan Perang Dunia I yang ‘diagendakan’ pada awal abad ke-20 dirancang untuk menghancurkan Czaris Rusia – dan menempatkan negeri yang luas itu ke bawah kekuasaan para agen Freemasonry, Rusia yang baru itu akan dijadikan momok untuk mencapai tujuan-tujuan Freemasonry ke seluruh penjuru dunia.

Perang Dunia II, dirancang untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20 melalui manipulasi terhadap perbedaan yang ada antara kaum nasionalis Jerman dan politisi Zionis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan perluasan pengaruh Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina.

Perang Dunia III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan dan konflik oleh agen-agen Freemasonry, antara kaum Zionis dengan bangsa-bangsa Arab, Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh dunia.

Masih menurut surat Albert Pike yang bertanggal 15 Agustus 1871 itu, Freemasonry merancang melepaskan kaum Nihilis dan Atheis untuk memprovokasi suatu pergolakan sosial yang dahsyat, dimana dengan segala kengeriannya akan diperlihatkan dengan sangat jelas kepada seluruh dunia pengaruh dari Atheisme mutlak, kebuasan, yang akan menghasilkan pergolakan yang bergelimang darah.

KARENA sekali lagi rencana yang dirancang oleh Freemasonry oleh kaum Qabalis bukan sekedar khayalan. Tujuan besar mereka adalah menaklukan dunia. Itu akan terlihat pada implementasinya, rencana yang telah dilaksanakan sedemikian mulusnya sampai-sampai hal itu mendapatkan tepuk-tangan justru dari kalangan yang akan mereka hancurkan.

Sepanjang garis rencana pencapaian tujuan akhir mereka, agenda itu diteruskan oleh para bankir Yahudi dan kawan-kawan mereka di seluruh dunia dengan cara menghimpun kekayaan di wilayah perbankan dan investasi, real estate, dan industri.

Jika rencana para bankir Yahudi, atau Freemasonry itu berhasil, maka Rusia, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, pada akhirnya akan berada di bawah kekuasaan Freemasonry (kecuali Khilafah Islamiyah), yang sudah lama merencanakan untuk menaklukkan dunia.

Masih dengan Albert Pike, sebagai Qabalis sejati Pike menyebutnya rencana itu merupakan suatu karya besar Lucifer yang tidak perlu peduli untuk mengorbankan nyawa beratus juta ummat manusia dan menimbulkan kerugian bermilyar-milyar dolar dalam pelaksanaannya.

Beberapa di antara agenda Freemasonry itu, seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II telah terjadi. Kalau rancangan itu benar, maka Perang Dunia III, menurut Pike akan terjadi pada awal abad ke21, dan akan berawal karena masalah Israel dengan Palestina.

Pada saat Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada lima ideologi yang berbeda satu dengan lainnya di panggung dunia yang saling bertentangan dan tengah berjuang untuk memperebutkan ‘Liebensraum’ masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :

  1. Ideologi para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi rahasia Freemasonry, mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia.
  2. Ideologi Pan Slavik Rusia yang aslinya digagas oleh raja William.  Ideologi Pan-Slavik menuntut dihapuskannya Austria dan Jerman, kemudian harus disusul dengan penaklukan Persia dan India, yang melahirkan perang antara lnggris dengan Rusia dalam ‘the Great Game’ pada tahun 1848.
  3. Ideologi Asia Timur Raya digagaskan oleh Jepang. Ideologi ini menyerukan adanya konfederasi bangsa-bangsa Asia Timur (Dai Toa no Senso), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai Saudara Tua Asia.
  4. Ideologi Pan Jermania yang mencita-citakan penguasaan politik Jerman atas benua Eropa, bebas dari supremasi Inggris di lautan, dan mengadopsi kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia.
  5. Ideologi Pan Amerika, atau Amerika untuk bangsa-bangsa Amerika. Ideologi ini menyerukan perdagangan dan persahabatan dengan semua, tanpa persekutuan. Ideologi ini menegaskan ulang Doktrin Monroe pada tahun 1834.

Yang terlewatkan oleh Albert Pike adalah ideologi Pan Islamisme yang ada pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara Islam di dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani. Entah disengaja atau tidak, mungkin saja ini suatu isyarat bahwa memang untuk menghadapi diperlukan Khilafah Islamiyah sebagai benteng pertahanan terakhir umat beragama, khususnya umat Islam.

JADI secara keseluruhan sasaran Freemasonry ialah membangun Satu Pemerintahan Dunia (E Pluribus Unum) dan Tata Dunia Baru (Novus Ordo Seclorum), dengan cara menyusupi negara-negara super power.

Rencana mereka imulai dengan menguasai Inggris. Kemudian menguasai Amerika Serikat. Dengan itu membangun peradaban Barat-Zionis yang mereka yakini akan mampu mempersatukan ummat manusia di bawah satu sistem moneter yang berada di dalam kendali mereka.

Thesis Samuel Huntington tentang The Clash of Civilization—perbenturan peradaban Barat dengan peradaban Islam dan Cina—yang akan menghasilkan keluarnya Barat sebagai pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh gagasan kaum Kabalis membangun Novus Ordo Seclorum di atas.

Untuk itu kaum Kabalis-Freemasonry mengatakan, ada tiga jenis manusia di dunia, yaitu :

  1. Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi.
  2. Mereka yang mengamati hal itu terjadi, dan
  3. Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi.

Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi, yang dimaksud disini adalah mereka yang bergerak dalam gerakan terselubung, yang memerintah dunia di balik layar, merekalah kaum Kabbalis, Zionis, Freemason, Illuminati, dan organisasi-organisasi sejenis.

Mereka yang mengamati hal itu terjadi, yaitu mereka yang memperhatikan, meneliti gerak-gerik mereka, memberi peringatan kepada orang-orang akan bahaya gerakan-gerakan tersebut.

Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi (kelak), yaitu mereka yang bersikap masa bodoh, acuh tak acuh terhadap peristiwa yang terjadi, ini karena mereka sudah termakan umpan propaganda kaum Kabbalis, mereka melihat dan mendengar apa yang terjadi, tetapi mereka tidak memikirnya, karena cinta dunia.

Lalu, dimanakah posisi kita? [ra/islampos/masyumicenter/akhirzaman/kitabnegeri]

https://www.islampos.com/

About admin

Check Also

Ada Tali-Temali antara Kewajiban Pengiriman Sampel Virus H5N1, NAMRU-2 dan Penggunaan Senjata Biologi AS

Pada 2007 Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membuat keputusan menghentukan pengiriman sampel virus H5N1ke WHO ...