Thursday , October 18 2018
Home / Agama / Kisah Pelacur Tobat Dalam Al Quran

Kisah Pelacur Tobat Dalam Al Quran

Kisah Pelacur Tobat Dalam Al QuranTahu bahwa ia bergelimang dosa maka Masikah bertanya tentang  seseorang yang berbuat dosa. Ia mendapat jawaban, bahwa pintu-pintu harapan untuk bertobat kepada Allah itu senantiasa terbuka, sebagaimana bunyi firman Allah yang dia dengar,

“Katakanlah, ‘hai, hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az-Zumar  [39]: 53).

Maka Masikah merasa sudah waktunya untuk taubat, lari dari jeratan dosa. Akhirnya, malam tiba, Masikah keluar dari rumah Ibnu Salul, sambil mengendap-endap.  Sementara itu, budak-budak wanita lain sedang hanyut dalam buaian kesenangan. Dalam kegelapan itu, Masikah bisa keluar rumah dengan selamat.

Tapi setelah Masikah keluar ia bingung.“Ke mana saya harus pergi?” Untung, ia teringat dengan wanita tua yang pernah membuat dia sempat mendengarkan al-Qur`an, mengenal Islam dan mendapatkan hidayah Allah. Masikah lantas berjalan ke rumah wanita tua tersebut, yang tinggal seorang diri. Wanita itu menerima Masikah dengan tangan terbuka.

Esok paginya, perempuan itu mengantar Masikah pergi ke masjid guna menemui Rasulullah. Bersamaan ketika Abu Bakar keluar masjid, Masikah yang diantar wanita itu tiba di masjid. Abu Bakar berhenti, melihat wanita yang menderita luka.

Sementara itu, wanita tua yang mengantar Masikah kemudian bercerita bahwa semua itu tidak lain akibat ulah Ibnu Salul yang telah memaksa Masikah untuk melacur.

Abu Bakar buru-buru masuk masjid untuk menemui Rasulullah, dan bercerita apa yang dialami Masikah. Rasulullah diam sesaat, sebelum kemudian turun wahyu dari Allah kepada Rasulullah yang berbunyi,

“Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu” (QS. An-Nuur [24]: 33).

Masikah tahu, ayat yang turun itu berkaitan dengan dirinya. Maka hati Masikah semakin teguh. Sementara berita tentang Masikah tersebar dan orang jadi tahu tentang maksud dan tindakan dari Abdullah bin Ubay bin Salul yang tidak terpuji itu.

(Profil di Balik Cadar; Kisah Wanita dalam Al-Qur`an, Jabir asy-Syal, terj. Alwi AM, Penerbit Grafiti Pers, Jakarta; 1986).

Sumber : binhakim.blogspot.com

About admin

Check Also

Bukti Kongkrit Akidah wahabi-salafi adalah Akidah Yahudi

Para pembaca sekalian, mungkin banyak yang tidak mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya akidah wahabi-salafi, orang-orang ...