Sunday , August 19 2018
Home / Relaksasi / Renungan / Kisah Kebangkitan Kematian Mengandung Hikmah
Ilustrasi kebangkitan setelah kematian (republika.co.id)

Kisah Kebangkitan Kematian Mengandung Hikmah

Banyak sekali kisah di masa lalu yang diceritakan dalam Al-Qur’an dan Hadits tentang manusia yang wafat kemudian dihidupkan kembali. Salah satu kisah yang mengandung banyak hikmah adalah seorang pria yang telah wafat selama 100 tahun hidup kembali atas izin Allah.

Bangkitnya pria ini dari kematian menjadi sebuah pelajaran bagi kaum Bani Israil untuk menambah keimanan mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan, orang tersebut mengatakan: “Wahai kalian, apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah mati seratus tahun yang lalu dan panasnya kematian belum reda dariku sampai sekarang. Maka, berdoalah kalian kepada Allah agar mengembalikan diriku sebagaimana semula.”

Terkait dengan takhrij riwayat ini, Syekh Nashiruddin al-Albani menjelaskan, Hadits ini dalam Silsilah al-Ahadits as-Shahihah (6/1.028) no 1209. Dia menjelaskan, Hadits ini diriwayatkan sejumlah ulama Hadits antara lain Imam Ahmad dalam az-Zuhd (16-17), Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (9/62) tanpa kisah.

Begitu pula Bazzar dalam Musnad-nya (1/108/192-Kasyful Astar). Hadits ini diriwayatkan juga oleh ‘Abd bin Humaid dalam al-Muntakhabdari al-Musnad (Q 1/152) dengan lengkap. Begitu pula Waki’ dalam az-Zuhd (1/280/56) dan Ibnu Abi Dawud dalam al-Ba’ats (5/30).

Ucapan yang pertama darinya mempunyai penguat dari Hadits Abu Hurairah secara marfu’. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2/126), Thahawi dalam Musykilil Atsar (1/40-41), Ibnu Hibban (109/Mawarid).

Menurut Albani, Hadits ini juga diperkuat riwayat lain. tentang kisah pria dari Bani Israil. Rasulullah SAW mengatakan: “Sesungguhnya pada mereka terdapat keajaiban-keajaiban.

Satu hari Rasulullah menceritakan sekelompok Bani Israil yang bertakziah ke sebuah makam. Salah seorang dari mereka menyarankan melaksanakan shalat sunnah dua raka’at dan berdoa kepada Allah.

Mereka berdoa agar dapat menghidupkan kembali seseorang yang telah meninggal dunia supaya dapat bertanya pengalaman setelah mengalami kematian. Mereka berharap permohonan mereka dapat dikabulkan dan mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Karena ketika mereka berziarah ke makam, sesungguhnya tujuannya untuk mengingat kematian dan mengambil pelajaran dari arti kematian itu sendiri. Sehingga, mereka bertambah ilmu dan keimanannya.

Setiap orang pastilah akan diwafatkan Allah dan mereka yang telah dikuburkan tentu adalah orang yang pernah hidup. Mereka penasaran amalan apa yang dilaksanakan selama hidup dan ketika wafat, balasan apa yang didapatkannya selama 100 tahun.

Seseorang akan menemukan pelajaran jika dia merenungkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang memberitakan tentang maut dan sekaratnya, apa yang dirasakan orang-orang yang dicabut nyawanya, dan apa yang terjadi pada mereka di dalam kubur mereka.

Termasuk jenazah pria dari Bani Israil yang dihidupkan oleh Allah karena permintaan sekelompok orang dari Bani Israil. Allah mengabulkan doa mereka. Kepala jenazah yang telah lama wafat muncul dari dalam kubur.

Rasulullah menjelaskan ciri- ciri mayat tersebut seolah-olah dia hadir bersama mereka. Orang tersebut berwarna coklat dan di antara kedua matanya terdapat bekas sujud. Dia berbicara kepada mereka, mengingkari apa yang mereka lakukan kepadanya.

Dia bercerita bahwa dia telah mati seratus tahun yang lalu dan panasnya kematian belum lenyap sampai waktu Allah menghidupkannya saat itu. Dia meminta kepada mereka agar berdoa kepada Allah supaya mengembalikannya seperti semula.

Orang yang menceritakan dampak kematiannya dan telah berlangsung dalam waktu yang sekian lama, menunjukkan beratnya penderitaan manusia dalam urusan kematiannya, walau dia orang saleh sekalipun.

Dalam konteks kisah ini, laki-laki tersebut termasuk orang saleh, buktinya adalah dia banyak melakukan shalat, bekas sujud begitu jelas terlihat di antara kedua matanya.

Tak hanya kisah pria saleh yang wafat selama 100 tahun dan dihidupkan kembali. Allah dan Rasulullah menjelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits di dalamnya terdapat pelajaran dan nasihat bagi siapapun yang diberi pemahaman dan pemikiran oleh Allah.

Jika seseorang menyaksikan orang-orang mati dihidupkan sehingga terjadi interaksi, yaitu dia berbicara dengan mereka dan mereka berbicara dengannya, iman akan bertambah jika Allah menginginkan kebaikan untuknya dan memberinya hati yang khusyu’ dan tawadhu.

Banyak manusia sepanjang telah menyaksikan orang mati yang dihidupkan. Korban pembunuhan di lingkungan Bani Israil dipukul kaumnya dengan anggota tubuh sapi yang diperintahkan oleh Allah agar disembelih maka Allah menghidupkannya dan dia mengatakan siapa pembunuhnya.

Orang yang melewati suatu negeri yang temboknya telah roboh hingga menutupi atapnya dan dia merasa aneh jika Allah menghidupkan negeri ini setelah hancur lebur. Allah mematikan orang ini dan keledainya selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya.

Dia melihat kepada tulang-tulang, bagaimana Allah menyusun lalu membungkusnya dengan daging. Ketika bentuk ciptaan telah sempurna, ruhnya dikembalikan. Lalu Ibrahim meminta kepada Allah agar menunjukkan bagaimana Dia menghidupkan orang mati, Allah memerintahkannya agar menyembelih empat ekor burung dan mencincangnya, lalu disebar di puncak empat gunung, kemudian memanggilnya.

Tiba-tiba bagian-bagiannya berkumpul, ruhnya kembali dan bangkit dengan bertasbih kepada Tuhannya. Pada masa Isa orang-orang melihat bagaimana dia menghidupkan orang-orang mati dan Allah menghidupkan orang-orang yang meninggalkan negeri mereka karena takut mati sementara jumlah mereka ribuan setelah mereka mati.

 

About admin

Check Also

Ada Kejayaan Bangsa di Balik Panggung Indonesia

Titip Pointers Geopolitik untuk Capres/Cawapres Kumpulan huruf disebut “kata,” di dalam kata ada “arti”. Untaian ...