Saturday , July 21 2018
Home / Ensiklopedia / Analisis / Kewibawaan Bangsa di Mata Pemimpin Revolusi Islam Iran

Iran sejak dahulu kala dikenal memiliki kekayaan budaya dan peradaban yang tinggi. Namun dalam perjalanannya, lembaran sejarah memperlihatkan ketidaklayakan sejumlah raja yang terjadi terutama dalam dua abad terakhir yang menyebabkan Iran bergantung kepada kekuatan asing seperti Inggris dan AS.  

Kewibawaan Bangsa di Mata Pemimpin Revolusi Islam Iran

Kemenangan Revolusi Islam yang dipimpin Imam Khomeini mengembalikan kewibawaan bangsa Iran. Dukungan besar rakyat terhadap Revolusi Islam yang berhasil menggulingkan sistem monarki despotik telah menorehkan lembaran baru bagi masa depan bangsa Iran, sekaligus menjadi babak baru sejarah politik dunia.    

Di bawah bendera revolusi Islam, Iran berhasil mencapai kemajuan dengan berpijak pada kemandirian dan kewibawaan bangsa. Selama lebih dari tiga dekade, Iran berhasil mematahkan konspirasi musuh yang terus-menerus menjegal kemajuan negara itu dari berbagai sisi.

Terkait kewibawaan bangsa, Pemimpin Besar Revolusi Islam Senin (9/1) pagi dalam pertemuan dengan ribuan ulama, pelajar agama dan berbagai lapisan masyarakat Qom menilai keteguhan para pejabat negara dalam memegang prinsip dan partisipasi rakyat secara sadar di tengah medan sebagai dua faktor penting yang menggagalkan semua konspirasi musuh dan semakin memperkuat pemerintahan Islam ini.

Dalam pertemuan yang digelar untuk mengenang kebangkitan warga kota Qom pada tanggal 19 Dey 1356 HS (9 Januari 1978) melawan rezim despotik, Pahlevi, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei mengatakan, kebangkitan rakyat Qom ibarat percikan yang memantik gelora di tengah kondisi yang mencekik zaman rezim Syah.

Rahbar mengatakan, “Kebangkitan ini disusul dengan kebangkitan-kebangkitan lain yang silih berganti dengan menggunakan momentum peringatan empat puluh hari setiap peristiwa. Kebangkitan 19 Dey adalah pembuka jalan bagi kemenangan revolusi Islam, resistensi bangsa Iran, runtuhnya wibawa keropos Amerika dan Rezim Zionis, keteladanan bangsa Iran, serta lahirnya gerakan kebangkitan Islam dan rangkaian peristiwa penting dan menentukan di kawasan.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyinggung dua hal yaitu kesabaran dan kearifan sebagai unsur penting yang membantu bangsa Iran meraih berbagai keberhasilannya.

Beliau menyeru untuk memperkuat dua unsur ini dalam menghadapi arogansi dan ambisi musuh. Menurut beliau, kegigihan para pejabat pemerintahan Islam dalam mempertahankan prinsip dan partisipasi rakyat secara aktif di tengah medan adalah dua faktor penting yang menggagalkan semua konspirasi dan tipudaya musuh.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menjelaskan upaya luas dan besar-besaran yang dilakukan kubu arogan dunia pimpinan AS dan Zionis untuk melemahkan dua faktor tersebut, seraya mengatakan, “Apapun yang mereka lakukan, dua faktor ini tetap ada dan dengan izin Allah akan selalu ada.”

Rahbar juga menyinggung berbagai cara yang dilakukan kekuatan hegemonik Barat untuk menggoyahkan keteguhan para pejabat pemerintahan Islam dan menebar pesimisme di tengah rakyat. Beliau mengatakan, “Para petinggi Barat berulang kali menyatakan bahwa sanksi dan tekanan terhadap Iran sengaja dibuat untuk mengeluarkan rakyat dari medan dan memaksa para pejabat pemerintahan Islam di Iran untuk meninjau ulang prinsip mereka. Tapi apa yang dilakukan Barat tidak akan pernah membuahkan hasil. Sebab, orang-orang licik itu menduga bahwa Iran saat ini berada dalam kondisi yang mirip ketika peristiwa Syi’ib Abu Thalib terjadi. Padahal kondisi yang ada saat ini lebih mirip dengan kondisi Perang Badr dan Khaibar.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menandaskan, “Ketika rakyat Iran, dengan membanggakan, sukses meraih banyak prestasi sementara prestasi-prestasi lainnya sudah nampak di depan mata, kubu arogansi menakut-nakuti rakyat dan para pejabat Iran lewat sanksi dengan maksud untuk mengguncang mental mereka atau menjauhkan rakyat dari medan. Padahal, rakyat Iran dengan arif telah memilih jalannya yang penuh kebanggaan ini dan untuknya, bangsa ini telah banyak berjuang dan mempersembahkan darah orang-orang yang paling mereka kasihi.”

Beliau menegaskan bahwa laju perjalanan bangsa Iran menuju puncak sukses tak akan pernah berhenti. Ditambahkannya, “Upaya merusak tekad dan semangat rakyat dan pejabat pemerintahan Islam dilakukan musuh justru ketika kekuatan dan kemampuan Republik Islam saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kondisi 20 atau 30 tahun yang lalu, sementara kedigdayaan luar kubu arogansi sudah jauh berbeda dengan kondisi masa lalu dan terus melemah.”

Terkait masalah pemilihan umum parlemen yang tak lama lagi akan digelar di Iran, Rahbar membeberkan skenario musuh yang sejak lama sudah menyiapkan anasirnya di dalam negeri untuk meminimalkan partisipasi rakyat dalam ajang pemilihan anggota legislatif. “Berkat inayah Allah, partisipasi rakyat pada pemilu ini akan membuat musuh gigit jari,” tegas beliau.

Lebih lanjut beliau mengimbau semua pihak untuk ikut menyukseskan jalannya pemilu. Menurut Rahbar, dalam setiap pemilu ketidakpuasan sebagian kalangan adalah fenomena yang wajar terjadi.

Ayatullah al-Udzma Khamenei mengingatkan bahwa pemilu legislatif adalah momentum yang sangat penting dan menentukan bagi Iran. Ditegaskannya, Karena itulah, kubu arogansi seperti Amerika, Inggris, Zionis dan lainnya berusaha keras untuk merusak pemilu ini dengan tujuan menebar kekecewaan di tengah rakyat.”

Beliau mengimbau para calon legislatif untuk mengedepankan niat mengabdi kepada rakyat dan negara bukan untuk meraih kepentingan pribadi atau tujuan-tujuan buruk lainnya, bersaing secara sehat, dan tidak menggunakan dana negara untuk kampanye. Kepada masyarakat umum, beliau menyeru untuk selektif dalam memilih anggota parlemen. Imbauan lainnya beliau tujukan kepada badan penyelenggara pemilu dan pengawas untuk menjaga suara rakyat sebagai amanat yang ada di tangan mereka. (IRIB Indonesia/PH)

 

About admin

Check Also

Perang Dagang Trump, Sebuah Analisis Intelijen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan perang dagang kepada China mulai 6 Juli 2018, mengenakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *