Thursday , November 15 2018
Home / Ensiklopedia / Analisis / Kendala Umat Islam dan Solusinya

Problematika dunia Islam senantiasa menjadi kekhawatiran para pemimpin dan mereka yang memiliki kepedulian terhadap nasib umat muslim. Sebut saja di antaranya adalah pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra. Beliau sebagai pemimpin besar rakyat Iran dalam menumbangkan rezim Pahlevi juga tak lupa berusaha menyelesaikan problem yang dihadapi dunia Islam. Pengganti beliau, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei baik setelah menjadi pemimpin maupun sebelum revolusi dengan serius mengikuti perkembangan dunia Islam. Oleh karena itu, saat ini kita jarang menemukan pemimpin Islam seperti beliau yang mengikuti penuh permasalahan dunia Islam dan dengan serius berupaya untuk menyelesaikannya. 

Kendala Umat Islam dan Solusinya

Dewasa ini dunia Islam tengah dililit berbagai problema, baik masalah internal maupun eksternal. Krisis internal di dunia Islam harus diselidiki dari dalam tubuh masyarakat Islam sendiri dan masalah eksternal muncul akibat intervensi dan politik negara imperialis. Terkait hal ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Saat ini setiap wilayah Islam terlilit masalah, lihatlah yang terjadi di Palestina, Irak dan Afghanistan. Mayoritas negara Islam menghadapi ancaman dari negara agresor dunia”. Pencaplokan Palestina oleh Rezim Zionis Israel termasuk krisis dunia Islam yang senantiasa menjadi perhatian pemerintah Republik Islam Iran, khususnya Rahbar. Beliau dengan jelas mengatakan, keberadaan Israel di kawasan ibarat sebuah kanker dan manifestasi syaitan. Rezim ini juga menjadi bisul bagi seluruh dunia Islam. Pernyataan beliau ini menjadi pengingat atas perkataan tegas Imam Khomeini yang menyebut Israel sebagai penyakit kanker di kawasan.

Ayatullah Khamenei dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan kejahatan Israel dan ketertindasan bangsa Palestina. Hal ini dilakukan Rahbar dengan harapan masalah ini tetap hidup dan tidak dilupakan oleh dunia. Beliau berkata, “Palestina adalah jantung dunia Islam. Lebih dari 60 tahun, Israel dengan arogan menindas rakyat Palestina. Lihatlah apa sebenarnya yang terjadi di Palestina”. Rahbar menyebut Lebanon sebagai korban lain dari arogansi Tel Aviv. Rakyat Lebanon khususnya di wilayah selatan terpaksa hidup menderita akibat perang yang dipaksakan oleh rezim Zionis.

Nasib Irak juga seperti Palestina. Negara ini menghadapi berbagai krisis akibat agresi pasukan asing pimpinan AS. Namun yang pasti sebelum AS mencaplok Irak pada tahun 2003, rakyat negara ini juga bernasib malang akibat kekejaman rezim Saddam Husein. Rahbar senantiasa mendukung bangsa Irak baik selama era Saddam Husein maupun setelahnya. Beliau menilai kejahatan AS di Irak sangat sadis dan menekankan bahwa tujuan Washington mencaplok Irak bukan untuk memerangi terorisme tapi untuk menguras minyak dan membuat pangkalan militer yang strategis di kawasan. Afghanistan negara muslim lainnya juga menghadapi hal serupa. Satu sisi rakyat Afghanistan menderita akibat ulah kelompok radikal dan dari sisi lain mereka dibantai oleh tentara AS.

Masalah lain yang diperingatkan Rahbar adalah fenomena penghinaan dan pelecehan terhadap kesucian dan nilai-nilai sakral Islam. Penghinaan ini kian menjadi pasca peristiwa 11 September 2001. Bentuk nyata penghinaan terhadap Islam sebelum terjadinya peristiwa 11 September yang dipropagandakan Barat adalah penerbitan buku Ayat-ayat Syaitan tulisan Salman Rushdi yang mendapat reaksi keras dari Imam Khomeini. Ayatullah Khamenei juga mendukung penuh sikap Imam Khomeini tersebut. Terkait pelecehan pemerintah dan media Barat terhadap Rasulullah, beliau berkata, ” Jika saat ini terjadi penghinaan terhadap Nabi yang dilakukan oleh sejumlah negara Barat maka hal ini seperti yang terjadi pada zaman jahiliyah. Dewasa ini orang-orang yang berani melecehkan Rasulullah adalah musuh tauhid, keadilan dan kebebasan yang dibawa Rasul untuk umat manusia”.

Rahbar meyakini bahwa upaya musuh tersebut ditujukan untuk mengikis secara perlahan kepedulian dan sensitifitas umat muslim terhadap nilai-nilai sakral Islam. Menurut rahbar, penghinaan ini dilakukan secara terorganisir dan didalangi oleh Israel dan Barat. Friksi di tengah umat Islam merupakan kekhawatiran utama Ayatullah Khamenei.

Dalam hal ini Rahbar mengatakan, “Dewasa ini umat Islam bergerak menuju kemuliaan dan kebangkitan, dan pasti musuh akan membuat banyak jebakan dan kita harus berwaspada. Menurut saya salah satu bahayanya adalah perbedaan kata dalam umat Islam, perselisihan antaretnis dan madzhab, serta perselisihan antara bangsa-bangsa Islam.” Rahbar menyebut salah satu faktor penting perselisihan dan friksi adalah kurangnya wawasan dan informasi kaum Muslim akan kondisi dan ideologi saudara Muslim lainnya. Menurut beliau, “Kita terbiasa keliru dalam menilai ideologi dan pemikiran orang lain, tentang tetangga, dan dari celah ini musuh memanfaatkan kesalahpahaman tersebut untuk menyulut friksi.”

Ayatullah Khamenei tidak pernah merasa cukup hanya dengan menyebutkan kendala dunia Islam saja melainkan juga memberikan solusi yang tepat bagi masalah tersebut dan sedapat mungkin beliau ikut berusaha menyelesaikannya. Beliau bersama para cendikiawan, ulama, dan tokoh masyarakat senantiasa berupaya memberantas perselisihan dalam umat Islam dan mewujudkan persatuan. Rahbar mengatakan, “Apa yang sangat diperlukan oleh dunia Islam adalah persatuan.” Persatuan menurut beliau adalah senjata ampuh untuk mematahkan propaganda dan makar musuh serta dalam menggapai kemajuan dan perkembangan dunia Islam. Ditekankan pula oleh Rahbar bahwa jika dunia Islam ingin menjalankan gerakan mendalam umat Islam dengan benar, maka dunia Islam harus terlebih dahulu menerima sejumlah masalah urgen termasuk di antaranya adalah persatuan dan kekompakan. Pertikaian antarsaudara merupakan salah satu rencana musuh dan sudah diketahui sejak dulu. Memecah dan kemudian menguasai merupakan politik usang musuh. Demi mewujudkan persatuan dan solidaritas antarmadzhab, Rahbar mengharapkan para ulama dan cendikiawan Islam untuk menyusun piagam persatuan dunia Islam sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menyelesaikan perselisihan. Saat ini piagam itu telah selesai disusun dan bahkan telah mendapat persetujuan dari banyak ulama dan cendikiawan Islam.

Kembali pada budaya dan identitas agama merupakan salah satu cara yang diusulkan oleh Rahbar dalam upaya menyelesaikan kendala dunia Islam. Beliau mengatakan, “Jika kita mengetahui nilai ajaran Islam dan menyelaminya, maka kita akan mampu menciptakan dunia baru yang sesuai dengan tuntutan hakiki dan fitrah manusia. Umat Islam dengan bersandarkan pada ajaran Islam dapat menyelamatkan diri dari dunia yang telah tenggelam dalam hawa nafsu, kedengkian, kebencian, kejahatan, dan kejahiliyahan.” Rahbar berpendapat bahwa agama Islam yang sempurna dan kaya, memiliki potensi dan kekuatan yang mampu mengisi kekosongan spiritualitas dan etika di dunia dewasa ini. Islam dapat dapat menyelamat umat manusia dari materialisme ekstrim dunia moderen.

Di sisi lain, Rahbar menilai proses kebangkitan dunia Islam dalam tiga dekade terakhir berkembang cukup pesat. Hal ini menurut beliau merupakan harapan bagi dunia Islam untuk keluar dari hegemoni kaum imperialis. Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, “Melihat pada kenyataan dunia Islam saat ini, dapat dirasakan bahwa gerakan besar islami, semakin hari semakin menguat, dan berlalunya waktu akan semakin berpihak pada nilai-nilai Islam dan spiritualitas. Umat Islam di dunia telah bangkit dan mau atau tidak mau kaum imperialis harus menyaksikan proses kebangkitan dunia Islam yang semakin cepat.”

Kebangkitan Islam dan penemuan kembali identitas umat Islam akan membuat umat Islam kebal terhadap ancaman musuh. Rahbar menyebutkan perlawanan heroik bangsa Palestina terhadap brutalitas rezim Zionis Israel sebagai bukti dari proses kebangkitan tersebut. Tidak hanya itu, perjuangan gigih Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) juga menjadi saksi dari kebangkitan umat Islam di kawasan. Secara keseluruhan, Rahbar berpendapat bahwa jika umat Islam memahami dengan benar agama Islam dan mengamalkannya dengan tetap menjaga kewaspadaan dan persatuan, maka kaum arogan dunia tidak akan dapat menyukseskan makar mereka. Dengan demikian umat Islam akan berada pada posisi sejatinya. (IRIB Indonesia)

 

About admin

Check Also

Devide et Impera (Kembali) di Indonesia?

Hiruk-pikuk dan gempita sosial politik di negeri ini memang terlihat glamour lagi mewah, namun kalau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *