Tuesday , December 11 2018
Home / Berita / Karena Macet, Ribuan Warga Jakarta Gila
SEMRAWUT - Kendaraan terjebak kemacetan di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta, beberapa waktu lalu. (indopos.co.id)

Karena Macet, Ribuan Warga Jakarta Gila

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan, ada 4.000 warganya yang mengidap gangguan jiwa (gila). Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat Jakarta adalah ibu kota negara.

“Dari 4000 orang, 10 persennya harus mendapatkan penanganan medis, bahkan rawat inap di rumah sakit,” ujar Sandi, Rabu (28/2).

Untuk mengatasi hal ini, Sandi telah bertemu dengan seorang professor dari Universitas Harvard guna mencari solusi dari wabah gangguan jiwa tersebut. Rencananya, Pemprov DKI akan mendirikan lembaga kesehatan khusus untuk penanganan penyakit jiwa.

“Kemarin kami kedatangan profesor dari Harvard Medical School Boston, Amerika. Menyampaikan bahwa diperlukan secara urgensinya tinggi yaitu Jakarta Institute for Mental Health yang akan kami gagas,” kata dia.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk mencari formulasi terbaik dari persoalan tersebut.

“Ini kami ingin menggagas suatu kerja sama dengan pemerintah pusat dan juga dengan RSKD Duren Sawit yang lagi dibangun sekarang untuk memastikan fenomena ODGJ ini bisa terantisipasi dengan baik ke depan,” terang Sandi.

Menanggapi banyaknya penderita gangguan jiwa di Jakarta, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, menduga kemacetan menjadi salah satu faktor penyebab gangguan jiwa. Selain itu ada beberapa penyebab lain, seperti pola hidup masyarakat yang kerap berada di bawah tekanan kerja berat. Kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta sendiri, diakibatkan kebijakan yang salah dari Pemprov DKI Jakarta, dalam menangani masalah yang sudah bertahun-tahun tak teratasi itu. Bahkan, kemacetan karena kendaraan pribadi juga memicu polusi udara 70 hingga 80 persen.

“Warga DKI stres karena kebijakan keliru Gubernurnya. Program one karcis one trip (OK Otrip) itu kan penyebab kemacetan dan ditambah kebijakan pencabutan larangan kendaraan roda dua di beberapa ruas di Jakarta,” tuding Djoko.

Ia tidak berharap banyak Pemprov DKI Jakarta bisa mengatasi kemacetan di Ibukota. Karena, menurutnya Pemprov DKI tidak memahami jenis transportasi yang tepat untuk warga DKI. Program OK Otrip yang digadang-gadang mampu mengatasi kemacetan Jakarta, menurutnya hanya program bagi-bagi uang kepada rakyat saja.

“Jakarta itu dua kota di Asia yang masuk 10 besar sebagai kota macet di dunia. Kalau mau atasi kemacetan, ya kurangi berkendaraan pribadi,” tandas Djoko.(nas)

Source: Indopos.Co.Id

About admin

Check Also

Ekonom Sebut Pencitraan Freeport Kelewatan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Drajad Wibowo menyatakan pencitraan atas pengumuman hasil ...