Friday , August 17 2018
Home / Ensiklopedia / Ekonomi / Kapitalisme Global: Kekuatan dan Perang Semesta

Kapitalisme Global: Kekuatan dan Perang Semesta

Kapitalisme Global Kekuatan dan Perang SemestaPenulis : Bambang Wiwoho, Wartawan Senior

Dalam buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” yang terbit Januari 2009, saya menulis tentang Perang Pembebasan dan Ideologi Pembebasan, agar kita bisa keluar dengan selamat dari gelombang globalisasi yang digelorakan oleh Kapitalisme Global. Meski sudah 5 tahun berselang, dan selama ini banyak pula orang yang memperingatkan betapa bahaya cengkeraman Kapitalisme Global dengan strategi globalisme dan neoliberalnya, tetap saja arah kehidupan berbangsa dan bernegara kita masuk semakin jauh, ke dalam cengkeraman Kapitalisme Global.

Guna memahami sejauh mana posisi kita dalam Perang Semesta yang dilancarkan oleh Kapitalisme Global tersebut, pada 17 Agustus 2013 yang lalu saya mencoba membuat butir-butir indikator. Dari indikator itu kita bisa membuat deteksi dan antisipasi. Selama beberapa bulan, bahan tersebut hanya saya jadikan renungan sendiri, namun hari ini saya berfikir untuk membagikannya kepada masyarakat, Allaahumma aamiin, bermanfaat.

I.Siapa Yang Menguasai Kekuatan Kapitalisme Global?
1. Freemasonry dan Illuminati (Zionis)
2. Imperialis – Neolib.

II. Unsur Utama Kapitalisme Global.
1. Modal
2. Teknologi khususnya yang super canggih – nanotek-biotek-farmasi dll.

III. Unsur Penunjang.
1. Manajemen
2. Media Massa
3. Industri Periklanan
4. Film & industri hiburan
5. Ilmu Pengetahuan

IV. Tujuan Perang Semesta.
Mewujudkan masyarakat tata dunia baru yang (seolah) hidup bebas dalam pesona dunia yang :
1. hedonis – individualis
2. pragmatis- materialis
3. narsis.
yang dikuasai dan dikendalikan sepenuhnya oleh Kapitalisme Global.

V. Untuk Mewujudkan Masyarakat Tata Dunia Baru Yang Seperti Itu Maka Harus Diciptakan/Dibentuk:
1. Sistem Pasar Bebas yang bercirikan:

  • 1.1.Rasionalitas
  • 1.2.Efektivitas
  • 1.3.Produktivitas

2. Sistem Sosial Politik Demokratis yang bercirikan:

  • 2.1. Kepentingan diri
  • 2.2. Kebebasan individu
  • 3. Sistem Sosial Budaya yang bercirikan lepas bebas dari aturan dan tatanan agama serta tradisi yang ada selama ini.

VI. Masyarakat Tata Dunia Baru Dengan 3 Pilar Utama yang digelorakan oleh gelombang globalisasi yang digubah dalam suatu musik jiwa yang mendendangkan:

  1. Penggalangan alam pikiran manusia agar terpadu secara total menjadi satu dimensi rasionalitas dengan ciri hedonistis-individualistis-pragmatis-materialistis – narsistis.
  2. Pemujaan pada pesona dunia dengan aneka selera dan gaya hidup.
  3. Kebutuhan-kebutuhan palsu yang “menyihir” dan menghisap individu-individu ke dalam pusaran sistem produksi dan konsumsi.

VII. Bagi masyarakat “Negara Bangsa”, semua itu bagaikan serbuan dahsyat yang dilancarkan dalam “Perang Semesta” oleh Kapitalisme Global dengan Divisi-Divisi Perang yang berupa:

  1. Finance/Keuangan: hancurkan, kendalikan-kuasai, jadikan bersifat global.
  2. Pangan: hancurkan, kendalikan-kuasai.
  3. Energi dan Sumber Daya Alam: hancurkan, kendalikan-kuasai.
  4. Ekonomi: hancurkan-keterpurukan, kendalikan-kuasai, jadikan pasar bebas global.
  5. Logistik: hancurkan, ekonomi biaya tinggi, kuasai.
  6. Sosial-budaya: sex bebas dan sex sejenis, gelorakan budaya hidup yang hedonistis-individualistis, pragmatis-materialistis dan narsistis, rusak dan hancurkan bangunan tata nilai keluarga-kebersamaan-gotongroyong, rusak-hancurkan moral rakyat.
  7. Agama dan tradisi: hancurkan agama dan tradisi, ciptakan dan kembangkan aliran-aliran sesat, kembangkan sekularisme, pendangkalan nilai-nilai moral-spiritual dan deislamisasi (sebagai salah satu agama besar dengan penganut-penganut yang militan).
  8. Narkoba dan minuman keras: sebarkan untuk merusak dan menghancurkan moral serta fisik generasi mudanya.
  9. Aset informasi dan media massa: kuasai dan kendalikan sepenuhnya, baik soft ware, hardware, gelombang, sarana dan prasarananya.
  10. Ideologi: pendangkalan yang pada akhirnya semu dan sama, yaitu kebebasan serta kepuasaan diri-individual, kembangkan multi partai.
  11. Nasionalisme: lunturkan-dangkalkan, disintegrasi, separatisme, pecahbelah, hancurkan militansi rakyat, ciptakan kesenjangan sosial-ekonomi, suburkan konflik horizontal dan vertikal.
  12. Politik dan Hukum: rusak, hancurkan dan kuasai, jadikan prasarana untuk mengundang globalisasi, adu domba elit politiknya, rusak moral SDMnya.
  13. Teknologi: kuasai sepenuhnya, ciptakan ketergantungan, remote-control khususnya nanotek-biotek-farmasi.
  14. Militer: pecah belah, buat sel-sel perlawanan rakyat (melawan Pemerintah Nasional), invasi militer dengan menciptakan status legal intervention, Pasukan Perdamaian.
  15. Perang: ciptakan revolusi nasional, separatisme dan sel-sel perlawanan, perang multinasional
  16. Persenjataan: kembangkan dan kuasai sepenuhnya persenjataan yang berbasis nanoteknologi, biotek dan cuaca, ciptakan ketergantungan dan remote-control.
  17. Pasca Perang: rekonstruksi dan kendalikan Tata Dunia Baru.

Jakarta, 17 Agustus 2013.

About admin

Check Also

Keikhlasan Tanah Air, Tak Ada yang Mendahului Riwayat

“Apakah dengan menganut agama Islam yang mempunyai orientasi internasional, seorang Islam Indonesia tidak terhalang untuk ...