Thursday , November 21 2019
Home / Budaya / Asal Usul / KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan RAMALAN SABDOPALON (I)

KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan RAMALAN SABDOPALON (I)

KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan RAMALAN SABDOPALON (I)Kaliyuga telah berlangsung 5115 tahun, karena itu kalau terjadi hal-hal yang “aneh-aneh”  atau “tidak wajar”, bukanlah lagi merupakan hal yang aneh. Ambillah contoh : Presiden tidak satya wacana seperti dalam hal rangkap jabatan, Anak pejabat menabrak orang sampai yang tertabrak mati hanya kena hukuman percobaan (yang kalau orang awam bilang anak pejabat itu “tidak” dihukum), Oknum karyawan Departemen Agama korupsi untuk pengadaan Al Quran, Oknum Polisi ada yang memiliki kekayaan sampai 100 milyard,  Oknum Jaksa, Oknum Hakim korupsi, Oknum Pejabat Negara yang punya kesempatan dan mau menggunakan kesempatan tersebut juga korupsi, Oknum Anggota DPR korupsi berjamaah, Ayah memperkosa anak, Suami bunuh istri, Oknum tentara menyerang polisi, Oknum polisi membunuh tentara, Kakak membunuh adik karena berebut warisan, Adegan bersanggama dipertontonkan, Peralatan pemuas sex diperjual belikan, Anak gadisnya dijual kepada germo,  Mesjid disegel  dan Gereja dibongkar, Guru membejati muridnya, Guru melakukan demo, Ibu membuang bajinya, Ibu menjual bayinya, Penghancuran fasilitas Negara, fasilitas umum dan fasilitas pribadi,  Preman berbagi wilayah,  Di sinetron dipertunjukkan serba wah, di masyarakat ada yang kekurangan gizi, Ilmu diperdagangkan,  Pengasuh bayi menculik bayinya,  Suap terjadi dimana-mana.  Itulah beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tayangan layar kaca atau dari berita radio. Kalau dipertanyakan “Apakah hal diatas wajar?”. Bila ditanyakan kepada ahli silat lidah, untuk setiap kasus diatas mereka pasti akan mampu mencari pembenarannya sehingga menjadilah hal yang “wajar”.

Mengapa para Maharsi mampu “meramalkan” hal-hal yang akan terjadi ribuan tahun kedepan ? Buat para penekun spiritual tentulah hal seperti itu tidak aneh. Karena bagi mereka yang “waskita”, penglihatan bathinnya “tidak dibatasi oleh waktu dan ruang”.  Disamping itu dengan “Tumbir” juga dapat diperhitungkan dengan pasti kapan saat akhir Satyayuga misalnya atau kapan saat awal dan saat akhir Kaliyuga. (Kalau sekarang dengan bantuan software Lodestar Pro, dapat juga disimuasikan posisi planet, untuk melihat kapan masing-masing Yuga mulai dan berakhir).  Dan masing-masing yuga juga memiliki ciri-cirinya sendiri. Buat kita orang awam, sebenarnya kita juga bisa “meramal”, misalnya di Bulan Februari tahun depan akan turun hujan lebat disertai dengan angin kencang serta disana-sini akan terjadi tanah longsor.  Demikianlah kira-kira orang waskita melihat kejadian ribuan tahun kedepan bila dibandingkan dengan “penglihatan” kita  untuk tahun depan.

Meskipun ciri-ciri masa Kaliyuga, serta isi Ramalan Jayabaya, Ramalan Sabdopalon & Noyogenggong, umumnya bersifat “negatif”, kita tentu tidak harus pasrah dengan keadaan. Berfikir yang baik, Berkata-kata yang baik, serta Berbuat yang baik akan membedakan anda dengan orang lain.  Semoga selalu Damai di hati dan Damai di Dunia.

 

MASA KALIYUGA

Kaliyuga  (disebut juga “masa kegelapan”) adalah salah satu dari empat masa yang merupakan siklus dari Yuga. Empat masa itu adalah  Kaliyuga, Dwaparayuga, Tretayuga, dan Satyayuga. Menurut Surya Siddhanta (kitab ilmu astronomis yang menjadi dasar perhitungan kalender Hindu dan Budha), Kaliyuga dimulai pagi hari  pada tanggal 18 Februari 3102 BJC (Before the Calendar of Julian Ceasar) (menurut perhitungan kalender Julian,] atau tanggal 23 Januari 3102 SM (menurut perhitungan kalender Gregorian), yang mana pada saat tersebut diyakini oleh umat Hindu sebagai saat ketika Kresna meninggal dunia.  

Pada  23 Januari 3102 SM, tengah malam di meridian Ujjain, ketujuh  planet : Surya (matahari), Chandra (bulan), Kkuja, Guru, Sani (Saturnus), Budha  (Merkuri) dan  Sukra  berjajar dalam satu garis,  Ketujuh planet berjajar dengan Revati Nakshatram . Inilah saat awal  Kaliyuga.( Kaliyuga dimulai saat matahari terbit, bukan dimulai sejak tengah malam).  Pola planet sejajar sangatlah  jarang . Hanya 3 planet yang sejajar dalam kurun waktu sepuluh tahun yang pernah diketemukan.

Aryabhata, seorang astronoom yang terkenal (476-550 M) juga  menyatakan bahwa  Kaliyuga dimulai pada   3102 SM. Dengan demikian Bharata Yudha terjadi disekitar tahun 3130 – 3140 BCJ. Surya Siddhanta , sebuah dokumen dari perioda yang sama , menyebutkan posisi matahari 54  derajat  dari  equinox (saat satu hari tepat 24 jam lamanya, dimana matahari berada di katulistiwa) ketika  Kaliyuga bermula pada bulan baru hari pertama, sesuai dengan tanggal  18  February , 3102 BCJ (23 Januari 3102 SM).  Hal ini sesuai dengan penjelasan pada Purana  bahwa Sri Krishna wafat pada  3102 BCJ,  27 tahun setelah perang Bharata Yudha. Semenjak tahun 3102 SM sampai sekarang, masa Kaliyuga baru berjalan selama kurang lebih 5115 tahun (diperoleh dengan nembahkan angka 3.102 dengan 2.013). Angka 5.115 ini, dengan mudah dapat kita jumpai  pada salah satu sudut atas kalender-kalender Bali. Hal ini menunjukkan bahwa angka penanggalan tahun Kali tersebut telah diterima dan diakui kebenarannya oleh para penyusun kalender Bali. (Masa Kaliyuga akan berlangsung selama 432.000 tahun)..

Dengan menganalisis kemungkinan dari segi astronomi mengenai pernyataan  Vyasa (Byasa) pada   Bhishma Parwa “Dua gerhana  dalam sebulan  dalam waktu 13 hari.”. Dengan mempresentasikan data gerhana dalam perioda  3300 BCJ  sampai  700 BCJ yang terlihat di  Kuruksethra,  dengan menggunakan Lodestar Pro Software (Software untuk astronomi).  Dinyatakan terjadi  672 gerhana berpasangan dalam waktu 13 hari. Menurut Prof. N.S. Rajaram (1999) berdasarkan perhitungan para ahli Jyothi (ilmu perbintangan Weda), masa Kali Yuga mulai  pada tahun 3102 sebelum Masehi, bersamaan dengan berakhirnya lila (kegiatan rohani) Shri Krishna dimuka bumi ini.

KONSEP WAKTU

Satu Mahayuga adalah suatu siklus masa yang terjadi di muka bumi, yang terbagi menjadi empat masa, yaitu Satyayuga atau Kerta Yuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Keempat masa tersebut membentuk suatu siklus, sama seperti siklus empat musim. Perubahan masa dari Satyayuga (masa keemasan) menuju Kaliyuga (masa kegelapan) merupakan kenyataan bahwa ajaran kebenaran dan kesadaran spiritual sebagai umat beragama lambat laun akan berkurang, seiring dengan  perubahan masa. Dimana pada akhirnya manusia akan merasa bahwa di suatu masa yang sudah tua, ketika bumi renta, ketika kerusakan moral dan pergeseran budaya sudah bertambah parah, maka sudah saatnya untuk kiamat.

 KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan RAMALAN SABDOPALON (I)2Tumbir

Caturyuga ibarat Lembu Dharma. Jika diibaratkan seperti Lembu Dharma (simbol perkembangan moralitas), keempat siklus Yuga (Caturyuga) seperti lembu yang berdiri dengan empat kakinya, dimana setiap masa berganti, kaki lembu juga ikut berkurang satu, simbol moralitas yang berkurang setiap masa. Masa Satyayuga seperti lembu yang berdiri dengan empat kaki, moralitas mantap. Sedangkan masa Tretayuga seperti lembu yang berdiri dengan tiga kaki. Masa Dwaparayuga dengan dua kaki, dan masa Kali Yuga hanya dengan satu kaki. Pada masa itu, moralitas tidak bisa berdiri lagi dengan mantap.

Siklus tersebut dimulai dari masa keemasan (Satyayuga), dan diakhiri oleh masa kegelapan (Kaliyuga). Setelah masa kegelapan berakhir, dimulailah masa keemasan yang baru, sama halnya seperti perubahan musim dingin ke musim semi, dan siklus tersebut berlangsung selama ribuan tahun. Ketika masa kegelapan berakhir, maka masa baru akan muncul, dimana manusia-manusia yang memiliki sifat jahat sudah dibinasakan sebelumnya untuk memulai kehidupan baru yang lebih damai. Itulah siklus masa dari Satyayuga menuju Kaliyuga, dan Kaliyuga akan kembali kepada Satyayuga.

Satu Mahayuga secara singkat dijabarkan seperti di bawah ini Seperti yang dijabarkan dalam  kitab Bhagawadgita, masa Kali Yuga dimulai ± 5.115 tahun yang lalu (pada saat raja Yudistira naik tahta dan Kresna meninggal, yaitu tahun 3102 SM) dan akan terus berlangsung, selama 432.000 tahun.

Yuga dalam filsafat Hindu merupakan suatu “perhitungan masa” yang meruapakan siklus dari empat masa. Menurut kosmologi Hindu kehidupan di alam semesta diciptakan, dimusnahkan sekali dalam setiap satu  Kalpa. (429.408.000 tahun),  yang merupakan satu hari Brahman (Tuhan) secara penuh (siang dan malam)  Keberadaan Brahman mungkin sudah berlangsung selama 311 trilliun dan  40 milyard tahun. Siklus Yuga secara penuh dari Masa Emas yang tinggi dan penuh kecerahan sampai ke masa Kegelapan  dan kemudian kembali lagi  hal ini disebabkan oleh sistem perputaran matahari pada porosnya

Menurut Weda penciptaan, pemeliharaan dan peleburan alam semesta material ini terjadi secara terus menerus dalam siklus waktu tertentu. Salah satu siklus waktu atau masa itu disebut Maha Yuga. Ayat-ayat Weda menguraikan secara rinci, umur atau lamanya masing-masing masa itu. Masing-masing Maha Yuga terdiri atas empat masa (catur yuga) yang umurnya semakin menyusut.

Satya yuga (disebut juga Kerta Yuga) berlangsung selama 1.728.000 tahun (432.000  tahun X 4). Di masa Satya, seperti juga namanya, Dharma masih dijalankan sepenuhnya. Semua orang, semua makhluk, hidup berlandaskan Dharma. Karena itu sering masa ini disebut sebagai masa keemasan. Karena memang banyak sekali orang yang bercahaya emas karena kesadaran yang dimilikinya. . Pada masa Satyayuga, kesadaran umat manusia akan Dharma (kebenaran, kebajikan, kejujuran) sangat tinggi. Budaya manusia sangat luhur. Moral manusia tidak rusak. Kebenaran sangat dijunjung tinggi sebagai aturan hidup. Hampir tidak ada kejahatan dan tindakan yang melanggar aturan. Maka dari itu, masa tersebut disebut juga ‘masa keemasan’.  Umur manusia pada masa . Satya Yuga  sekitar 100.000 tahun

Treta Yuga berlangsung selama 1.296.000 tahun (432.000 tahun X 3). Treta  artinya ‘berkurang’. Kesadaran manusia menurun. Dharma tidak dijalankan sebanyak sebelumnya. Kadang orang menyebut ini sebagai masa perak. Karena memang tidak banyak lagi orang yang masih bercahaya keemasan, tapi mereka masih memiliki kesadaran tinggi, hingga cahaya perak masih menyelimuti. Masa Tretayuga merupakan masa kerohanian. Sifat-sifat kerohanian sangat jelas tampak. Agama menjadi dasar hidup. Meskipun begitu, orang-orang mulai berbuat dosa dan penjahat-penjahat mulai bermunculan. Pada masa ini, seseorang yang pandai, memiliki pengetahuan dan wawasan luas, serta ahli filsafat akan sangat dihormati. 75% manusia yang menjalankan dharma secara sungguh2. Umur manusia pada masa, treta yuga  sekitar 10.000 tahun,

Dwapara Yuga selama 864.000 tahun (432.000 X 2). Dvapara yang artinya ‘kemusnahan’—maka di akhir masa ini Dharma benar-benar nyaris lenyap. Hanya ada sedikit di sana sini sisa-sisa Dharma bertahan. Sisa-sisa Dharma yang bertahan inilah yang akan bangkit kembali di masa Kali atau masa Kelahiran. Pada masa Dwaparayuga, manusia mulai bertindak rasional. Penjahat-penjahat dan orang-orang berdosa bertambah. Kelicikan dan kebohongan mulai tampak. Yang diutamakan pada masa ini adalah pelaksanaan ritual. Asalkan mampu melaksanakan upacara, maka seseorang akan dihormati. Akhir masa Dwapara dimulai ketika Kresna meninggal, setelah itu dunia memulai masa terakhir, Kali Yuga. Umur manusia pada masa Dwapara Yuga sekitar 1.000 tahun,

Kali Yuga masa kita sekarang ini akan berlangsung selama 432.000 tahun. Di masa Kali inilah terjadi penurunan kesadaran spiritual manusia hingga titik terendah Selama masa Kali, sesungguhnya Dharma tidak benar-benar lenyap, tetapi Dharma yang masih tersisa, bertahan dan terus mengumpulkan tenaga untuk kelahiranNya kembali. Veda menyatakan bahwa Kali-Yuga berlangsung selama dvadasabda satatmakah, dua abad deva, atau 1.200 tahun deva Menurut tahun manusia, Kali-Yuga berlangsung selama 1.200 x 360 = 432.000 tahun (1 hari deva = 1 tahun manusia). Kaliyuga, merupakan masa kehancuran. Banyak manusia mulai melupakan Tuhan. Banyak moral manusia yang rusak parah. Kaum pria yang  berkuasa menganggap wanita sebagai objek pemikat nafsu mereka. Banyak siswa berani melawan gurunya. Banyak orang-orang yang mencari nafkah dengan tidak jujur. Dan banyak lagi kepalsuan, kebohongan, kejahatan, dan tindak kekerasan. Pada masa ini, uang yang paling berkuasa. Hukum dan jabatan mampu dibeli dengan uang. hanya 25% dharma  tersisa. Umur manusia pada masa Kali Yuga sekitar sekitar 100 tahun

 KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan RAMALAN SABDOPALON (I)3

Periode dari Satyayuga menuju Kaliyuga disebut 1 Mahayuga. Setiap satu Mahayuga (4.320.000 tahun) berakhir, akan terjadi pralaya. ). Setelah Mahayuga berlangsung selama 71 kali, maka tercapailah suatu periode yang disebut satu Manwantara. Setelah 14 Manwantara berlangsung, maka dicapailah suatu periode yang disebut satu  Kalpa.(429.408.000 tahun). Pada saat periode tersebut dicapai, maka akan terjadi maha pralaya..

Baru kemudian dimulai lagi masa Satyayuga. Bagi manusia, pengetahuan tentang empat putaran masa ini akan dapat membantu dirinya saat dia mempelajari spiritualitas. Di masa yang berbeda, penekanan pelajarannya berbeda, cara yang mudah untuk belajar berbeda. Pengetahuan tentang empat putaran masa ini juga dapat digunakan untuk menyadarkan manusia betapa dia sangat ‘kecil’ dibandingkan seluruh alam semesta.

Compiled By: Drs. I Dewa Putu Sedana

Sumber: prabukalianget.wordpress.com/

About admin

Check Also

Mengenal Motif Batik beserta Asal Daerahnya

Kain tradisional batik berkembang di banyak daerah di Indonesia. Tiap corak batik dan asalnya mempunyai ...