Tuesday , July 17 2018
Home / Agama / Kajian / Jumlah Nama Muhammad Rasulullah SAW

Jumlah Nama Muhammad Rasulullah SAW

Terdapat sebuah kaidah dalam tradisi orang Arab yang berbunyi:

ڪَثْرَةُ الْأَسْمَآءِ تَدُلُّ عَلَى شَرَفِ الْمُسَمَّى

Banyaknya nama, menunjukkan mulianya pemilik nama-nama tersebut”

Imam An Nawawi dalam Tadzhibul Asma’ berkata:

Ketahuilah bahwa banyaknya nama menunjukkan agungnya si pemilik nama-nama tersebut. Hal tersebut sebagaimana Allah memiliki banyak nama dan Rasulullah juga memiliki banyak nama”.

Di dalam Islam terdapat beberapa hal yang mulia yang memiliki banyak nama, yang nama-nama tersebut memang diberikan oleh Allah dan Rasulnya. Selain nama Allah dan Nabi sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi di atas, juga terdapat nama-nama seperti Al-Quran, Al-Fatihah, ibadah shalat, dan hari kiamat yang memiliki banyak nama yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits.

Tujuan utama dari mengetahui nama-nama lain tersebut adalah agar kita lebih kenal dengan pemilik nama. Dengan kita semakin kenal, maka rasa cinta akan semakin besar pula. Sebagaimana pepatah Arab: seseorang akan menjadi musuh bagi apa yang ia tidak kenali. Atau dalam pepatah Indonesia: tak kenal maka tak sayang. Berikut nama-nama nabi Muhammad Rasulullah SAW :

Nama-Nama yang Disebutkan Secara Jelas Dalam Nash

  1. Muhammad

Nama Muhammad adalah nama beliau yang paling utama dan yang paling terkenal. Allah menyebut nama ini di dalam empat tempat di dalam Al-Qur’an. Yaitu dalam ayat-ayat berikut:

Surat Ali Imran ayat 144:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ

Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudah didahului oleh beberapa orang Rasul sebelumnya.”

Surat Al-Ahzab ayat 40:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Bukanlah Muhammad itu bapak bagi seseorang lelaki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi”

Surat Muhammad ayat 2:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh serta beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepada Muhammad yang itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka, Allah mengampunkan dosa-dosa mereka dan memperbaiki keadaan mereka.”

Surat Al-Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad adalah Rasul Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir dan bersikap kasih sayang serta belas kasihan sesama mereka.”

  1. Ahmad

Nama Ahmad hanya disebutkan sekali oleh Allah di dalam Al-Quran, yaitu dalam surat As-Shaf ayat 6:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرائيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad“.

  1. Al-Maahi, al-Hasyir dan al-‘Aqib

Nama beliau Al-Maahi, al-Hasyir dan al-‘Aqib disebutkan sendiri oleh beliau dalam sebuah hadits:

إِنَّ لِي أَسْمَاءً : أَنَا مُحَمَّدٌ ، وَأَنَا أَحْمَدُ ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ ، وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ أَحَدٌ

Aku memiliki nama-nama. Aku adalah Muhammad dan aku juga Ahmad; Aku adalah Al-Mahi karena Allah menghapuskan kekufuran dengan perantara diriku; Aku adalah Al-Hasyir karena manusia dikumpulkan di atas kakiku; dan aku adalah Al-‘Aqib, karena tidak ada lagi nabi setelahku.” (HR Bukhori 2354 dan Muslim 4896).

  1. Al-Muqaffaa, Nabiyyu al-Rahmah, dan Nabiyyu at-Taubah

Tiga nama ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy’ari:

ڪَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يُسَمِّي لَنَا أَسْمَآءً ، فَقَالَ : أَنَا مُحَمَّدٌ ، وَأَحْمَدُ ، وَالْمُقَفِّي ، وَالْحَاشِرُ ، وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ ، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memberitahu kepada kami nama-nama beliau. Beliau bersabda: ‘Aku Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffi, Al-Hasyir, Nabiyyur-Rahmah, Nabiyyut-Taubah‘” (HR. Muslim 2355).

Beliau bernama al-Muqaffi karena inti ajaran yang beliau sampaikan sama dengan ajaran para Rasul sebelumnya yang mengajarkan tauhid dan memperingatkan kesyirikan. Sedangkan makna Nabiyut-Taubah dan Nabiyur-Rahmah dijelaskan oleh Imam An Nawawi adalah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan taubat dan kasih sayang. Melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah membukakan pintu taubat bagi penduduk bumi, penduduk bumi pun bertaubat dengan taubat yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum umat Nabi Muhammad. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga adalah orang yang paling banyak istighfarnya.

  1. Al-Mutawakkil

Nama Al-Mutawakkil terdapat dalam sebuah hadits:

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ لَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْ صِفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ قَالَ أَجَلْ وَاللَّهِ إِنَّهُ لَمَوْصُوفٌ فِي التَّوْرَاةِ بِبَعْضِ صِفَتِهِ فِي الْقُرْآنِ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي سَمَّيْتُكَ المتَوَكِّلَ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا سَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يَدْفَعُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللَّهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ بِأَنْ يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Dari Atha’ bin Yasar, dia berkata : Aku menjumpai Abdullah bin Amr bin ‘Ash radhiyallahu anhuma, lalu aku berkata, ”kabarkan kepadaku tentang sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada di dalam Taurat!’ Dia menjawab, “Baiklah. Demi Allah, sesungguhnya beliau itu diterangkan sifatnya dalam Taurat dengan sebagian sifat yang ada di dalam Alquran, (yaitu), ’Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi dan pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan serta penjaga bagi orang-orang Arab. Kamu adalah hamba dan Rasul-Ku. Namamu Al Mutawakkil, bukan keras dan bukan pula kasar,’ dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak mencabut nyawanya sampai dia berhasil meluruskan agama yang telah bengkok dengan mengatakan laa ilaha illallah”. (HR Bukhari)

  1. Abu al-Qasim

Nama Abu al-Qasim adalah nama kun-yah beliau. Sebagaimana beliau pernah bersabda:

سَمُّوْا بِاسْمِيْ وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِيْ ، فَإِنِّي أَنَا أَبُو الْقَاسِمِ

Silakan memberi nama dengan namaku, namun jangan ber-kun-yah dengan kun-yah-ku. Kun-yah-ku adalah Abul Qasim” (HR. Bukhari 3114, Muslim 2133)

Nama yang Merupakan Deskripsi Sifat Beliau

Selain nama-nama yang disebutkan secara jelas dan tegas di dalam Al-Quran dan Al-Hadits, ada juga nama yang pada hakikatnya adalah deskripsi sifat yang melekat pada beliau yang juga disebutkan di dalam banyak tempat pada Al-Quran dan Al-Hadits, seperti:

  1. Al-Syahiid, Al-Mubasysyir, Al-Nadziir, Al-Daa’i, Siraaju al-Munir

Keempat sifat tersebut terdapat dalam surat Al-Ahzab 45-46, dimana Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Hai Nabi, sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi (Al-Syahid), pembawa kabar gembira (Al-Mubassyir), dan pemberi peringatan (Al-Nadziir). Dan juga sebagai penyeru (Al-Daa’i) kepada agama Allah dengan izinnya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi (Siraaju al-Munir)”

  1. Khotamu al-Nabiyyin

Sebagaimana dalam surat Al-Ahzab ayat 40 yang telah disampaikan di atas:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Bukanlah Muhammad itu bapak bagi seseorang lelaki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan khotamu al-Nabiyyin (penutup para Nabi)”

Berapa Sebenarnya Jumlah Nama Beliau?

Sebagian ulama ada yang menghitung jumlah nama Nabi dan menjadikannya berjumlah sama dengan asmaul husna yang berjumlah 99. Dan sebagian lagi ada yang menjadikannya 70 nama dari nama-nama Allah. Bahkan Al- Jazuli telah menghitung dalam kitabnya Dalailu al-Khairaat (bahwa jumlah nama Nabi) 200 nama. Dan dilanjutkan oleh Ibnu Dahiyyah dalam kitabnya Al-Mustawfaa fii Asmail Mustofa menjadi sekitar 300 nama. Bahkan sebagian orang Sufi sampai menyebutkan jumlah nama Nabi sebanyak 1000. Orang-orang Sufi tersebut berkata: “Allah memiliki 1000 nama dan Rasulullah juga memeiliki 1000 nama”.

Jika ingin mengetahui nama dan sifat Nabi yang lain yang memang berasal dari Al Quran dan Hadits, silakan rujuk ke kitab-kitab karya ulama Ahlus Sunnah. Ada lebih dari 40 karya karya ulama Ahlus Sunnah yang merinci nama dan sifat beliau yang memang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits, seperti al-Qodhi ‘Iyadh yang menulis As Syifa bi Ta’rifi Huquqil Mustofa, atau Al Hafizh Ibnu Asakir yang menulis bab khusus dalam bukunya Tarikh Dimasyq tentang pembahasan ini.

Selain itu, terdapat pula berbagai gelar baginda Nabi Muhammad SAW yang diambil dari kitab Afdhal ash-Shalawat ‘ala Sayyid as-Saadat, susunan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, terbitan Dar al-Kutub al-Islamiyah (2004). Diantaranya:

  1. Shaahibul Maqaam : Pemilik Kedudukan.
  2. Shaahibul Wasiilah : Pemilik Wasilah.
  3. Shaahibul Qadam : Pemilik Keutamaan.
  4. Shaahibussayf : Pemegang Pedang.
  5. Makhshuushun Bil’izz : Yang Teristimewa Kemuliaannya.
  6. Shaahibul Fadhiilah : Pemilik Keutamaan.
  7. Makhshuushun Bilmajd : Yang Teristimewa Keagungannya.
  8. Shaahibul Izaar : Yang Mengenakan Sarung.
  9. Shaahibul Hujjah : Pemilik Hujjah.
  10. Shaahibul Maghfar : Yang Menjadi Sebab Ampunan.
  11. Shaahibussulthaan : Pemilik Singgasana.
  12. Shaahibul-Liwaa’ : Pemilik Bendera.
  13. Shaahiburridaa’ : Pemilik Sorban.
  14. Shaahibul Mi’raaj : Pelaku Mi’raj.
  15. Shaahibud Darajatirrafi’ah : Pemilik Derajat Yang Tinggi.
  16. Shaahibul Qadhiib : Pemilik Tongkat.
  17. Shaahibuttaaj : Pemilik Mahkota.
  18. Shaahibul Buraaq : Yang Memiliki Buraq.
  19. Shaahibul Khaatam : Pemilik Cincin.
  20. Muthahhirul Janaan : Yang Menyucikan Hati.
  21. Shaahibul ‘Alaamah : Pemilik Tanda.
  22. Ra’uuf : Yang Berbelas Kasih.
  23. Rahiim : Penyayang.
  24. Shaahibul Burhaan : Pemilik Argumentasi.
  25. Shaahihul Islaam : Yang Benar Islamnya.
  26. Shaahibul Bayaan : Pemilik Keterangan.
  27. Sayyidul Kaunain : Penghulu Dua Negeri.
  28. Fashiihul Lisaan : Yang Fasih Lisannya.
  29. ‘Ainunna’iim : Sumber Kenikmatan.
  30. Udzunul Khair : Telinga Kebaikan.
  31. ‘Alamul Hudaa : Tanda-Tanda Petunjuk.
  32. ‘Ainul Ghurr : Sumber Cahaya.
  33. Kaasyiful Kurab : Penghapus Duka.
  34. Raafi’ur Rutab : Pengangkat Derajat.
  35. Sa’dul Khalq : Kebahagiaan Makhluk.
  36. ‘Izzul ‘Arab : Kemuliaan Bangsa Arab.
  37. Khathiibul Umam : Pemberi Arahan Kepada Umat.
  38. Shaahibul Faraj : Pemilik Segala Jalan Keluar.

Nama-nama Nabi dalam Kitab Dalaailu al-Khairaat

Dalam kitab Dalaailu al-Khairat karangan Abu Abdillah Muhammad Bin Sulaiman Al-Jazuuli disebutkan bahwa jumlah nama gelar Nabi Muhammad SAW sebanyak 201 buah. Banyaknya nama beliau ini menandakan keistimewaan dan keagungaNya di hadapan Allah SWT dan seluruh makhlukNya.

Bagi kami banyaknya nama-nama lain dari Nabi Muhammad SAW adalah hal yang wajar, apalagi beliau adalah manusia terbaik di muka bumi ini. Dalam sepengalaman kami mempelajari Ilmu Nasab, seorang tokoh besar apalagi dia sekaliber ulama atau tokoh bangsa yang banyak dikenal orang, biasanya juga banyak memiliki nama lain apakah itu berasal dari para masyarakat, kalangan kesultanan, kaum pelajar, cendikiawan, serta tingkatan masyarakat lainnya, baik itu bersifat nama laqob atau Kunniyah. 

Tidak jarang kami berapa kali menemukan satu orang tokoh memiliki lebih dari 10 nama. Kita juga bisa melihat nama-nama lain dari anggota Walisongo yang ketika datang ke Indonesia mereka justru banyak dikenal dengan nama-nama gelarnya ketimbang nama aslinya. Jadi dengan keberadaan nama Rasulullah SAW yang berjumlah 201 nama itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.

Adapun sejarah singkat Penyusun Kitab Dalaailu al-Khairaat Sendiri adalah sebagai berikut :

Adapun nasab beliau adalah sebagai berikut : Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman bin Abdurrohman bin Abu Bakar bin Sulaiman bin Ya’la bin Yakhluf bin Musa bin ‘Ali bin Yusuf bin Isa bin Abdulloh bin Jundur bin Abdurrohman bin Muhammad bin Ahmad bin Hasan bin Isma’il bin Ja’far bin Abdulloh bin Hasan Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abu Tholib KWA.

Beliau dilahirkan di Jazulah yaltu di sebuah kabilah dan Barbar di pantai negeri Maghrib (Maroko) Afrika. Beliau belajar di Fes yaitu sebuah kota yang cukup ramai yang terletak tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan Mesir. Jarak antara Fes dan Mesir kira-kira 36 derajat 17 daqiqoh atau sekitar 4064 km. Dikota Fes beliau belajar hingga menjadi sangat banyak menguasai ilmu yang bermacam-macam sehingga namanya tersohor, kemudian beliau mengarang kitab “Dalail al Khoirat”.

Beliau wafat waktu melaksanakan shalat subuh pada sujud yang pertama (atau pada sujud yang kedua menurut satu riwayat) tanggal 16 Rabi’ul Awwal 870 H. Beliau dimakamkan setelah waktu sholat dhuhur pada hari itu juga di tengah masjid yang beliau bangun.

Perlu diketahui sampai saat ini daerah Magribi atau yang saat ini disebut Maroko banyak terdapat keturunan Sayyidina Hasan dan juga sebagian lagi keturunan dari Sayyidina Husein, bahkan beberapa leluhur Walisongo seperti Sayyid Muhammad Al-Magribi (penyusun kitab Kanzun Hum) bin Husein Jamaluddin lahir dan besar di daerah ini, beberapa anggota Walisongo lain seperti Maulana Malik Ibrahim Al-Magribi juga banyak berdakwah di negeri Al-Magribi atau Maroko ini. Tidaklah mengherankan jika nama Indonesia sampai saat ini cukup dikenal oleh masyarakat Maroko karena adanya benang merah sejarah yang cukup panjang antara mereka.

Sebagai umat muslim kita boleh saja menisbatkan nama-nama gelar Nabi Muhammad SAW untuk ditujukan kepada anak-anak kita. Nama adalah doa, dan dibalik doa itu tentu ada kebaikan, yang kita berharap kebaikan itu akan tercurahkan karena adanya doa-doa melalui nama seorang Nabi yang bernama Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Berikut ini kumpulan nama julukan Nabi Muhammad SAW yang telah disusun oleh Penyusun Kitab Dalaailu al-Khairaat :

  1. Muhammad : Yang Sangat Terpuji
  2. Ahmad : Yang paling agung puja dan pujinya kepada Allah
  3. Haamid : Yang Memuji
  4. Mahmuud : Yang Terpuji
  5. Ahiid : Yang Berbuat Adil
  6. Wahiid : Yang Tunggal
  7. Maahi : Yang Menghapus (Kekufuran)
  8. Haasyir : Yang Pertama dibangkitkan dari kubur dan Mengumpulkan Manusia (pada Hari Kiamat) di Padang Mahsyar
  9. ‘Aaqib : Yang Mengikuti, Yang Terakhir, sesudahnya tidak akan ada Nabi lagi
  10. Thaaha : (surah 20:1)
  11. Yaasin : (surah 36:1)
  12. Thaahir : Yang Suci
  13. Muthahhir : Yang Menyucikan
  14. Thayyib : Yang Baik
  15. Sayyid : Tuan (surah 3:39)
  16. Rasuul : Utusan (banyak terdapat di dalam Al-Quran)
  17. Nabiy : Penyeru (banyak terdapat di dalam Al-Quran)
  18. Rasuul al-Rahmah : Utusan Pembawa Rahmat
  19. Qayyim : Keteguhan
  20. Jaami’ : Yang Mengumpulkan
  21. Muqtafi : Yang Mengikuti (Patuh pada Perintah Allah)
  22. Muqaffaa : Yang Diikuti (Suri Tauladan)
  23. Rasuul al-Malaahim : Utusan dalam Pertempuran di Hari-hari Terakhir.
  24. Rasuul al-Raahah : Utusan Pembawa Ketenangan
  25. Kaamil : Yang Sempurna
  26. Ikliil : Mahkota
  27. Muddatstslr : Yang Berselimut
  28. Muzzammil : Yang Terbungkus
  29. Abdullaah : Hamba Allah
  30. Habiibullaah : Kekasih Allah
  31. Shafiyyullaah : Yang Tulus Kepada Allah Swt
  32. Najiyyullaah : Yang Bermunajat Kepada Allah
  33. Kaliimullaah : Yang Berkomunikasi kepada Allah
  34. Khatam al-Anbiya’: Penutup Para Nabi
  35. Khatam al-Rasuul : Penutup Para Rasul
  36. Muhyi : Yang Menghidupkan
  37. Munji : Yang Menyelamatkan
  38. Mudzakkir : Yang Mengingatkan
  39. Naashir : Penolong
  40. Manshuur : Yang ditolong (oleh Allah)
  41. Nabiyyu al-Rahmah : Nabi Pembawa Rahmat
  42. Nabiyyu at-Taubah : Nabi yang Menyeru kepada Taubat
  43. Hariishun ‘alaikum : Penuh Perhatian terhadap Kalian
  44. Ma’luum : Yang diketahui
  45. Syahiir : Yang terkenal
  46. Syaahid : Penyaksi
  47. Syahiid : Yang Bersaksi
  48. Masyhuud : Yang disaksikan
  49. Basyiir : Pemberi Kabar Baik
  50. Mubasysyir : Pembawa Kabar Baik
  51. Nadziir : Pemberi Peringatan
  52. Mundzir : Yang Memberi Peringatan
  53. Nuur : Cahaya
  54. Siraaj : Dian, Lampu
  55. Mishbaah : Pelita
  56. Hudaa : Sang Petunjuk
  57. Mahdiy : Yang Terbimbing Baik
  58. Muniir : Yang Menerangi
  59. Daa’i : Penyeru
  60. Mad’uw : Yang diseru (oleh Allah)
  61. Mujiib : Yang Menjawab (Seruan Allah)
  62. Mujaab : Yang Diijabah Doanya
  63. Hafiy : Yang Menyampaikan Permohonan
  64. ‘Afuw : Pemberi Maaf
  65. Waliy : Sahabat, Yang Menolong, Yang Berbuat Kebaikan
  66. Haqq : Kebenaran
  67. Qawiy : Yang Kuat
  68. Amiin : Yang Terpercaya
  69. Ma’muun : Yang dipercaya
  70. Kariim : Yang Mulia
  71. Mukarram : Yang dimuliakan
  72. Makiin : Yang Agung Kedudukannya
  73. Matiin : Yang Kokoh
  74. Mubiin : Yang Menjelaskan Perintah Allah
  75. Muammil : Yang Merenungkan
  76. Washuul : Yang Selalu Menyambungkan Silaturahmi
  77. Dzuu Quwwah : Yang Memiliki Kekuatan
  78. Dzuu Hurmah : Yang Memiliki Kehormatan
  79. Dzuu Mukaanah : Yang Memiliki Kedudukan Agung
  80. Dzuu ‘Izz : Yang Memiliki Kemuliaan
  81. Dzuu Fadhl : Yang Memiliki Keutamaan
  82. Muthaa’ : Yang Dita’ati
  83. Muthii’ : Yang paling Ta’at
  84. Qadamu Shidq : Keutamaan Kejujuran
  85. Rahmah : Kasih Sayang
  86. Busyraa : Kabar Gembira
  87. Ghauts : Penolong
  88. Ghayts : Pertolongan
  89. Ghiyaats : Pertolongan
  90. Ni’matullaah : Nikmat Allah
  91. Hadiyyatullaah : Hadiah Allah
  92. ‘Urwatun Wutsqaa : Tempat Bertahan yang Kokoh
  93. Shiraatullaah : Jalan Allah
  94. Shiraathun Mustaqiim : Jalan yang Lurus
  95. Dzikrullaah : Mengingat Allah
  96. Saifullaah : Pedang Allah
  97. Hizbullaah : Tentara Allah
  98. Al-Najmu al-Tsaaqib : Bintang yang Bersinar
  99. Mushthafaa : Yang Terpilih
  100. Mujtabaa : Yang Terpilih
  101. Muntaqaa : Yang Terpilih
  102. Ummiy : Buta huruf
  103. Mukhtaar : Yang Terpilih
  104. Ajiir : Yang Membebaskan Umat dari Api Neraka
  105. Jabbaar : Yang Gagah Melawan Musuh
  106. Abu al-Qaasim : Bapak Sayyid Qasim (putra pertama Rasulullah)
  107. Abu al-Thaahir : Bapak Sayyid Thahir (Nama Aslinya Abdullah, Putra Bungsu Rasulullah Dari Siti Khadijah).
  108. Abu al-Thayyib : Bapak Sayyid Thayib (Nama Lain dari Thahir, Putra Bungsu Rasulullah Dari Siti Khadijah)
  109. Abu Ibraahim : Bapak Sayyid Ibrahim (Putra Rasul Dari Mariyah Al-Qibthiyah)
  110. Musyaffa’ : Yang diterima Syafa’atnya
  111. Syafii’ : Yang Menolong Makhluk
  112. Shaalih : Yang Memperbaiki
  113. Mushlih : Yang Mengajak Makhluk kepada Kemaslahatan
  114. Muhaymin : Yang Amanah
  115. Shaadiq : Yang Benar
  116. Mushaddiq : Yang Membenarkan
  117. Shidq : Kejujuran
  118. Sayyidu al-Mursaliin : Penghulu Para Rasul
  119. Imaamu al-Muttaqiin : Pemimpin Orang-orang Bertaqwa
  120. Qaaidu al-Ghurri al-Muhajjaliin : Pemimpin Orang-orang Yang Putih Wajahnya
  121. Khaliilu al-Rahmaan : Kekasih Allah SWT
  122. Barr : Kebajikan
  123. Mubarr : Yang Banyak Berbuat Kebajikan
  124. Wajiih : Yang Memiliki Keagungan, Kemuliaan, dan Kedudukan Dunia-Akhirat
  125. Nashiih : Pemberi Nasihat yang paling Baik
  126. Naashih : Yang Menasehati
  127. Wakiil : Yang Menjamin
  128. Mutawakkil : Yang selalu Menyerahkan Urusan kepada Allah swt
  129. Kafiil : Yang Menanggung dan menjamin
  130. Syafiiq : Yang Menyayangi Ummat
  131. Muqiimu al-Sunnah : Yang Menetapkan Sunah Para Nabi Terdahulu
  132. Muqaddas : Yang Disucikan dari Dosa
  133. Ruuh al-Quds : Ruh yang Suci
  134. Ruuh al-Haqq : Ruh Kebenaran
  135. Ruuh al-Qist : Ruh Keadilan
  136. Kaaf : Yang Mencukupi Pengikutnya
  137. Muktafi : Yang Dicukupi oleh Allah swt
  138. Baaligh : Yang Sampai Kepada Allah Swt
  139. Muballigh : Yang Menyampaikan
  140. Syaafi : Yang Menyembuhkan
  141. Waashil : Yang Sampai Kepada Allah swt
  142. Maushuul : Yang Disambungkan kepada Allah swt
  143. Saabiq : Yang Terdepan
  144. Saaiq : Yang Menggiring Kepada Kebaikan
  145. Haadi : Pemandu
  146. Muhdi : Yang Memberikan Panduan
  147. Muqaddam : Yang Didahulukan
  148. ‘Aziiz : Kemuliaan
  149. Faadhil : Yang Utama
  150. Mufadhdhal : Yang Diutamakan
  151. Faatih : Sang Pembuka
  152. Miftaah : Kunci
  153. Miftaahu al-Rahmah : Kunci Rahmat
  154. Miftaahu al-Jannah : Kunci Surga
  155. ‘Alamu al-Imaan : Tanda Iman
  156. ‘Alamu al-Yaqiin : Tanda Keyakinan
  157. Daliilu al-Khairaat : Bukti Segala Kebaikan
  158. Mushahhihu al-Hasanaat : Yang Membenarkan Kebaikan
  159. Muqiilu al-‘Atsaraat : Yang Memperkecil dan Memutuskan Kejelekan
  160. Shafuuhun ‘ani al-Azzallaat : Yang Memaafkan Kesalahan
  161. Shaahibu al-Syafaa’ah : Pemilik Syafa’at
  162. Shaahibu al-Maqaam : Pemilik Kedudukan
  163. Shaahibu al-Qadam : Pemilik Keutamaan
  164. Makhshuushun bi al-‘Izzi : Yang diistimewakan dengan Kemuliaan/Kemenangan
  165. Makhshuushun bi al-Majdi : Yang diistimewakan dengan Keagungan
  166. Makhshuushun bi al-Syaraf : Yang diistimewakan dengan Kemuliaan
  167. Shaahibu al-Wasiilah : Pemilik Wasilah
  168. Shaahibu al-Sayfi : Pemegang Pedang
  169. Shaahibu al-Fadhiilah : Pemilik Keutamaan
  170. Shaahibu al-Izaar : Yang Mengenakan Sarung
  171. Shaahibu al-Sulthaan : Pemilik Singgasana
  172. Shaahibu al-Hujjah : Pemilik Hujjah
  173. Shaahibu al-Ridaa : Pemilik Sorban
  174. Shaahibu al-Darajati al-Rafii’ah : Pemilik Derajat yang Tinggi
  175. Shaahibu al-Taaj : Pemilik Mahkota
  176. Shaahibu al-Mighfar : Penyebab Turunnya Ampunan
  177. Shaahibu al-Liwaa : Pemilik Panji
  178. Shaahibu al-Mi’raaj : Pelaku Mi’raj
  179. Shaahibu al-Qadhiib : Pemilik Tongkat
  180. Shaahibu al-Buraaq : Pemilik Buraq
  181. Shaahibu al-Khaatam : Pemilik Cincin
  182. Shaahibu al-‘Alaamah : Pemilik Tanda
  183. Shaahibu al-Burhaan : Pemilik Argumentasi
  184. Shaahibu al-Bayaan : Pemilik Keterangan
  185. Fashiihu al-Lisaan : Yang Lisannya Fasih
  186. Muthahharu al-Janaan : Yang Hatinya Disucikan
  187. Ra’uuf : Yang Berbelas Kasih
  188. Rahiim : Penyayang
  189. Udzunu Khairin : Telinga Kebaikan
  190. Shahiihu al-Islaam : Yang Benar Islamnya
  191. Sayyidu al-Kaunain : Penghulu Dua Negeri
  192. ‘Ainu al-Na’iim : Sumber Kenikmatan
  193. ‘Ainu al-Ghurr : Sumber Cahaya
  194. Sa’dullaah : Kebahagiaan Allah
  195. Sa’du al-Khalqi : Kebahagiaan Makhluk
  196. Khathiibu al-Umam : Pemberi Arahan Kepada Umat
  197. ‘Alamu al-Hudaa : Tanda-Tanda Petunjuk
  198. Kaasyifu al-Kurab : Penghapus Duka
  199. Raafi’u al-Rutab : Pengangkat Derajat
  200. ‘Izzu al-‘Arabi : Kemuliaan Bangsa Arab
  201. Shaahibu al-Faraji : Pemilik Segala Jalan Keluar

اَللّٰهُمَّ يَا رَبِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ الْمُصْطَفَى وَرَسُوْلِكَ الْمُرْتَضَى طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنْ كُلِّ وَصْفٍ يُبَاعِدُنَا عَنْ مُشَاهَدَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ ، وَأَمِتْنَا عَلَى السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالشَّوْقِ إِلَى لِقَآئِكَ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ وَإِمَامِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْنَ ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Wahai Allah, Tuhanku, dengan kemuliaan Nabi-Mu yang al-Mushthafaa dan Rasul-Mu yang al-Murtadhaa, sucikanlah hati kami dari segala sifat yang menjauhkan kami dari penyaksianMu dan kecintaanMu, matikan kami di atas sunnah dan jama’ah serta kecenderungan yang besar kepada perjumpaanMu, wahai Pemilik Keagungan dan kemuliaan. Allah telah bershalawat atas Junjungan kami Muhammad Penutup Para Nabi dan Imam para Rasul dan atas seluruh keluarganya dan sahabatnya. Keselamatan pula atas seluruh Rasul serta segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam”.

Marilah kita senantiasa memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW, semoga kita dimasukkan ke dalam Umat Rasullullah SAW yang mendapatkan syafa’atu al-‘Udzma-nya kelak di Yaumul Akhir, dan Semoga bermanfaat. Amin…

Source: Diambil dari Berbagai Sumber

About admin

Check Also

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Krakatau

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah, 20 April 570 lahir waktu setelah penyerangan pasukan gajah yang ...