Sunday , July 22 2018

Hoax (2)

Objek hoax bisa bermacam-macam dan akhir-akhir ini kita merasa terganggu dengan isu penculikan anak untuk diambil ginjal atau organ penting lainnya. Informasi ini sedemikian cepat tersebar tanpa memberi kesempatan kepada kita untuk menelusuri kebenarannya. Ketika menerima hoax apalagi menyangkut hal-hal sangat penting seperti keselamatan diri dan keluarga, akal sehat tidak bisa bekerja normal, maka akal “reptil” lah yang bekerja merespon.

Otak manusia tersusun dari 4 jenis, salah satunya Brainstem (Batang Otak). Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.

Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur “perasaan teritorial” sebagai insting primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak Anda kenal terlalu dekat dengan anda. (aktivasiotak).

Kalau anda dipukul orang, maka secara reflek anda akan menghindar, begitu juga ketika anda dilempar dengan tiba-tiba, secara cepat anda menghindar, itulah kerja otak reptil, untuk memberikan perlindungan kepada manusia.

Sama halnya ketika masuk informasi yang anda anggap berbahaya, termasuk hoax di media sosial, otak reptil terlebih dulu merespon. Tanpa sadar informasi itu anda terima menjadi sebuah kebenaran dan langsung anda bagikan kepada orang lain sebagaimana anda menghindari lemparan atau pukulan secara fisik.

Disamping otak reptil sebagai sebuah system kerja otak juga terdapat Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung  menyebutnya sebagai “Alam Bawah Sadar” atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya.

Alam bawah sadar sangat mudah dipengaruhi oleh informasi yang diterima oleh otak. Kalau anda terus menerus mengisi alam bawah sadar anda dengan informasi negatif maka hasil kerja fikiran serta badan ada menjadi negatif, dan itu tidak anda sadari sama sekali.

Kabar buruknya lagi bahwa alam bawah sadar tidak bisa membedakan mana nyata mana fiktif. Manakala informasi penculikan anak anda baca dan yakini maka itu direspon oleh alam bawah sadar sebagai sesuatu yang nyata. Hukum Ketertarikan “Law of Attraction” akan bekerja dengan kuat, menarik hal-hal tentang penculikan itu ke dekat anda akhirnya nanti anda benar-benar mengalami seperti informasi yang anda terima.

Salah satu dari 24 hukum alam (Law of Universe) adalah Hukum Tabur-Tuai. Kalau anda menanam sebutir padi, maka sesuai hukum Tabur-Tuai, anda akan mendapatkan puluhan bahkan ratusan butir padi, begitu hebat alam ini bekerja untuk kemakmuran manusia. Alam tidak mengenal baik dan buruk, anda mendapatkan apapun yang anda tanam. Kalau anda menanam sebutir biji ganja, maka anda akan memanen ratusan biji ganja pula. Alam tidak mendifinisikan tanaman ganja sebagai sesuatu yang terlarang, apapun yang anda tanam akan tumbuh dan menghasilkan.

Source: Sufi Muda

 

About admin

Check Also

Muslim yang Paripurna

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ ...