Friday , January 24 2020
Home / Agama / Kajian / Hakikat Dunia Menurut Syeikh Ibnu ‘Arabi

Hakikat Dunia Menurut Syeikh Ibnu ‘Arabi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Ka’ab Al-Khabar meriwayatkan bahwa Tuhan telah berfirman kepada kita dalam Kitab Taurat, “Hai anak-anak Adam, jika engkau menerima apa yang datang padamu melalui nasibmu, tubuh dan kalbumu akan mendapatkan kebahagiaan dan Aku akan ridha kepadamu. Jika engkau tidak bersyukur terhadap apa yang telah Ku-takdirkan atasmu, maka Aku akan menjadikan dunia sebagai majikanmu yang zalim. Hingga engkau akan lari darinya, seperti orang yang lari dari kejaran singa di gurun pasir. Aku bersumpah demi keagungan-Ku, engkau tidak akan menerima sedikit pun bagian melebihi apa yang menjadi hakmu!”

Menurut Syekh Ibnu ‘Arabi, engkau harus menundukkan tubuhmu kepada kalbumu dengan ikhlas seraya menggunakan kehendakmu terhadap apa yang engkau inginkan. Namun, janganlah engkau berlebihan dengan kehendakmu, engkau harus mampu mengendalikannya dan mengetahui yang benar dan yang salah.

Sesungguhnya kehendakmu itu hanyalah sumberdaya untuk mendapatkan kebutuhanmu. Jika engkau menggunakannya tanpa perhitungan, maka ia akan segera habis. Engkau justru akan kehabisan tenaga untuk mengatur kerajaan wujudmu. Bahkan, engkau akan kehilangan kekuasaan atas dirimu sendiri.

Maka, ketahuilah bahwa ada Tuhan Yang Maha Berkuasa atas dirimu. Tuhanmu adalah Allah. Gunakanlah kehendakmu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Gunakan kehendakmu demi Dia: Allah SWT.

Jika engkau mengerahkan kehendakmu untuk menambah pengetahuan; ketahuilah bahwa segala yang ingin engkau dapatkan hanyalah kulit luarnya saja, ia adalah aturan-aturan praktis yang telah ditetapkan Allah. Sebenarnya, hakikat kehendakmu tersembunyi di balik kehendakmu.”

–Syekh Ibnu ‘Arabi dalam Kitab Tadbirat al-Ilahiyyah fi Ishlah al-Mamlakah al-Insaniyah.

About admin

Check Also

Anjing dalam Masyarakat Arab: Dipelihara Istri Nabi hingga Menjadi Teman Sufi

Suatu hari, Malik bin Dinar—ia seorang tokoh sufi masyhur— memelihara anjing di rumahnya. Murid-muridnya dan ...