Thursday , November 21 2019
Home / Agama / Thariqat/Tasawwuf / Hak dan Kewajiban

Hak dan Kewajiban

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Yang mulia baginda Rasulullah saw., pernah berkata kepada istrinya: “Wahai ‘Aisyah, izinkanlah aku untuk beribadah kepada Tuhanku”. Lalu ‘Aisyah ra., mengizinkannya dengan rasa senang. Hadits ini memperlihatkan bahwa beliau saw., selalu menjunjung tinggi hak seseorang dan tidak ingin mengabaikannya, karena malam itu adalah malam giliran Aisyah ra., yang merupakan hak baginya dan menjadi kewajiban baginda Rasulullah saw., walaupun yang akan dilakukannya merupakan ibadah kepada Allah. Karena meninggalkan kewajiban kepada makhluk dan mengutamakan ibadah sunnah akan menjadikan ibadah sunnah itu menjadi sia-sia.

Kisah yang lain bahwa Rasulullah saw., pernah menggunting jubahnya lantaran ada seekor kucing sedang tidur diatasnya. Beliau saw., tidak mau mengganggu dan membangunkannya, karena iapun mempunyai hak untuk tidur. Beliau saw., selalu mengedepankan hak makhluk dan tidak menuntut haknya. Inilah tanda cahaya akhlak yang begitu tinggi. Guru kita tercinta Syaikh Waashi Achmad Syaechudin (semoga Allah merahmatinya) sering mengingatkan murid-muridnya untuk merendahkan atau melirihkan suara sewaktu melakukan dzikir Jahr secara berjama’ah, karena tidak ingin para tetangga merasa terganggu meskipun mereka tidak seiman. Walaupun banyak hadits yang memperlihatkan bahwa fadhilah berdzikir jahr secara berjama’ah sangat besar. Bahkan Nabi saw., menyebutnya sebagai ‘taman daripada taman surgawi’ dan terdapat ribuan malaikat mentautkan sayapnya dari orang-orang yang berdzikir ini sampai ke ‘arsy. Sesungguhnya dzikir jahr bila dilakukan dengan suara lirih dan syahdupun tidak akan mengurangi fadhilahnya dan insya Allah akan tetap sama, bahkan lebih bersih hasilnya, karena tidak mengganggu tetangga yang sedang istirahat atau tidur.

Tujuan berdzikir salah satunya adalah untuk melemahkan hawa nafsu atau keinginan-keinginan diri dan bukan mengikutinya Oleh karenanya, salah besar bila kita tidak meperdulikan lingkungan di sekitar kita. Patuh dan hormat terhadap anjuran guru adalah pilihan yang bijaksana. Sesungguhnya hakikat dzikir jahr adalah mendatangkan rasa yang keras (bukan suara yang keras) untuk me‘nafyi’kan atau meniadakan segala sesuatu dan meng’itsbat‘kan atau mengkukuhkan hanya Allah saja ke dalam lathifatul qalbi.

Buah dari berdzikir adalah ilmu dan kejelasan-kejelasan, sehingga akan mengerti kedudukan ibadah wajib dibanding dengan ibadah sunnah. Jangan karena ibadah yang kedudukannya sunnah lalu melupakan ibadah yang kedudukannya wajib. Ibadah wajib laksana pondasi sedangkan ibadah sunnah bangunan di atasnya. Bisa jadi bangunan bisa porak peranda lantaran tersapu angin topan, namun pondasinya tetap kokoh. Bisa jadi ibadah sunnah kita bisa sia-sia karena mengabaikan kewajiban kita menjaga dan menghormati hak-hak para tetangga.

Mari kita perhatikan sebuah hadits yang sangat populer di kalangan orang-orang yang bertasawuf, yang didahului oleh pemenuhan perintah yang wajib baru kemudian memperbanyak ibadah sunnah, yang disampaikan oleh sahabat Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw., bersabda: “Allah berfirman ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang kepadanya. Tidak ada orang yang dapat mendekatkan hamba-Ku kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku masih mendekati-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi alat pendengarannya yang dengannya dia mendengar. Aku menjadi alat penglihatannya yang dengannya ia melihat. Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku sungguh Aku akan kabulkan, dan jika ia memohon akan perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya.”

Beliau saw., juga pernah melarang orang yang berpuasa terus menerus dan bangun malam tanpa tidur, karena tubuh dan keluarga mempunyai hak.

Demikian semoga Allah mengkarunia ilmu yang bermanfaat.

About admin

Check Also

Khalifah Aja Dibilang Gila

Oleh : H Derajat Ini sebuah kisah nyata di kala seorang Khalifah (Pemimpin Negara) dibilang ...