Thursday , December 13 2018

Recent Posts

Geoekonomi versus Geospiritual

Ada hikmah —ilmu— dalam buku bertajuk “Daulah Shalihiyyah di Sumatera” meski mungkin baru sekelas premis saja. Menariknya isi materi buku tersebut bersumber dari inskripsi batu-batu nisan di Aceh. Ini hal unik lagi menarik. Poin premis yang dipetik, bahwa kolonialisme —ini salah satu ujud implementasi geopolitik— itu bermotif (geo) ekonomi, sedang ...

Read More »

Catatan Sufistik tentang Pernikahan

[Catatan ke – 1 ] : “Sesuai Fitrah Perkawinan” (Candra Malik, dalam “Makrifat Cinta”) Sebuah pernikahan. Maka serah-terima (ijab-qabul) adalah syariat yang harus ditempuh, yang menjadi tarekat adalah resepsi pernikahan itu yang penuh puja-puji sesuai kedudukan dan keadaan masing-masing. Padahal hakikat dari perkawinan itu adalah segala apa yang ditutupi oleh kelambu ...

Read More »

Membaca Momen 212 dari Perspektif Geopolitik

Momen itu saat (masa) yang tepat. Ibarat adagium kuno: “Setiap orang/golongan/bangsa — ada saatnya, setiap masa ada orangnya.” Lazimnya ketepatan masa atau saatnya sudah tiba, diujudkan dalam sikap dan tindakan. Hasilnya niscaya mencengangkan. Selain dahsyat, bahkan terkadang, gelegarnya pun di luar perkiraan para pelakunya itu sendiri. Pengandaian lain, momentum itu ...

Read More »