Monday , November 19 2018
Home / Relaksasi / Renungan / Dua Tanda Pencerahan

Dua Tanda Pencerahan

Deepak Chopra

Menurut Vedanta, hanya ada dua tanda-tanda pencerahan, dua indikasi bahwa transformasi telah mengambil tempat pada dirimu kearah kesadaran yang lebih tinggi. Tanda pertama adalah engkau berhenti merasa khawatir. Kini semua hal itu tidak mengganggumu lagi. Engkau memiliki hati yang ringan dan penuh dengan suka cita. Tanda yang kedua adalah engkau semakin sering menemui kebetulan-kebetulan yang bermakna di dalam hidupmu dan semakin sering pula sinkronisasi terjadi. Dan ini adalah akselerasi pada titik dimana engkau akan benar-benar mengalami keajaiban-keajaiban…

Sinkronisasi

Keseluruhan alam semesta terkandung dalam setiap titik sama seperti halnya keseluruhan samudera itu tercermin dalam setiap tetes di dalam kedalamannya. Dalam vedanta, wawasan ini diekpresikan sebagai “Apa yang ada di sini ada di mana mana, dan apa yang tidak ada di sini tidak ada dimana mana”.

Prinsip ini berarti bahwa kita tidak perlu pergi mencari apapun untuk menemukan kebenaran. Kebenaran itu selalu ada disini, memandangi kita. Jadi ketika kita bertanya tanya, “Kalau ada manusia di sini, apakah itu berarti ada kehidupan di tempat lain juga di alam semesta?”, jawabannya adalah mutlak ya. Menelaah molekul adalah seperti menjelajahi galaksi. Rumi mengatakan bahwa keseluruhan alam semesta itu terkandung dalam diri Anda.

Sistem pendidikan kita didasarkan pada mengakumulasi informasi yang terus semakin banyak, tetapi sesungguhnya semakin banyak informasi yang kita akumulasikan, semakin bingunglah kita jadinya dan semakin kita lupa akan hikmat yang sudah terkandung di dalam diri kita sendiri. Jadi, belajarlah menanyakan kebenaran tentang diri sendiri. Belajarlah mengetuk pintu keberadaan kita sendiri. Itulah yang dikenal sebagai intuisi, kreativitas, visi dan nubuat. Inilah sebabnya seorang bijak itu terfokus kepada yang melihat, dan bukan kepada pemandangannya. Yang melihat itulah kesadaran diri lebih tinggi.

Segalanya adalah getaran, bahwa kesadaran itu terdiri dari getaran dalam berbagai frekuensi, menghasilkan segala bentuk dan fenomena alam semesta. Manusia adalah medan energi sadar, bersamaan dengan selebihnya dari alam semesta. Kalau kita ingin mengubah dunia di sekeliling kita, kita tinggal mengubah kualitas getaran kita sendiri; sementara kita mengubah itu, kualitas yang di sekeliling kita pun berubah. Kebetulan, inilah alasannya mengapa doa itu efektif. Doa itu memberikan cara khusus untuk menciptakan getaran roh yang tertentu, atau rasa tertentu dari kesadaran diri.

Situasi, keadaan, kejadian dan hubungan yang kita jumpai dalam kehidupan kita adalah pantulan dari kondisi kesadaran dimana kita berada. Dunia adalah cermin dari kesadaran kolektif kita.

Perubahan itulah satu satunya yang konstan. Segalanya tidak permanen. Berpegangan kepada apapun adalah sama saja dengan berpegangan kepada pernafasan kita. Kalau kita terlalu lama menahannya, kita akan tercekik sendiri. Ujung ujungnya, satu satunya cara untuk mendapatkan apapun di alam semesta fisik adalah justru melepaskannya dan bukan memeganginya.

Ini sangat pelik. Ini berarti bahwa hasil hasil terbaik itu dicapai ketika kita fokus kepada prosesnya daripada hasilnya. Fokus kepada hasilnya menciptakan kecemasan dan stress, yang mencampuri aliran seketika dari kesadaran itu. Fakta bahwa perubahan itu adalah satu satunya yang konstan berarti bahwa kita selalu hidup dalam yang tidak dikenal.

Perubahan adalah tarian dan irama alam semesta. Mempunyai niat terfokus, mengalir bersama perubahan, tidak terlekat pada hasilnya: Inilah mekanik pemenuhan hasrat, yang mengokestrasikan takdir sinkron.

Ketika irama kita harmonis dengan irama alam semesta. takdir sinkron akan menghasilkan keajaiban.

Setiap kejadian mempunyai sebab sebab tak terhingga yang menuntun kepada efek efek tak terhingga. Yang disebut hubungan “sebab akibat” ini tidaklah linier. Kita menelaah ini sebagai “Kejadian yang saling mempengaruhi”, fenomena yang memungkinkan kita menggunakan kesadaran kita untuk melihat pola pola dibalik setiap kejadian.

Energi kreatif alam semesta itu juga tercermin sebagai energi seksual. Segala hal yang ada itu lahir dari energi orisinil ini. Seorang anak lahir karena energi ini. Setangkai bunga mengembang lewat energi ini, demikian pula buah. Tidak ada sesuatupun dalam ciptaan ini yang dikecualikan dari prinsip ini. Pada manusia energi orisinil ini terwujud sebagai gairah, kebangkitan. Ketika kita berhubungan dengan jiwa kita, kita seketika mengalami antusiasme dan inspirasi.

Kita bisa mengarahkan energi orisini ini lewat kuasa perhatian dan niat. Seperti yang telah kita lihat, apapun yang kita perhatikan akan berkembang. Apapun yang tidak kita perhatikan mulai memudar. Perhatian dan niat adalah kunci perubahan, entah itu situasi, keadaan seseorang atau sesuatu.

Sumber: Kriya YN

About admin

Check Also

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-1)

Bagian 1 Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin ...