Monday , May 28 2018
Home / Relaksasi / Renungan / Doa Kyai Kampung untuk Indonesia

Doa Kyai Kampung untuk Indonesia

Mencintai negeri tempat kita tinggal itu wajib. Menjaga keamanan dan kenyamanan negara juga wajib. Berkontribusi untuk negara tempat kita tinggal juga wajib. Apa kontribusimu buat bangsa ini?

“Minimal dengan berdoa…” demikian nasihat seorang ulama kampung, yang tak pernah mau disorot kamera televisi, corong radio, apalagi sumbangan dari negara dan para pengusaha kakap.

“Berdoa kyai?” tanya saya ingin tahu lebih dalam.

“Iya… minimal kita mendoakan negeri tempat kita tinggal. Agar tetap aman dan nyaman untuk kita tinggali. Kalau tidak aman dan tidak nyaman, kita pasti tidak akan bisa beribadah dengan tenang…” ujarnya tegas namun penuh dengan kharisma.

Kepala saya langsung membayangkan kondisi negara-negara yang sedang ribut dan tidak aman. Benar juga. Di negara-negara tersebut, pasti warganya tidak bisa beribadah dengan tenang. Boro-boro beribadah, mau menarik napas lega saja susah, karena dar der dor suara bedil dan bom.

Ulama kampung ini begitu menyejukkan. Penampilannya sederhana. Kata-katanya bikin hati adem dan pikiran tenang. Baik isi maupun cara bertuturnya. Damai.

“Benar kyai…” timpalku.

“Kita juga doakan agar para pemimpin kita, bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan adil. Mengayomi rakyatnya… mulai dari tingkat ketua RT, RW, lurah, camat, bupati dan walikota, gubernur sampai presiden dan para menterinya…” lanjutnya.

Kening saya berkerut. “Kita juga wajib mendoakan mereka…?”

“Iya, minimal itulah kontribusi kita untuk negara tempat kita tinggal ini. Senjata kaum muslim kan doa. Maka berdoalah terus!”

“Kyai selalu berdoa seperti itu?” saya ingin memastikan.

“Iya… walaupun kita tahu, zaman sekarang suliit menemukan pemimpin yang adil dan amanah. Tapi Allah melarang kita untuk berputus asa,” pungkasnya.

——-

Setelah bertemu dengan kyai kampung itu, saya mulai tenang. Kepala yang cenut-cenut melihat berita di teve yang begitu hiruk pikuk dengan gesekan, konflik, perseteruan, perebutan kekuasan, saling menghujat dan mencaci maki , mulai membaik.

Sesampainya di rumah, mengambil wudhu, sholat lalu bersalawat dan berdoa:

“Ya Allah, amankanlah negeriku. Damaikanlah negeriku. Jadikanlah pemimpin-pemimpin kami adalah pemimpin yang amanah dan adil. Yang lebih mementingkan kepentingan orang banyak dibanding kepentingan pribadi dan golongannya.”

Doa yang diajarkan kyai kampung itu.

  • Tidak mesti berteriak-teriak untuk berkontribusi pada bangsamu.
  • Tidak harus selalu berpeluh keringat untuk negaramu.
  • Minimal dengan berdoa pun, sudah cukup.

Mari kita doakan Indonesia agar kembali damai, aman, nyaman, menentramkan dan menenangkan buat seluruh rakyatnya untuk beraktivitas serta menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing.

Indonesia adalah rumah kita semua!

 

Oleh: Dodi Mawardi
Source: Kompasiana

About admin

Check Also

Misi Hidup

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para ...