Sunday , August 19 2018
Home / Agama / Kajian / Ciri Istri Durhaka Kepada Suami (Nusyuz)
man and woman sleeping in bed together

Ciri Istri Durhaka Kepada Suami (Nusyuz)

Kewajiban istri kepada suami dalam islam diantaranya adalah bahwa seorang istri harus benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.

Istri durhaka kepada suami atau dalam bahasanya istri berbuat nusyuz atau melakukan pembangkangan kepada suami tentunya harus dihindari oleh wanita-wanita yang sholehah dalam kehidupan sebuah rumah tangga.

Pernikahan adalah jalinan ikatan yang sah di antara lelaki dan perempuan untuk menjadi suami isteri. Dengan adanya ikatan perkawinan ini, terdapat hak-hak yang perlu dijaga dan ditunaikan oleh pasangan suami isteri.

Diantara hak-hak isteri atas suami ialah suami bertanggungjawab memberi nafkah kepada isteri yang meliputi keperluan seharian seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Bagi isteri pula, terdapat hak suami atas istri yang wajib dilaksanakan yaitu isteri wajib taat dan melakukan segala perintah suaminya selama perintahnya tersebut tidak bertentangan dengan hukum syara’ hukum agama.

Nusyuz (Durhaka Pada Suami)

Nusyus (tidak taat membangkang kepada suami) tidak sedikit dilakukan oleh para istri kepada suaminya. Istilah Nusyuz adalah istri durhaka kepada suami dalam perkara ketaatan suami kepada Allah, dan pembangkangan ini telah nyata.

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Perintah Kewajiban Istri Menaati Suami

Suami merupakan pemimpin bagi sebuah keluarga, yang wajib dipatuhi dan berdosa besar jika isteri mengingkari dan menyalahi perintahnya itu. Isteri wajib menunaikan hak suami atasnya yaitu wajib taat kepada suami dan melakukan segala perintah suaminya dengan syarat perintah tersebut tidak bertentangan dengan hukum syara’.

Perintah untuk mentaati suami sebagai pemimpin keluarga ada disebut di dalam al-Qur’an, dan juga dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam. Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda HR riwayat at-Tirmidzi yang artinya :

“Jika aku boleh memerintahkan supaya seseorang sujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan seorang perempuan sujud kepada suaminya.”

Dari hadits di atas, dapat dipahami bahawa isteri mempunyai kewajiban dan tanggungjawab yang besar terhadap suaminya yaitu dengan menjalankan ketaatan dalam hak-hak suaminya sehingga kalau dibenarkan sujud kepada manusia, niscaya kaum isterilah yang diperintahkan untuk sujud kepada para suaminya.

Tetapi dalam Islam, sujud hanya dibolehkan kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala saja dan tidak pada yang lainnya.

Ciri-Ciri Tanda Istri Yang Durhaka

Berikut diantaranya tanda-tanda istri yang durhaka kepada suami antara lain adalah sebagai berikut :

Keluar Rumah Tanpa Ijin Suami

Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)

Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.

Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.” Seperti yang dilansir dari muslim.or.id

Menolak Ajakan Suami Untuk Hubungan Intim

Bagaimana jika istri mampu untuk melayani suami, namun saat suami meminta, istri menolak untuk hubungan intim?

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang (baca: untuk berhubungan intim), lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).

Kalau tekstual hadits, yang dimaksud adalah ajakan untuk hubungan intim di malam hari karena faktor pendorong untuk berhubungan intim di malam hari lebih besar. Namun ini bukan sama sekali menunjukkan bahwa berhubungan intim di siang hari itu tidak boleh.

Makna hadits kata Imam Nawawi adalah laknat (dari para malaikat) akan terus ada sampai terbit fajar, suami memaafkan, istri tersebut bertaubat atau ia mau melayani suaminya. (Syarh Shahih Muslim, 10: 10)

Akan tetapi, jika istri ada halangan, seperti sakit atau kecapekan, maka itu termasuk uzur dan suami harus memaklumi hal ini. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil haramnya wanita enggan mendatangi ranjang jika tidak ada uzur. Termasuk haid bukanlah uzur karena suami masih bisa menikmati istri di atas kemaluannya.”(rumaysho.com).

Banyak Keluhan dan Berkeluh Kesah

Istri yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberikan oleh suami dirasakannya semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi kendaraan motor/mobil tidak merasa cukup, dan lainnya. Tak ridha dengan pembelaan dan aturan yang diberikan suami.

Hanya ingin memenuhi kehendak nafsu saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

Istri Bicara Bersikap Kasar Hingga Melukai Perasaan Suami

Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang artinya : “Barangsiapa (di antara wanita yang meninggal dunia dan ketika itu suaminya ridho kepadanya, maka wanita itu akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmizi).

Tanda-tanda bentuk kedurhakaan istri terhadap suami antara lain juga bisa berupa hal-hal sebagai berikut :

  1. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  2. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah.
  3. Lalai dalam melayani suami.
  4. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya.
  5. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya.
  6. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
  7. Berhias ketika suaminya tidak disampingnya.
  8. Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keridhaannya.”

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Ia akan taat kapanpun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri pada suami seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

About admin

Check Also

Inilah Filosofi Wanita yang Harus Dimengerti Lelaki

Ini merupakan intisari dari ceramahnya Ustadz Riyadh Bajrey mengenai filosofi wanita dalam kajian dengan tema ...