Wednesday , March 20 2019
Home / Relaksasi (page 3)

Relaksasi

Menyelami Lautan Kalimat Buya Hamka

Kalimat adalah susunan kata. Ia takkan punya arti apa-apa jika hanya keluar dalam bentuk celotehan ringan, apalagi jika dengan nafsu. Pun kedalaman kalimat takkan berarti apa-apa jika tak pernah diselami dan ditelaah oleh para pemirsa. Di bawah ini adalah kalimat-kalimat hebat dari seorang Ulama yang mumpuni sekaligus Sastrawan yang piawai. ...

Read More »

Kau Menuntut Tuhanmu Ketika Permintaanmu Tak DikabulkanNya

Oleh : H Derajat “Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.” Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan. Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, ...

Read More »

Ketika Ulama Besar Berhenti Menyalahkan dan Membid’ahkan Orang Lain

Oleh: H. Derajat Di Akhir Zaman, Manusia Mudah Menyalahkan Orang Lain Dari Abu Hurairah Ra, bahwasanya Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الرَّجُلُ هَلَكَ النَّاسُ فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ “Jika ada seseorang berkata, ‘Orang banyak (sekarang ...

Read More »

Pesan Indah Mbah Maimun

Oleh : H. Derajat Bismillahirrohmanirrohim Di malam kelahiran Rasulullah yang Mulia ini, ijinkan saya mengajak saudara-saudaraku untuk sedikit merenung kepada ungkapan-ungkapan hati seorang Kyai yang biasa disebut Mbah Maimun. Ungkapan dari sebuah implementasi keislaman, buah dari lezatnya ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan ini bila disimpulkan adalah nasehat agar kita ...

Read More »

3 Kali Sehari Laut Ingin Menenggelamkan Manusia di Bumi

Di dalam musnad Al-Imam Ahmad telah di sebutkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Tidak ada satu hari pun yang berlalu melainkan laut meminta izin kepada Rabb-Nya untuk menenggelamkan Bani Adam.” Sementara Allah SWT. berfirman: “Biarkanlah hamba-Ku. Aku lebih tahu tentang dirinya ketika Aku menciptakannya dari tanah. Andaikan ia hamba kalian, ...

Read More »

Gejolak Jiwa: Rindu dan Cinta Pertama kepada Allah SWT

Gejolak jiwa yang terjadi dalam diri, saat mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan dengan suara yang merdu, membangkitkan perasaan rindu. Dari manakah perasaan itu datang? Ke mana perasaan itu pergi? Dari manakah sumber gejolak jiwa ini? Sumber gejolak itu adalah masa lalu ketika Allah Swt menyatakan, ”Bukankah Aku ini adalah Rabb kalian?” ...

Read More »

Catatan Sufistik tentang Pernikahan

[Catatan ke – 1 ] : “Sesuai Fitrah Perkawinan” (Candra Malik, dalam “Makrifat Cinta”) Sebuah pernikahan. Maka serah-terima (ijab-qabul) adalah syariat yang harus ditempuh, yang menjadi tarekat adalah resepsi pernikahan itu yang penuh puja-puji sesuai kedudukan dan keadaan masing-masing. Padahal hakikat dari perkawinan itu adalah segala apa yang ditutupi oleh kelambu ...

Read More »

“Diam itu Emas” dan Menjaga Lisan

Lisan diciptakan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah Swt., membaca Al-Qur’an, dan membimbing manusia untuk menempuh jalan yang benar. Maka, pergunakanlah lisanmu untuk mengungkapkan isi hati yang benar dalam urusan agama dan dunia. Apabila engkau pergunakan lisan tidak sejalan dengan tujuan penciptaannya, maka engkau telah mengingkari nikmat Allah Swt dan mendurhakai ...

Read More »

Cinta Kepada Allah dan Cinta Kepada Manusia; Mungkinkah Dipadukan?

Nabi Muhammad Saww bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!” (Kanz al-‘Ummal, hadits ke : 5972) Di dalam ajaran Islam, mengasihi sesama manusia adalah bagian terpenting dari ajaran Nabi Muhammad saww dan Ahlul Baitnya. Mencintai umat manusia adalah realisasi dari ajaran al-Qur’an, yang mana pengutusan Nabi Muhammad ...

Read More »

Kau Menuntut Tuhanmu Ketika Permintaanmu Tak DikabulkanNya

“Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.” Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan. Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, dan merasa perlu ganti ...

Read More »