Friday , December 14 2018
Home / Relaksasi (page 2)

Relaksasi

Kaum Demagog dan Tanda Zaman

Siapakah penulis andal, pembentuk opini, penuntun masyarakat, para pembawa jalan kebenaran dalam dunia yang kita jalani saat ini? Siapkah orang yang setiap hari selalu membuat tasir baru, menulis status, membagikan berita-berita, membuat cerita-cerita hiperbola, meyakinkan semua orang dengan opini, mengemas informasi dan mengumumkannya kepada semua media maya? Kita saat ini ...

Read More »

Dosa dan “Sebab – Akibat”

Dalam sudut pandang sebab-akibat, dosa yang digambarkan sebagai bentuk kemahabijakan Allah Swt. dapat dirunut sebagai berikut : Kalaupun Allah Swt. menakdirkan sesuatu yang Dia benci dan Dia murkai, maka hal itu tidak lain adalah murni kebijakan-Nya. Akibat kebijakan-Nya itu, maka akan muncul sesuatu yang lebih Dia suka daripada kemaksiatan itu ...

Read More »

Belajar Memahami Kehidupan dari Secangkir kopi

Ayah : Nak, tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya. Anak : Baik, ayah. Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil. Ayah : Cobalah ...

Read More »

Mempersedikit Do’a

Sedikit sedikitlah berdoa, bila perlu tak usah! Itulah saran kontroversial yang bisa saya sampaikan untuk anda. Pada kenyataannya, banyak orang yang berdoa tidak meminta, sebaliknya orang yang meminta sesungguhnya telah memanjatkan doanya. Saya cenderung memilih kata ‘pinta’ dibandingkan kata ‘doa’ sebagai sesuatu yang dipanjatkan kehadirat Tuhan. Secara harfiah, doa yang ...

Read More »

Tanda-Tanda kita dekat dengan Tuhan

Ketika suluk berakhir, seorang Khalifah Senior (berumur kurang lebih 65 tahun) duduk diantara para peserta suluk dengan gaya santai setelah selesai bergotong-royong membersihkan surau baik di bagian dalam maupun bagian luar. Selaku orang yang baru dalam Tarekat, pengalaman-pengalaman murid-murid senior dari Guru sangat menyenangkan untuk didengar dan banyak sekali pelajaran ...

Read More »

Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsi (Imam Al-Ghazali) – Bagian 3

PERINGATAN KETIGA PULUH SATU Allah berfirman: “Wahai Manusia! Kedudukanmu di sisi-Ku akan ditentukan oleh seberapa besar kegandrunganmu pada dunia dan kecintaanmu pada-Ku. Aku tak mungkin memadukan cinta kepada-Ku dan cinta pada harta dalam satu hati. Wahai manusia! Berhati-hatilah dalam menjalankan hukum, maka engkau akan dapat mengenal-Ku.  Berlapar-laparlah engkau, maka engkau ...

Read More »

Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsi (Imam Al-Ghazali) – Bagian 2

PERINGATAN KELIMA BELAS Allah berfirman : Wahai manusia! Jika agamamu, dagingmu dan darahmu baik, maka amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu akan baik juga. Jika rusak agamamu, maka akan rusak pula amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu. Oleh karena itu, janganlah engkau seperti lampu yang menerangi orang lain, namun membakar dirinya sendiri. ...

Read More »

Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsi (Imam Al-Ghazali) – Bagian 1

PERINGATAN PERTAMA Allah berfirman: “Wahai manusia! Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka-ria. Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggung jawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan harta benda. Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak. ...

Read More »

Antara Musa, Fir’aun dan Lautan

Siapapun tahu, bahwa Fir’aun adalah raja diraja di eranya. Kala itu, ia raja tanpa tanding bahkan menganggap dirinya sebagai tuhan sampai disembah oleh para pemujanya. Logika politik saat itu, tidak bakal ada kekuatan yang mampu menumbangkan Fir’aun. Namun siapa sangka, di ujung (hidup) karirnya —ketika sedang mempersekusi Musa— ia dan ...

Read More »

Burung pun Berakal

Di Indonesia, beberapa masjid kuna meletakkan burung buatan di bagian atas, yang sekarang banyak di pasang bulan dan bintang. Burung, oleh para kaum sufi adalah tanda, tanda-tanda “keluhuran”. Mengapa para sastrawan sufi gemar menggunakan imaji burung? Jawaban konvensionalnya adalah karena burung melambangkan ruh. Mulanya, demikian kaum sufi mendongeng, burung-burung ruh ...

Read More »