Monday , October 15 2018
Home / Relaksasi (page 2)

Relaksasi

Membongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial

Kini masuk titimangsa manakala kesalehan personal diamsalkan dan disimplifikasikan sebatas fesyen. Pakaian ditandakan sebagai ketakwaan seseorang, sedangkan tuturan santun dipuja dan dibonsai media arus utama. Kemunculan itu mendorong pendakwah dadakan melalui spirit hijrah artifisial untuk berkontestasi di jagat maya dalam rangka meraup massa. Mereka, pendakwah gaya baru itu, menawarkan kapling ...

Read More »

Buka Lembaran Baru, Muharram 1440 H.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّ ٱللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Q. S. [13] : 11 Di ayat itu sangat janggal: usaha sendiri lebih dominan daripada kehendak Dia yang Mahakuasa. Di mana peran ...

Read More »

Jadilah Karyawan Allah SWT dengan Bertani dan Berkebun!

Sahabat, suatu hari saya bertanya kepada suami saya tentang mengapa dia selalu menggalakkan menanam pohon di seputaran rumah kami baik pohon yang biasa di makan manusia, binatang-binatang seperti burung dan bahkan monyet kebetulan di seputaran rumah kami banyak monyet di dekat Sungai Cimanuk dan inilah jawabannya. Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ...

Read More »

Ujian Hidup adalah Panggilan Allah untuk Orang Beriman

Kisah dari Jalaluddin Rumi yang tercantum dalam kitabnya ‘Fihi Ma Fihi’ berikut ini, sebenarnya juga bisa menjelaskan makna ayat Qur’an Q. S. 29 : 2, أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak akan diuji lagi?” ...

Read More »

Dua Tanda Pencerahan

Deepak Chopra Menurut Vedanta, hanya ada dua tanda-tanda pencerahan, dua indikasi bahwa transformasi telah mengambil tempat pada dirimu kearah kesadaran yang lebih tinggi. Tanda pertama adalah engkau berhenti merasa khawatir. Kini semua hal itu tidak mengganggumu lagi. Engkau memiliki hati yang ringan dan penuh dengan suka cita. Tanda yang kedua ...

Read More »

Mengapa Manusia Cenderung Kepada Duniawi?

Sebagaimana di alam natural, gerak menurun (nuzuli) lebih mudah daripada gerak menaik (shu’udi). Hukum ini pula berlaku dalam gerak dan suluk pada perkara-perkara maknawi, spiritual, dan akhlak. Dalam istilah qurani, gerak dan proses menaik dikatakan senantiasa bersama dengan usaha, upaya, dan derita. Tuhan berfirman dalam al-Quran surah Insyiqaq ayat keenam, ...

Read More »

Pendidikan Anak: Jika yang Masuk Kekerasan, Maka yang Keluar Kekerasan

“Anak ibarat kertas putih, tinggal orang tualah nantinya yang akan memberikan warna.” Tentunya kalimat tersebut sudah familiar di telinga kita, dan bahkan sudah menjadi suatu pegangan untuk membentuk karakter anak itu sendiri. Artinya, terserah bagaimana orang tua, keluarga, lingkungan, dan guru yang akan mewarnai hidupnya. Entah dijadikan baik atau buruk, ...

Read More »

Fenomenologi Ketidaktahudirian

Mengapa ada orang yang tidak tahu diri? Pertanyaan ini menjadi penting di tengah pengajuan presiden dan calon presiden untuk Pilpres 2019 nanti. Fenomenologi mencoba mendekati keadaan sebagaimana adanya (zurück zu den Sachen selbst). Pendekatan ini kiranya penting untuk memahami sepak terjang politisi Indonesia sekarang ini. Nuansa ketidaktahudirian tercium pekat di ...

Read More »

Bukan Amal Ibadahmu yang Akan Membawamu ke Surga. Bukan!!!

Ketika Allah menciptakan neraka, Dia berfirman pada Jibril a.s untuk pergi melihat neraka. Lalu Jibril kembali dan berkata, “Demi kemuliaan-Mu, tak akan ada seorang pun yang ingin memasukinya.” Lalu Allah meliputi neraka penuh dengan hal-hal yang disukai nafsu dan syahwat manusia. “Pergi dan lihatlah kembali,” kata Allah. Dan Jibril pergi, ...

Read More »

Poros Semesta

Alam semesta ini bukanlah sepur gila yang berlari serampangan dan ugal-ugalan dengan seenak perutnya sendiri. Bukan tanpa rel dan tanpa hukum kehidupan. Semua berjalan dengan irama keteraturan yang pasti, dengan melodi, harmoni, dan keseimbangan yang sejati. Keteraturan semesta itu bertumpu pada sebuah sumbu atau poros yang merupakan fondasi paling utama ...

Read More »