Wednesday , September 23 2020
Home / Ensiklopedia / Sejarah

Sejarah

Ratu Ageng, Penganut Syattariyah yang Jadi Pembimbing Utama Pangeran Diponegoro

Dalam email tertanggal 15 Agustus 2015, Prof. Oman Fathurahman, filolog UIN Syarif Hidayatullah, menjelaskan kepada Peter Carey, bahwa Ratu Ageng, nenek buyut Pangeran Diponegoro, adalah penganut Tarekat Syattariyah. Menurut Oman, berdasarkan penelitian atas naskah Jav. 69 [Silsilah Syattariyah] dari koleksi Colin Mackenzie di British Library, London, Ratu Ageng–yang disebut ‘Kangjeng ...

Read More »

Ulama Nusantara yang Diperebutkan Lima Penguasa

Di perbatasan Gowa dan Makassar, ada seorang ulama yang selalu diingat sebagai wali besar, Syekh Yusuf al-Makassari al-Khalwati. Kompleks pemakamannya dibangun di atas tanah yang tidak terlalu luas, lengkap dengan masjid. Makam itu berdekatan dengan Masjid al-Hilal Katangka, masjid tertua di Makassar yang dibangun pada abad ke-17 M. Hingga kini, ...

Read More »

Naskah Kitab “Punika Sajarah Sadaya Kang Tedak Saking Kangjeng Nabi Adam”

KATA PENGANTAR Bahagialah kita, bangsa Indonesia, bahwa hampir di setiap daerah di seluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya adalah cagar budaya nasional kita. Kesemuanya itu merupakan tuangan pengalaman jiwa bangsa yang dapat dijadikan sumber penelitian bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan ilmu di ...

Read More »

Inilah Profil Raja Abraha yang Siap Melumat Kakbah

Seperti Fir’aun bagi Musa dan Herod bagi Yesus, Abraha adalah latar pekat yang menyempurnakan kemilau cahaya kelahiran Muhammad saw di penghujung abad keenam. Siapakah sosok raja Abraha yang siap melumat apa saja yang mendegradasi kekuasaannya, termasuk Ka’bah? Tubuh raksasanya hitam legam. Ke mana pun wajahnya berpaling, mata dan hidungnya yang ...

Read More »

Anjing yang Mengislamkan Puluhan Ribu Orang

Bila dilihat dari sudut hukum fikih, anjing merupakan salah satu dari dua najis yang dianggap berat (mughaladzah). Cara mensucikannya pun tidak seperti najis biasa, melainkan harus dibasuh tujuh kali yang salah satunya dicampur debu. Memandang hukum ini, tentu kita akan berfikiran bahwa anjing adalah hewan yang hina, rendah dan tidak ...

Read More »

Abu Said Al-Kharraz; Sang “Lidah Sufi”

Abu Said Ahmad ibnu Isa Al-Kharraaz Al-Baghdadi. Ia adalah seorang tukang sepatu. Ia sezaman dan sempat bertemu dengan Dzun Nun Al-Misri, serta bersahabat dengan Bisyir Al-Hafi dan Sarri As-Saqathi. Ada doktrin yang dinisbatkan kepadanya, yaitu doktrin Fana (keterputusan dari sifat-sifat manusiawi) dan Baqa (kesinambungan/keabadian dalam Tuhan). Ia menulis sejumlah kitab, ...

Read More »

Sejarah Kelam Umat Islam Ketika Menafsir Al-Qur’an Tanpa Ilmu

Oleh : H. Derajat Saudaraku terkasih, risalah kali ini dipaparkan mungkin agak panjang namun hal ini saya rasakan perlu dikarenakan saat ini sedang berkecamuknya orang menafsirkan Al Quran sekehendak nafsunya sendiri dan tergantung kepentingannya sendiri sehingga pasti akan menimbulkan perpecahan dan bahkan saling bunuh. Naudzu billah. Berikut risalah yang ditulis ...

Read More »

Sultan Agung: Senapati ing Ngalaga Sayidin Panatagama

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (Bahasa Jawa: Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, lahir: Kutagede, Kesultanan Mataram, 1593 – wafat: Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram, 1645) adalah Sultan ke-tiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu. ...

Read More »

Mengenal Jati Diri Nusantara

Ada kajian menarik dari seorang profesor asal London bernama Oppenheimer, yang selama 20 tahun lakukan riset tentang Nusantara. Ini penting agar kita tau jati diri Nusantara. Oppenheimer terlibat suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia di seluruh dunia. Dari situ, ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, ia ...

Read More »

Menguak Motif Geopolitik Islamisasi dari Batu Nisan

  Nampaknya cukup janggal bila hadirnya Islam di Nusantara ini karena sebab perdagangan yang di bawa oleh para pedagang dari Gujarat pada abad ke 13 M. Sebab bila motifnya perdagangan maka tak ada bedanya dengan motif geoekonomi. Ini premis awal, bukan sebuah simpulan akhir. Mengingat pada abad ke-13 M, telah ...

Read More »