Tuesday , July 17 2018
Home / Budaya (page 5)

Budaya

Sukarno, Muhammad, dan Rekonstruksi Makna Kemerdekaan

Melalui peristiwa dan perjuangan yang susul-menyusul, baik yang simultan maupun yang sistematis, pada 1945 bangsa kita telah diantar ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Pada saat itu, kita berada di perbatasan kolonialisme dan keberdikarian. Tak tanggung-tanggung, kesadaran bahwa kebebasan dan kemerdekaan adalah hak segala bangsa tidak hanya membawa kita pada upaya ...

Read More »

Panglima TNI Serukan Semua Komponen Bangsa Bersatu Kelola SDA Indonesia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bersatu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, demi kepentingan dan kemakmuran rakyat. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI dihadapan 800 peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Rakernas KLHK) Republik Indonesia, bertempat di Auditorium DR. Soejarwo Gedung ...

Read More »

Beragama Dalam Konteks Indonesia

Fakta bahwa Indonesia terdiri dari beragam budaya, berbagai suku dan bahasa, berbilang agama dan keyakinan adalah ketetapan takdir dari Tuhan yang tak bisa diubah. Segala upaya setulus dan sekeras apa pun, baik secara individu maupun kelompok, untuk melawan takdir ini tidak hanya akan membuahkan kegagalan, tetapi dapat menciptakan musibah sosial ...

Read More »

Menggunjingkan Epistemologi Keraton

Dalam keisengan ber-WA, orang nampak gembira bila berhasil mengunjingkan suatu persoalan yang dikira akan hangat dan penting. Sebuah keisengan yang menyenangkan diri, seraya sambil tersenyum atau tertawa-tawa kecil. Salah satu bahan pergunjingkan yang saat ini adalah tumbuh suburnya organisasi intelektual keraton, baik sebagai lembaga tersendiri, maupun sebagai dewan pakar atau ...

Read More »

Korupsi, Racun Mematikan Bagi Manusia dan Negara

Apa yang paling ditakuti pejabat tapi sekaligus disukai? ‘Jawabannya’ korupsi. Tapi memang jalan pintas termudah mendapat uang adalah dengan memanfaatkan jabatan, memanfaatkan kesempatan selama berkuasa. Walaupun tetap ada juga pejabat yang bertahan pada posisi ingin bersih dari upaya pemanfaatan atau dimanfaatkan terkait jabatannya. Uang hasil korupsi itu manis tetapi beracun. ...

Read More »

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Tak boleh dipungkiri, teori-teori geopolitik itu erat kaitannya dengan angan-angan (desire) perumusnya. Kenapa? Tidak ada suatu teori geopolitik pun yang bisa diterima oleh semua bangsa dan/atau negara. Bahkan ada pendapat, bahwa geopolitik sebagai pandangan politik, hanya dijadikan alat justifikasi ekspansi bagi negara perumus atau penyusunnya. Maka usai Perang Dunia II tempo doeloe, ...

Read More »

Basis Terakhir Kekuatan Bangsa

Pada tahun 1987 diselenggarakan sebuah lokakarya di pegunungan Cameron, Malaysia dengan tema “perdamaian dan tranformasi global”. Program tersebut mempertemukan para cendikiawan yang menaruh perhatian pada suku-suku asli di Asia Tenggara dan aneka ragam bentuk perjuangan mereka untuk perdamaian dan pembangunan diri. Lokakarya tersebut sebagai bagian dari riset dan program UNU ...

Read More »

Wongso, The Legend

Kepada Beruk, Gendhon, dan Pèncèng saya berkisah puluhan tahun silam di sebelah barat perempatan Wirobrajan selatan jalan ada warung wedangan Mbah Wongso. Ini warung legendaris. Khas angkringan Yogya. Tidak hanya nasgithel-nya, nasi kucing dan variasi kecil cemilannya, tapi juga karakter Mbah Wongsonya, filosofi dan budayanya. Sejak sore hingga pagi Mbah Wongso ...

Read More »

Peradaban dan Budaya Nusantara Kalahkan Suku Maya

Ilmuwan Brazil Professor Santos memaparkan tesis yang menggemparkan dunia tentang asal-muasal benua Atlantis yang disebutnya terletak di Nusantara. Publik segera heboh sebab Atlantis dianggap sebagai negeri yang menjadi muara mengalirnya kebudayaan Sumeria, Mesir Kuno, hingga peradaban Maya. Santos mengungkapkan tesisnya setelah melakukan analisis atas karya Plato yang menggambarkan Atlantis. Ia ...

Read More »

Tasawuf Islam dalam Serat Wulangreh

Serat Wulangreh merupakan salah satu karya Paku Buwana IV, putra Paku Buwana III. Pakubuwana IV ini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Bagus, yang mewarisi darah kaprabon dan kapujanggan ramandanya. Mendapat gelar demikian karena memang memiliki wajah yang sangat tampan. Dalam usia yang cukup belia, 19 tahun, Sunan Bagus naik tahta ...

Read More »