Tuesday , September 25 2018
Home / Budaya (page 4)

Budaya

Dewa Ruci: Perjalanan Sufi

MENJELANG Bharatayudha, Prabu Dhuryudhana memanggil seluruh anggota Kurawa buat melakukan Sidang Istimewa. Dari perhitungan kertas, Kurawa lebih kuat dari Pendawa kecuali karena satu hal saja; Pendawa memiliki Bhima yang sangat sakti. Di samping sangat perkasa, Bhima juga ksatria yang jujur, lugu, dan kuat kemauan. Ia tidak bisa dibeli. Ia berpegang ...

Read More »

Akal adalah Rasul dalam Diri Manusia

Dalam situasi di mana kalangan Islam banyak didominasi kecenderungan tekstual dalam beragama, adalah penting untuk menengok kembali tradisi filsafat Islam yang menekankan penalaran independen dalam mendekati teks agama. Menurut Haidar Baqir, filosof Islam dari Bandung mengatakan bahwa filsafat Islam nicaya memberikan kontribusi penting bagi tumbuhnya sikap terbuka. Berikut petikan wawancara ...

Read More »

Persatuan dan Kemajemukan Indonesia Mencari Visi Baru serta Perekat Sejarahnya

Tidak enak juga memulai makalah ini dengan pesimisme; atau dengan keresahan dan yang sejenis. Sebab betapa pun kusutnya keadaan yang kita alami sekarang, sekecil apa pun harapan dan optimisme masih diperlukan, agar ada pencerahan. Tetapi persoalannya bagaimana memulihkan kembali harapan dan optimisme, sedangkan kondisi sosial budaya masyarakat tidak terlalu memberikan ...

Read More »

Dunia Tergantung Indonesia

Judul di atas niscaya memunculkan beberapa perdebatan baik ringan, sedang, hingga debat berat berklasifikasi filsafat maupun geopolitik. Tentunya, “Itu fiktif atau fakta; mitos atau sekedar mimpi; fiksi atau realitas; itu opini atau cuma “onani” (menyenangkan diri sendiri)?” Maka entah mitos, fiktif, opini ataupun fiksi, penulis teringat nasehat leluhur dulu: “Dunia ...

Read More »

Bangsa Tumbal Sistem

Jangan bermain-main dengan sistem (konstitusi) negara, karena kelak bangsa yang menjadi “tumbal”-nya. Kenapa? Karena rentetannya sangat berbahaya bagi keselamatan negara. Apabila ternyata sistem dimaksud justru pro terhadap kepentingan asing (kolonialisme). Mengapa? Betapa akan bercokol para penghianat, boneka, pion-pion, pecundang, koruptor, blandis, kompromis, dan lain-lain pada sistem tersebut baik mulai dari top ...

Read More »

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya

Kepopuleran serta kefavoritan perang konvensional yang mengerahkan militer secara terbuka, pasca berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945) akhirnya meredup, terutama semenjak Perang Dingin (Cold War) usai ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet selaku “mbah”-nya Komunisme. Muncul beberapa model perang baru sebagai reaksi atas dinamika politik tersebut, seperti proxy war (perang boneka, atau ...

Read More »

Misteri Penguasa Palembang (1407-1528), dari Era Laksamana Cheng Ho sampai Menjelang Kekuasaan Ki Gede ing Suro

Pada sekitar tahun 1407, po-lin-fong (Palembang) kedatangan armada Cheng Ho bersama bala tentaranya yang diperkirakan berjumlah 27.800 orang. Tujuan pasukan perang Dinasti Ming ini adalah untuk menumpas kelompok penguasa perairan sungai Musi yang dipimpin oleh Chen Tsu Ji yang merupakan mantan petinggi angkatan laut Dinasti Yuan. 1. Syahbandar Shi Jinqing Selepas keberhasilan menumpas ...

Read More »

Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang

Ketika Dinasti Ming berhasil menguasai daratan Cina, salah seorang perwira angkatan laut Dinasti Yuan, yang bernama Chen Tsu Ji, melarikan diri ke po-lin-fong (Palembang). Kedatangan Chen Tsu Ji membawa ribuan orang pengikutnya, dan membangun basis kekuatan disekitar sungai musi. Pengikut Chen Tsu Ji ini, kemudian menguasai wilayah perairan Sungsang sampai ...

Read More »

Geopolitik Membaca Isu OPM di Papua

Untuk saat ini, status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bagi OPM di Papua sudah tepat. Kenapa? Di mata negara, peran atau kiprah OPM dikecilkan, hanya selevel kriminal biasa bukan separatis. Memang ada tarik menarik perihal status ini. Ada usulan agar statusnya ditingkatkan menjadi separatis, dan seterusnya sesungguhnya —untuk saat ini— malah ...

Read More »

Kerancuan Implementasi Geopolitik

Bung Karno (BK) menyatakan bahwa setiap manusia tidak dapat dipisahkan dari tempat tinggalnya, atau rakyat tak bisa dipisah dari bumi tempat mereka berpijak. Itu pokok-pokok ajaran (geopolitik) BK yang masih relevan hingga kini. Ia menekankan, untuk mengubah suatu bangsa menjadi besar, ada tiga faktor yang harus dipahami yaitu sejarah lahirnya ...

Read More »