Sunday , February 17 2019
Home / Budaya (page 26)

Budaya

Seluk Beluk Hukum Karma

Secara sederhana hukum karma atau sebab akibat dapat dipahami dengan logika sederhana pula. Sebagaimana dalam rumus yang mempunyai dalil “ada asap, berarti ada api”. Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan “ada akibat, tentu ada penyebabnya pula”. Yang jelas di dalam hukum karma terdapat pola hubungan erat antara penyebab dan akibatnya. ...

Read More »

Wirid Purba Jati; Mengungkap Misteri Tuhan

Dalam beberapa agama samawi, menggambarkan keadaan Tuhan adalah “ranah terlarang” atau ruang lingkup yang musti dihindari, tidak menjadi pembahasan dengan obyek Dzat secara datail dan gamblang. Dengan alasan bahwa Tuhan sebagai Dzat yang amat sangat sakral. Maka menggambarkan keadaan Dzat Tuhan pun manusia dianggap tidak akan mampu dan akan menemui ...

Read More »

Filosofi Semar

 Filosofi, Biologis Semar Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul ...

Read More »

Kejayaan Mataram

Bait 02 Adapun Ki Ageng Tarub itu sebenarnya putra Dewi Rasawulan yaitu putri tumenggung Tuban Wilatikta yang perkasa ia pun adik Raden Said, yang disebut juga Sunan Kalijaga Ki Ageng itu menikah dengan Dewi Nawang Wulan dan menurunkan seorang anak wanita bernama Dewi Nawangsih maka dengan Dewi Nawangsihlah Bondan Kejawan ...

Read More »

Kekawin Kresnayana

Pupuh 3 (bait 1-10) : Raja Kresna mengadakan upacara penyucian kerajaan. Seorang arsitek dari surga bernama Wiswakarmma dipanggil untuk memperindah istana, Dewa Baruna dipanggil untuk mengundurkan hempasan ombak laut. Dewa kekayaan dipanggil untuk menambah penghasilan rakyatnya. Dewa Bayu diminta untuk memindahkan tempat berkumpul para dewa Dwarawati. Pupuh 4 (bait 1-8) ...

Read More »

Ajaran Falsafah Ketuhanan dan Kemanusiaan dari Situs Gunung Padang

http://www.kalangsunda.net/situsgunungpadang.htm Jauh sebelum jaman Megaliticum, di daerah Tatar Sunda sudah berpenduduk yang disebut manusia Sunda yang menganut agama Sunda dan menjalankan tatanan yang disusun menjadi tatanan Sunda. Kepercayaan mereka mengenai Tuhan yaitu wujud gaib yang tak dapat digambarkan dan tidak mampu manusia memberi nama-Nya, karena tidak dapat dibanding-bandingkan dengan sesuatu ...

Read More »

Dari WS Rendra: Megatruh Kambuh

Zaman “Kalatida” adalah zaman ketika akal sehat diremehkan. Perbedaan antara benar dan salah, baik dan buruk, adil dan tak adil, tidak digubris. Krisis moral adalah buah dari krisis akal sehat. Kekuasaan korupsi merata dan merajalela karena erosi tata nilai terjadi di lapisan atas dan bawah. Zaman “Kalabendu” adalah zaman yang ...

Read More »

Benang Merah ‘Kabuyutan’

Seperti halnya Situs Gunung Padang dan Selareuma, Gunung Lalakon maupun Gunung Sadahurip ‘Piramida’ yang dianggap sebagai kabuyutan, menurut Naskah Puru Sangkara  dan Carita Ratu Pakuan, juga Sanghyang Hayu, dikeramatkan dan disakralkan sebagai tempat menempa  jiwa untuk menyiapkan pemuka agama yang handal. Pembebasan Gunung Lalakon, Sadahurip,  maupun Pasir Ringgit, yang ditengarai ...

Read More »

Sejarah Gerakan Theosofi di Indonesia: Persentuhannya dengan Elit Modern Indonesia (3)

Seperti diceritakan dalam tulisan sebelumnya, Mohammad Hatta menolak bujukan Theosofi agar ia mau bergabung sebagai anggotanya. Dengan dalih bahwa Theosofi bukanlah agama, melainkan sebuah perkumpulan persaudaraan, tokoh Theosofi kala itu yang bernama Ir. Fournier terus meyakinkan Hatta agar masuk dalam perkumpulan yang didirikan oleh Madame Blavatsky ini. Untung saja Mohammad ...

Read More »