Tuesday , September 25 2018
Home / Budaya (page 20)

Budaya

Rasiah Priangan (Wawacan Karaman)

Kawitan anoe digoerit, didanding dikarang témbang, manawi djadi katembong, ari nganggo génding témbang, kaanggo landing bingbang, manawi djadi panjamboeng, dongeng baheula dikarang. Malah mandar jadi résmi, Ieu tjarita utama, Lalakonna langkoeng rame, Anu disarabét ama, Ku sadaya djéléma, Oerang Bandoeng prantos bakoe, Njébut ama Raksapradja. Hanjakal moen teu didangding, Noe ...

Read More »

Naskah Kuno Indonesia Terus Mengalir ke Luar Negeri

Naskah-naskah kuno milik Indonesia banyak diincar oleh asing. Meski sudah ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 yang mengatur tentang larangan penjualan benda cagar budaya, termasuk di dalamnya naskah-naskah kuno, kenyataannya praktik tersebut masih terus terjadi. Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) yang tengah menimba ilmu di Tokyo, Jepang, Oman Fathurahman, ...

Read More »

Serat Kabar Kiyamat

PUPUH I ASMARADANA || Ingsun amiwiti amuji | anebut namaning Yang Sukma | kang murah ing dunya mangke | tembe asih ing ngaherat | kang pinuji tan pegat | angganjar wong kawlas ayun | angapura wong kang doasa || || Milane kawula amuji | maring Allah ingkang mulya | panedhahena ...

Read More »

Rajah Siliwangi

Amit ampun nun paralun Ka Gusti nu Maha Suci Neda pangjiad pangraksa Para abdi-abdi seni Seja ngaguar laratan Titis waris nini aki Ngembatkeun jalan laratan katampian geusan mandi Ka leuwi sipatahunan leuwi anu ngaruncang diri-diri anu sakiwari Rek muru lurung tujuh ngaliwat ka pajajaran bongan hayang pulang anting Padungdengan padungdengan ...

Read More »

20 Strategi Perang Orang Sunda Abad Ke-16

Strategi orang Sunda dulu dalam berperang, belumlah banyak dibahas, Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16. Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, hanya panglima peranglah yang tahu 20 strategi ini. (Saleh Danasasmita, dkk., 1987) 1. Makarabihwa. Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. ...

Read More »

Asal-Usul Bangsa Nusantara (Asli keturunan Nabi Nuh AS)

Pada kesempatan ini, kembali saya mengajak para pembaca sekalian untuk mengulik sejarah Nusantara. Dan untuk kali ini saya pun mengajak Anda sekalian untuk menelusuri asal usul bangsa kita. Karena yakinlah bahwa Anda akan semakin bangga menjadi orang Indonesia, sehingga tidak perlulah terlalu mengagungkan bangsa-bangsa lain. Karena sejatinya kita ini adalah ...

Read More »

Wisanggeni

Dikisahkan Arjuna diminta oleh para dewa untuk menghentikan keganasan raksasa Niwatakawaca yang mengobrak-abrik kahyangan Jonggringsaloka untuk meminta Dewi Supraba sebagai istrinya. Karena para dewa tidak ada yang mampu mengalahkan Niwatakawaca maka Batara Guru mengeluarkan sayembara, barang siapa dapat mengalahkan Niwatakawaca akan dijodohkan dengan Dewi Dresanala, putri dari Batara Brahma. Dan ...

Read More »

Terjemahan Lengkap Naskah Nagarakertagama

Pupuh 1 Om! Sembah pujiku orang hina ke bawah telapak kaki pelindung jagat. Siwa-Budha Janma-Bhatara senantiasa tenang tenggelam dalam samadi. Sang Sri Prawatanata, pelindung para miskin, raja adiraja di dunia. Dewa-Bhatara, lebih khayal dari yang khayal, tapi tampak di atas tanah. Merata serta meresapi segala makhluq, nirguna bagi kaum Wisnawa. ...

Read More »

Ajaran Leluhur Bangsa Nusantara

Dalam filosofi dasar Nusantara dikenal adanya motto  “Memayu hayuning bawana” atau menyelematkan dan mensejahterakan alam semesta raya”. Identik dengan doktrin Islam yakni ”Hablumin alami”. Oleh sebab itu dalam menghargai sesama  mahkluk Tuhan Seru Sekalian Alam, nenek moyang menamakan bumi dengan Ibu dan angkasa (langit) dengan Bapa (ayah). Dan sebagai negara agraris telah dipetakan adanya “Pawukon” yakni  Ilmu Perbintangan Jawa (30 rasi berumur 210 hari) dan pedoman perputaran iklim yang memiliki siklusnya masing-masing yang disebut dengan “Pranata Mangsa” yang dikenal sejak abad XIX SM, dua abad sebelum ditemukannya ilmu perbintangan purba bangsa Peru. A. FILOSOFI  IBU BUMI Bumi oleh nenek moyang disebut sebagai Ibu Bumi, Ibu Pertiwi atau Ibu Shinta. Mengapa karena bumi sebagai tempat dimana manusia lahir dan kemana jasad kelak berbaring. Bumi yang memberikan kehidupan seluruh mahkluk hidup di dunia ini. Manusia makan dan minum dari sari-sarinya bumi lewat flora-fauna maupun air. Oleh sebab itu setiap bapak tani memulai menanam padi ataupun  memanennya senantiasa diiringi dengan upacara ritual termasuk rasa syukur dengan istilah sedekah bumi, bersih desa dll.  ...

Read More »

Indonesia Itu “Mimpi Buruk” Bagi Singapura

Penulis : M Arief Pranoto, Research Assiciate GFI Jika bicara konfrontasi terbuka, sebenarnya cukup dengan 1000-an roket dari Aceh atau Medan niscaya Singapura bakal minta-minta ampun angkat bendera putih, kayak Israel sewaktu menggelar operasi militer bertajuk Pillar of Cloud dan Cast Lead di Palestina. Persoalannya, bangsa ini telah dilumpuhkan pemahaman ...

Read More »