Saturday , July 20 2019
Home / Budaya (page 2)

Budaya

Nasehat Sunan Kalijaga Dalam Lagu Sluku-Sluku Bathok

Sluku-Sluku Bathok Bathoke Ela Elo Si Rama Menyang Solo Oleh-Olehe Payung Mutho Mak Jenthit Lolo Lo Bah Yen Mati Ora Obah Yen Obah Medeni Bocah Yen Urip Goleko Duwit Berikut makna bathinnya : Sluku-Sluku Bathok Artinya : hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja, Waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga ...

Read More »

Sejarah Asal Usul Perayaan Tahun Baru Masehi

Tiap kali menjelang malam pergantian tahun (Kalender Masehi), milyaran orang di penjuru dunia merayakannya. Tiupan terompet, pesta kembang api, hingar bingar pertunjukkan musik, pesta pora di hotel-hotel berbintang atau tempat wisata, hingga ucapan “Selamat Tahun Baru” atau “Happy New Year” berkumandang di mana-mana. Tapi, tak banyak yang mengetahui sejarah di ...

Read More »

MRT Ratangga dan Sejarah Obsesi Pejabat terhadap Dunia Wayang

Sejak zaman Orde Baru, pemerintah sering menamai benda-benda publik berteknologi tinggi dengan nama dari dunia wayang, termasuk kini pada MRT Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan nama rangkaian kereta MRT atau Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu pada Senin (10/12/2018) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Nama yang diambil untuk rangkaian kereta ...

Read More »

Penjajahan Hening Ala Cina

Telaah Kecil Geopolitik atas Terbitnya Alipay dan WeChat di Indonesia Kepentingan nasional yang paling utama ialah kedaulatan negara. Ia tegak lurus, mutlak dan merupakan kekuasaan tertinggi atas penduduk, teritorial beserta isi dan dinamika baik di atas permukaan maupun yang di bawah permukaan oleh suatu sistem negara. Sekali lagi, bahwa kedaulatan ...

Read More »

Pergantian Presiden Tahun 2019 (1440 H) menurut Kitab Mandiyatul Badiyah Karya Tengku Syiah Kuala Negeri Aceh

“Kejayaan Nusantara Akan Terwujud Setelah Terjadinya Hura Hara (Goro-Goro) Dengan Tumbangnya Kekuatan KUNING dan MERAH oleh Pemimpin Adil Bijaksana Yang Akan Hadir Pada Tahun 1440 H (2019 M)” Syahdan, sebuah hikayat dalam Kitab Mandiyatul Badiyah yang terkenal di Negeri Aceh, menyebutkan bahwa Syekh Abdul Rauf Syiah Kuala dan Sultan Iskandar ...

Read More »

Tak Sekadar Trend Pembalikan Nilai, Sinau Bareng Sengkuni; Memaknai Proses Menuju #Sengkuni2019 – Bagian 2

Dunia saat ini sedang mengalami kembali pembalikan nilai baku. Di setiap masa sejak dulu ketika dunia sedang pada titik puncak kejenuhan peradaban, maka selalu terjadi pembalikan nilai itu. Setelah sekian lama peradaban kita berjalan dengan penuh uswah heroik dari berbagai kisah, sekarang orang sudah tidak begitu tertarik dengan heroisme seperti ...

Read More »

Sengkuni Gugat Budaya Beku; Memaknai Proses Menuju #Sengkuni2019 – Bagian 1

Dalam setiap epos yang dilahirkan oleh kebudayaan-kebudayaan dunia, hal paling sederhana adalah terdapatnya tokoh protagonis dan antagonis, hero dan villain kalau dalam dunia komik. Sebuah epos yang sangat melekat di hati masyarakat tertentu, kemudian menemukan dirinya berada dalam perjalanan mengarungi waktu bersama kebudayaan itu sendiri. Itulah kenapa setiap epos selalu ...

Read More »

Indonesia Laboratorium Tanaman Obat Terbesar di Dunia

Nenek  moyang kita memanfaatkan flora kekayaan alam itu dengan cerdas. Dikenal istilah jamu untuk menyebut ramuan dari tanaman obat. Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman  hayati terbesar di dunia. Kurang lebih 30.000 jenis tumbuhan dan sekitar 7.000 di antaranya berkhasiat obat. Terdapat 45 macam obat penting yang beredar di Amerika ...

Read More »

Haidar Bagir: Tasawuf Akal, Toleransi, dan Pembelaan Terhadap Syiah

Mizan—yang dalam bahasa Arab artinya “seimbang”—segera jadi buah bibir tatkala menerbitkan buku pertama sekaligus jadi penanda masuknya mereka dalam gelanggang bisnis penerbitan Indonesia pada 1983. Buku tersebut berjudul Dialog Sunnah-Syi’ah: Surat-menyurat antara asy-Syaikh Salim Al-Bisyri Al-Maliki, Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir, dan As-Sayyid Syarafuddin As-Musawi Al-‘Amili, seorang ulama besar Syi’ah. Buku ...

Read More »

Jendela Hati Buat Prajurit Sejati

Bukan Jabatan, Melainkan Jiwa Menjadi tentara tidak sama dengan menjadi Bupati, Gubernur, Menteri atau Presiden. Tentara itu jiwa, Presiden itu jabatan. Jabatan Presiden akan ditinggalkan dan meninggalkan (dengan paksa) orang yang menyandangnya, sedangkan ketentaraan adalah jiwa yang menyatu dengan manusianya, adalah ruh yang tak bisa dicopot kecuali oleh pengkhianatan dan ...

Read More »