Monday , July 23 2018
Home / Budaya (page 2)

Budaya

Dunia Tergantung Indonesia

Judul di atas niscaya memunculkan beberapa perdebatan baik ringan, sedang, hingga debat berat berklasifikasi filsafat maupun geopolitik. Tentunya, “Itu fiktif atau fakta; mitos atau sekedar mimpi; fiksi atau realitas; itu opini atau cuma “onani” (menyenangkan diri sendiri)?” Maka entah mitos, fiktif, opini ataupun fiksi, penulis teringat nasehat leluhur dulu: “Dunia ...

Read More »

Bangsa Tumbal Sistem

Jangan bermain-main dengan sistem (konstitusi) negara, karena kelak bangsa yang menjadi “tumbal”-nya. Kenapa? Karena rentetannya sangat berbahaya bagi keselamatan negara. Apabila ternyata sistem dimaksud justru pro terhadap kepentingan asing (kolonialisme). Mengapa? Betapa akan bercokol para penghianat, boneka, pion-pion, pecundang, koruptor, blandis, kompromis, dan lain-lain pada sistem tersebut baik mulai dari top ...

Read More »

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya

Kepopuleran serta kefavoritan perang konvensional yang mengerahkan militer secara terbuka, pasca berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945) akhirnya meredup, terutama semenjak Perang Dingin (Cold War) usai ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet selaku “mbah”-nya Komunisme. Muncul beberapa model perang baru sebagai reaksi atas dinamika politik tersebut, seperti proxy war (perang boneka, atau ...

Read More »

Misteri Penguasa Palembang (1407-1528), dari Era Laksamana Cheng Ho sampai Menjelang Kekuasaan Ki Gede ing Suro

Pada sekitar tahun 1407, po-lin-fong (Palembang) kedatangan armada Cheng Ho bersama bala tentaranya yang diperkirakan berjumlah 27.800 orang. Tujuan pasukan perang Dinasti Ming ini adalah untuk menumpas kelompok penguasa perairan sungai Musi yang dipimpin oleh Chen Tsu Ji yang merupakan mantan petinggi angkatan laut Dinasti Yuan. 1. Syahbandar Shi Jinqing Selepas keberhasilan menumpas ...

Read More »

Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang

Ketika Dinasti Ming berhasil menguasai daratan Cina, salah seorang perwira angkatan laut Dinasti Yuan, yang bernama Chen Tsu Ji, melarikan diri ke po-lin-fong (Palembang). Kedatangan Chen Tsu Ji membawa ribuan orang pengikutnya, dan membangun basis kekuatan disekitar sungai musi. Pengikut Chen Tsu Ji ini, kemudian menguasai wilayah perairan Sungsang sampai ...

Read More »

Geopolitik Membaca Isu OPM di Papua

Untuk saat ini, status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bagi OPM di Papua sudah tepat. Kenapa? Di mata negara, peran atau kiprah OPM dikecilkan, hanya selevel kriminal biasa bukan separatis. Memang ada tarik menarik perihal status ini. Ada usulan agar statusnya ditingkatkan menjadi separatis, dan seterusnya sesungguhnya —untuk saat ini— malah ...

Read More »

Kerancuan Implementasi Geopolitik

Bung Karno (BK) menyatakan bahwa setiap manusia tidak dapat dipisahkan dari tempat tinggalnya, atau rakyat tak bisa dipisah dari bumi tempat mereka berpijak. Itu pokok-pokok ajaran (geopolitik) BK yang masih relevan hingga kini. Ia menekankan, untuk mengubah suatu bangsa menjadi besar, ada tiga faktor yang harus dipahami yaitu sejarah lahirnya ...

Read More »

Warisan Kearifan dan Keteladanan Prabu Siliwangi

Kepopuleran Prabu Siliwangi di kalangan masyarakat Sunda dan Nusantara sangatlah tinggi, sehingga kadang melampaui dimensi sejarah dan menembus batas mitologis dan legendaris. Namun demikian, bagi sebagian generasi muda –yang sudah banyak terpapar dan terimbas teknologi informasi modernisme global-  legenda sejarah Prabu Siliwangi itu belumlah terlalu menyebar merata, Padahal warisannya sangat ...

Read More »

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Tak banyak yang mau menelisik mengapa raja-raja di Nusantara itu secara umum bergelar Raja/Penguasa Bumi atau Semesta. Mari kita perhatikan gelar-gelar yang pernah digunakan oleh para Sultan atau Raja Nusantara kita: 1. Ratu/Raja Mangku-RAT (Palembang) 2. Sultan Tangka Alam Bagagar (Pagaruyung) 3. Sultan Natadiningrat (Cirebon) 4. Sultan Zhilullah fil Alam (Bima) 5. Sultan Hamengkubuwana ...

Read More »

Rahasia di Balik 40 Hari

Dalam khasanah Kejawen angka 40 memiliki makna penting sekali (keramat). Karena di dalamnya terkandung sebuah rahasia kehidupan sebagaimana dimaksud dalam ungkapan “kakangne lembarep, adine wuragil” atau kakaknya sulung, adiknya bungsu (Lihat posting; Pintu Pembuka Rahasia Spiritual Raja-Raja Mataram/Wirit Maklumat Jati/Wirit Saloka Jati). Ungkapan itu bermakna bahwa kelahiran kita di dunia ...

Read More »