Sunday , November 18 2018
Home / Budaya (page 10)

Budaya

Panca Kawidaksanaan

Panca Kawidaksanaan untuk Brahmana Satria Prawiratama menuju Nagara Tengtrem Kerta Raharja Brahmana artinya tokoh yang dituakan, pemimpin atau imam. Ia wajib berpegang teguh pada “Panca Kawidaksanaan” dalam menjalankan laku hidup di dunia. “Panca Kawidaksanaan” artinya “Lima Kebijaksanaan”, terdiri dari: 1. Widaksana Nata Sasmita Setiap Brahmana yang telah dianugerahkan oleh Allah ...

Read More »

Maiyah Rahmatan Lil ‘Alamin

Empat tahun menjadi “gelandangan” di negeri orang, menelusuri hutan belantara, berpetualang mencari jati diri. Orang mungkin beranggapan kuliah di luar negeri adalah hal yang wah. Tapi, buat aku, kuliah di luar negeri adalah belajar bagaimana meneropong Nusantara dengan kamera long shoot. Karena kita baru akan melihat sesuatu keseluruhannya justru ketika ...

Read More »

Konsep Islam dan Nasionalisme serta Implikasinya dalam Kehidupan Bernegara

Konsep Islam dan Nasionalisme serta Implikasinya dalam Kehidupan Bernegara[1] Oleh: Achmad Muhibbin Zuhri[2] Relevansi dan Fokus Sebagai negeri yang mayoritas warganya muslim ini, diskursus hubungan Islam dan Nasionalisme telah berlangsung sejak didirikannya Republik Indonesia. Diskursus ini mulai mengemuka dalam fenomena perumusan dasar negara. Misalnya bisa dibaca dalam perdebatan-perdebatan Soekarno di ...

Read More »

Benarkah Indonesia Bangsa Besar Tak Tertandingi? (Bagian 2)

Harusnya kita ini sudah hancur berkeping-keping ! Dalam teori matematis mestinya kehidupan kita sudah musnah babak belur, mengapa? Bencana tak kunjung henti….!!! digoncang mega musibah dari beribu penjuru, ada Tsunami di daerah istimewa Aceh, yang terbesar sepanjang abad ini yang dalam tempo 10 menit merengut lebih dari 200.000 nyawa lalu ...

Read More »

Benarkah Indonesia Bangsa Besar Tak Tertandingi? (Bagian 1)

Saya menuliskan artikel ini ditengah kepungan rasa “pesimisme” yang menghujani kehidupan atmosfer kita setiap hari. Sambil iseng-iseng, sekali-kali cobalah hitung secara sederhana beberapa persen tayangan-tayangan yang ada di TV yang isinya berupa “good news” (yang menginspirasi, memotivasi, menumbuhkan kreativitas, mencerdaskan, mencerahkan dan menjanjikan hari depan yang baik atau kabar-kabar gembira ...

Read More »

Alienasi manusia modern dan Ki Ageng Suyomentaram (1892 – 1962)

Tidak banyak orang masa kini  yang mengenal nama Ki Ageng Suryomentaram, seorang filsuf Jawa yang memiliki sumbangsih besar dalam pemikiran tentang hakikat kepribadian manusia. Meski namanya sempat disinggung di kalangan psikologi di Indonesia dan beberapa peneliti telah menggunakan ajaran beliau sebagai sumber menyusun model teoritik penelitiannya, reputasi Ki Ageng Suryomentaram ...

Read More »

Makrifat Suryomentaraman

“RUMAOS LERES punika, yen dipun ucapaken utawi dipun serat, temtu kirang candra langkung warna. Awit saking gaibipun, sampun ingkang pacakan manungsa, sanajan malaikat Mukarabin, boten sumerep. … tiyang ingkang wonten ing sak-intiping naraka TANSAH RUMAOS LERES.” (Buku ‘LANGGAR’) Kejernihan Ki Ageng Suryomentaram dan Rabindranath Tagore Kejernihan Ki Ageng Suryomentaram dan ...

Read More »

Sebab dan Akibat

Ki Ageng Suryomentaram Sebab dan akibat merupakan kelanjutan peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang berurutan dalam dimensi waktu. Peristiwa yang pertama disebut sebab, dan peristiwa berikutnya disebut akibat. Jadi peristiwa pertama dianggap menimbulkan peristiwa berikutnya. Misalnya cangkir jatuh lalu pecah. Jatuh dinamakan sebab, sedangkan pecah dinamakan akibat. Jadi ...

Read More »

Ilmu Jiwa Kramadangsa (4)

Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN IV Catatan-catatan yang lain pun semua dapat keliru, tetapi tidak akan saya terangkan satu persatu, karena akan makan banyak waktu. Selanjutnya saudara-saudara dapat meneliti bersama-sama kawan-kawan lain, atau dengan saudara-saudara yang baru mendengarkan sekarang. Jadi catatan-catatan yang berjuta-juta banyaknya dalam diri kita sendiri dapat keliru. Bila ...

Read More »

Ilmu Jiwa Kramadangsa (3)

Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN III (Bagian ketiga dan keempat disampaikan oleh Ki Ageng Suryomentaram) Tadi sudah diterangkan bahwa Kramadangsa, rasa nama sendiri, ialah pesuruh catatan-catatan; Maka boleh dikata, Kramadangsa ialah budak dari sebelas orang majikan. Setiap gerak-hati sesaat (bhs. Jawa: krenteg) yang muncul dalam rasa, tentu berasal dari rasa-hidup atau dari ...

Read More »