Tuesday , October 23 2018
Home / Budaya / Kebangsaan (page 5)

Kebangsaan

Panglima TNI Serukan Semua Komponen Bangsa Bersatu Kelola SDA Indonesia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bersatu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, demi kepentingan dan kemakmuran rakyat. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI dihadapan 800 peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Rakernas KLHK) Republik Indonesia, bertempat di Auditorium DR. Soejarwo Gedung ...

Read More »

Korupsi, Racun Mematikan Bagi Manusia dan Negara

Apa yang paling ditakuti pejabat tapi sekaligus disukai? ‘Jawabannya’ korupsi. Tapi memang jalan pintas termudah mendapat uang adalah dengan memanfaatkan jabatan, memanfaatkan kesempatan selama berkuasa. Walaupun tetap ada juga pejabat yang bertahan pada posisi ingin bersih dari upaya pemanfaatan atau dimanfaatkan terkait jabatannya. Uang hasil korupsi itu manis tetapi beracun. ...

Read More »

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Tak boleh dipungkiri, teori-teori geopolitik itu erat kaitannya dengan angan-angan (desire) perumusnya. Kenapa? Tidak ada suatu teori geopolitik pun yang bisa diterima oleh semua bangsa dan/atau negara. Bahkan ada pendapat, bahwa geopolitik sebagai pandangan politik, hanya dijadikan alat justifikasi ekspansi bagi negara perumus atau penyusunnya. Maka usai Perang Dunia II tempo doeloe, ...

Read More »

Basis Terakhir Kekuatan Bangsa

Pada tahun 1987 diselenggarakan sebuah lokakarya di pegunungan Cameron, Malaysia dengan tema “perdamaian dan tranformasi global”. Program tersebut mempertemukan para cendikiawan yang menaruh perhatian pada suku-suku asli di Asia Tenggara dan aneka ragam bentuk perjuangan mereka untuk perdamaian dan pembangunan diri. Lokakarya tersebut sebagai bagian dari riset dan program UNU ...

Read More »

Melawan Hegemoni Kolonialis

Apa sebab Indonesia bisa dijajah cukup lama oleh kolonialisme Belanda? Banyak orang yang bilang, Indonesia kala itu kalah unggul di bidang teknologi, khususnya teknologi kemiliteran. Juga karena kolonalisme menguasai pengetahuan modern kala itu. Penjelasan itu ada benarnya, tetapi belum memadai. Belanda hanyalah negeri kecil di Eropa sana; luasnya hanya seperempat ...

Read More »

Islam Warna-Warni dan Persatuan Bangsa

NKRI digadang-gadang telah mencapai bentuk final sebagai sebuah bentuk negara. Namun setelah melewati setengah abad kemerdekaan, permasalahan bentuk negara masih menjadi isu krusial di tengah masyarakat. Sebagai negeri yang mayoritas warganya muslim, diskursus hubungan Islam dan Nasionalisme telah berlangsung sejak didirikannya Republik Indonesia. Diskursus ini mulai mengemuka dalam fenomena perumusan ...

Read More »

Bangsa Yatim Piatu

Bangsa Indonesia segera akan tiba pada salah satu puncak eskalasi pertengkarannya di antara mereka sendiri sesaudara. Salah satu hasil minimalnya nanti adalah tabungan kebencian, dendam dan permusuhan masa depan yang lebih mendalam. Maksimalnya bisa mengerikan. Kita sedang menanam dan memperbanyak ranjau-ranjau untuk mencelakakan anak cucu kita sendiri kelak. Masing-masing yang ...

Read More »

Pandawayudha

Kalau pesawat mengalami turbulence, hati penumpangnya galau, perasaannya hancur dan pikirannya buntu. Apalagi kalau guncangannya semakin menjadi-jadi, seluruh jiwa raga serasa lumpuh. Apa saja yang dilakukan, tidak ada benarnya. Berdiri, miring ke kanan miring ke kiri, terbanting ke depan atau terjengkang ke belakang. Semua gerakan salah. Semua inisiatif mencelakakan. Segala ...

Read More »

Tantangan Moral Anak Bangsa

Sekitar tahun 2002, ketika buku Jakarta Undercover (2002), karya Muammar MK, masih dipasarkan secara indie dan belum menjadi buku best-seller, penulis menyampaikan kepada pengurus MUI DKI tentang isi buku tersebut. Tujuan penulis adalah untuk bahan masukan kepada MUI tentang fenomena pergaulan bebas (free sex) di masyarakat yang sudah begitu parah, ...

Read More »

Ancaman Radikalisme Islam di Indonesia (Bagian Kedua Habis)

Deradikalisasi memiliki dua makna: pemutusan (disengagement) dan deideologisasi (deideologization). Pemutusan artinya mendorong kalangan radikal untuk mereorientasi diri melalui perubahan sosial-kognitif sehingga mereka meninggalkan norma, nilai, aspirasi dan perilaku yang diikuti sebelumnya, menuju norma baru. Sedangkan deideologisasi dimengerti sebagai kontra ideologi yang mengacu pada upaya menghentikan pemahaman dan penyebaran ideologi radikal.[1] ...

Read More »