Thursday , June 21 2018
Home / Budaya / Kebangsaan

Kebangsaan

Dunia Tergantung Indonesia

Judul di atas niscaya memunculkan beberapa perdebatan baik ringan, sedang, hingga debat berat berklasifikasi filsafat maupun geopolitik. Tentunya, “Itu fiktif atau fakta; mitos atau sekedar mimpi; fiksi atau realitas; itu opini atau cuma “onani” (menyenangkan diri sendiri)?” Maka entah mitos, fiktif, opini ataupun fiksi, penulis teringat nasehat leluhur dulu: “Dunia ...

Read More »

Bangsa Tumbal Sistem

Jangan bermain-main dengan sistem (konstitusi) negara, karena kelak bangsa yang menjadi “tumbal”-nya. Kenapa? Karena rentetannya sangat berbahaya bagi keselamatan negara. Apabila ternyata sistem dimaksud justru pro terhadap kepentingan asing (kolonialisme). Mengapa? Betapa akan bercokol para penghianat, boneka, pion-pion, pecundang, koruptor, blandis, kompromis, dan lain-lain pada sistem tersebut baik mulai dari top ...

Read More »

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya

Kepopuleran serta kefavoritan perang konvensional yang mengerahkan militer secara terbuka, pasca berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945) akhirnya meredup, terutama semenjak Perang Dingin (Cold War) usai ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet selaku “mbah”-nya Komunisme. Muncul beberapa model perang baru sebagai reaksi atas dinamika politik tersebut, seperti proxy war (perang boneka, atau ...

Read More »

Geopolitik Membaca Isu OPM di Papua

Untuk saat ini, status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bagi OPM di Papua sudah tepat. Kenapa? Di mata negara, peran atau kiprah OPM dikecilkan, hanya selevel kriminal biasa bukan separatis. Memang ada tarik menarik perihal status ini. Ada usulan agar statusnya ditingkatkan menjadi separatis, dan seterusnya sesungguhnya —untuk saat ini— malah ...

Read More »

Kerancuan Implementasi Geopolitik

Bung Karno (BK) menyatakan bahwa setiap manusia tidak dapat dipisahkan dari tempat tinggalnya, atau rakyat tak bisa dipisah dari bumi tempat mereka berpijak. Itu pokok-pokok ajaran (geopolitik) BK yang masih relevan hingga kini. Ia menekankan, untuk mengubah suatu bangsa menjadi besar, ada tiga faktor yang harus dipahami yaitu sejarah lahirnya ...

Read More »

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Tak banyak yang mau menelisik mengapa raja-raja di Nusantara itu secara umum bergelar Raja/Penguasa Bumi atau Semesta. Mari kita perhatikan gelar-gelar yang pernah digunakan oleh para Sultan atau Raja Nusantara kita: 1. Ratu/Raja Mangku-RAT (Palembang) 2. Sultan Tangka Alam Bagagar (Pagaruyung) 3. Sultan Natadiningrat (Cirebon) 4. Sultan Zhilullah fil Alam (Bima) 5. Sultan Hamengkubuwana ...

Read More »

Ketajaman Visi Raja Sri Indrawarman dalam Menentukan Nasib Geopolitik Nusantara

Bila kita membuka catatan sejarah awal masuknya Peradaban Islam di Nusantara, maka kita akan mendapati data sejarah berupa surat resmi yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya Sri Indrawarman atau juga dikenal sebagai Sri Indravarman kepada penguasa Islam Khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani Umayyah pada 717 M. Sebelumnya Raja Sri Indrawarman ...

Read More »

Sarjawala: Sirna Ilang Kertaning Bhumi

Akar Nuswantara berarti mengacu pada wilayah kepulauan (archipelago) prakolonial yang sudah dikenal sejak beberapa milenium sebelum kolonial menghapusnya dengan nasionalisme dan negara-bangsa. Bilveer Singh menyatakan posisi sentral abadi dari Nuswantara sebagai perlintasan kargo dagang transkontinental. Hal ini masih terjadi karena untuk kargo-kargo besar tetap menggunakan jalur lautan bukan jalur darat ...

Read More »

Islam Akan Pamit dari Indonesia?

Saya pernah membaca dari buku sejarah yang menjelaskan bahwa, Islam pernah jaya di Andalusia (Spanyol dan Portugal/Portugis). Pada waktu kejayaannya, jumlah muslim Andalusia mencapai 80% dari seluruh jumlah penduduknya. Karena ummat Islam tidak menjaganya dengan baik, akhirnya Islam di Andalusia hilang dan Andalusia jatuh ke tangan orang-orang Nasrani. Seluruh muslim ...

Read More »

Konfigurasi Gerakan Islam Radikal di Indonesia

Wawancara yang pernah dilakukan Harian Bangsa (HB) dengan KH Dr. Imam Ghazali Said, MA (IGHAS), cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal penting untuk dipublikasikan lagi. Karena saat ini, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi, mendapat serangan bertubi-tubi dari kelompok Islam radikal, baik yang berpaham wahabi maupun yang beraksi secara trans-nasional. ...

Read More »