Wednesday , August 22 2018
Home / Budaya / Kebangsaan

Kebangsaan

Refleksi Kemerdekaan Jalaludin Rahmat : Ratu Adil ?

Sekiranya Belanda memerintah dengan adil, kita tak akan melakukan perjuangan Kemerdekaan. Seandainya Jepang tidak melakukan penindasan, kita tidak akan memproklamasikan Kemerdekaan. Karena itu, ketika mensyukuri Kemerdekaan, syukurilah perbuatan zalim dan penindasan para penjajah kita. Ucapan ini keluar dari pembicara pada sebuah peringatan syukuran yang diselenggarakan salah satu organisasi pemuda Islam ...

Read More »

Ada Kejayaan Bangsa di Balik Panggung Indonesia

Titip Pointers Geopolitik untuk Capres/Cawapres Kumpulan huruf disebut “kata,” di dalam kata ada “arti”. Untaian kata ialah “kalimat,” di sana ada “maksud”. Rangkaian kalimat disebut “paragraf,” di dalamnya terdapat “makna”. Susunan paragraf disebut “narasi,” dan di dalam narasi ada “agenda,” baik itu hidden (tersembunyi) agenda maupun agenda terbuka. Sekumpulan agenda ...

Read More »

Meredakan Ketegangan Jelang Pilpres

Amanah Pemimpinnya, Sejahtera Rakyatnya, dan Berkah Negerinya Penolakan terhadap kedatangan relawan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, di Batam memunculkan beragam reaksi. Sebagian warga menyesalkan insiden tersebut, sebagian lain menganggap itu imbalan setimpal bagi Neno. Mereka yang kontra dengan gerakan politik yang Neno gulirkan mengatakan, tertahannya Neno selama empat jam di bandara Hang ...

Read More »

Mem-barat-kan Indonesia

Indonesia negara kaya akan budaya, alam, dan wilayah kepulauan semenanjung nusantara. Terbersit harapan dari warganya supaya menjadi negara makmur dan maju karena setumpuk kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. Tak heran banyak negara yang melirik Indonesia sebagai objek primadona para wisatawan, pelaku bisnis, dan sebagainya. Masyarakatnya mengemban amanah untuk ...

Read More »

Islam dan Ego Kekuasaan (2)

Islam dan Perilaku Ummat Islam? Apa itu Islam? Pertanyaan ini cukup sulit bila ingin dijawab secara sosiologis, empiris dan antropologis. Islam  secara sederhana adalah agama yang dianut oleh orang-orang Muslim. Lalu apa seorang Muslim itu? Seorang Muslim semata-mata adalah orang yang menyebut dirinya sendiri Muslim. Secara konsepsional dibuktikan dengan syahadat ...

Read More »

Islam dan Ego Kekuasaan? (1)

Islam sebagai Agama ada karena Muhammad saw. Setelah Rasul saw wafat, maka Islam sudah tiada lagi (di Madzhab Sunnah), yang ada adalah Interpretasi Islam. Sebab Hakim Tunggal yang menyatakan ini benar -atau salah sudah berpecah menjadi sejumlah sahabat. Dan kesepakatan-kesepakatan mereka itulah yang dianggap benar (walaupun seringkali tidak pernah ada ...

Read More »

Nabi Muhammad SAW telah Menyaksikan Nusantara yang penuh Berkah dan Kebangkitannya di masa Depan

Seorang budayawan dan ulama Nurcholish Madjid mencatat ada indikasi sejak zaman Nabi Sulaiman bahwa Arab mengimpor kapur untuk dibuat minuman tonic dari Barus (orang-orang Melayu di wilayah sumatera) sehingga menjadi perumpamaan kehidupan surgawi yang di abadikan dalam Al-Qur’an (wayusqauna biha ka’san kana mizajuha kafura). Ada sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang ...

Read More »

Persatuan dan Kemajemukan Indonesia Mencari Visi Baru serta Perekat Sejarahnya

Tidak enak juga memulai makalah ini dengan pesimisme; atau dengan keresahan dan yang sejenis. Sebab betapa pun kusutnya keadaan yang kita alami sekarang, sekecil apa pun harapan dan optimisme masih diperlukan, agar ada pencerahan. Tetapi persoalannya bagaimana memulihkan kembali harapan dan optimisme, sedangkan kondisi sosial budaya masyarakat tidak terlalu memberikan ...

Read More »

Dunia Tergantung Indonesia

Judul di atas niscaya memunculkan beberapa perdebatan baik ringan, sedang, hingga debat berat berklasifikasi filsafat maupun geopolitik. Tentunya, “Itu fiktif atau fakta; mitos atau sekedar mimpi; fiksi atau realitas; itu opini atau cuma “onani” (menyenangkan diri sendiri)?” Maka entah mitos, fiktif, opini ataupun fiksi, penulis teringat nasehat leluhur dulu: “Dunia ...

Read More »

Bangsa Tumbal Sistem

Jangan bermain-main dengan sistem (konstitusi) negara, karena kelak bangsa yang menjadi “tumbal”-nya. Kenapa? Karena rentetannya sangat berbahaya bagi keselamatan negara. Apabila ternyata sistem dimaksud justru pro terhadap kepentingan asing (kolonialisme). Mengapa? Betapa akan bercokol para penghianat, boneka, pion-pion, pecundang, koruptor, blandis, kompromis, dan lain-lain pada sistem tersebut baik mulai dari top ...

Read More »