Wednesday , October 17 2018
Home / Budaya

Budaya

Haidar Bagir: Tasawuf Akal, Toleransi, dan Pembelaan Terhadap Syiah

Mizan—yang dalam bahasa Arab artinya “seimbang”—segera jadi buah bibir tatkala menerbitkan buku pertama sekaligus jadi penanda masuknya mereka dalam gelanggang bisnis penerbitan Indonesia pada 1983. Buku tersebut berjudul Dialog Sunnah-Syi’ah: Surat-menyurat antara asy-Syaikh Salim Al-Bisyri Al-Maliki, Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir, dan As-Sayyid Syarafuddin As-Musawi Al-‘Amili, seorang ulama besar Syi’ah. Buku ...

Read More »

Jendela Hati Buat Prajurit Sejati

Bukan Jabatan, Melainkan Jiwa Menjadi tentara tidak sama dengan menjadi Bupati, Gubernur, Menteri atau Presiden. Tentara itu jiwa, Presiden itu jabatan. Jabatan Presiden akan ditinggalkan dan meninggalkan (dengan paksa) orang yang menyandangnya, sedangkan ketentaraan adalah jiwa yang menyatu dengan manusianya, adalah ruh yang tak bisa dicopot kecuali oleh pengkhianatan dan ...

Read More »

Diplomasi Pertahanan Menhan Ryamizard ke AS, Sukses

Pada saat ini para pengamat intelijen di dunia mengamati dengan serius perkembangan geopolitik dan geoekonomi yang sedang terjadi dan dipastikan akan semakin berpengaruh terhadap kelangsungan hidup sebuah negara. Sebagai contoh kegagalan Venezuela yang semakin dilanda krisis terparah di dunia, inflasinya super tinggi, mencapai satu juta persen, uang menjadi tidak ada ...

Read More »

Legenda Sawerigading: Riwayat Gempa dan Tsunami di Lembah Palu

Konon, Sawerigading hampir menikahi Ratu Sigi, namun batal karena terjadi gempa bumi. Hati Sawerigading sedang berbunga-bunga. Tak lama lagi, ia akan menjadi suami seorang ratu. Ngilinayo, nama calon pengantin perempuan itu, adalah pemimpin kawasan Sigi, salah satu kerajaan di Sulawesi Tengah yang berdekatan dengan Palu dan Donggala. Sawerigading bukan orang ...

Read More »

Yang Dipertaruhkan Saat Negara Menerima Bantuan Asing untuk Bencana

Pemerintah Indonesia pernah menerima dan menolak bantuan internasional untuk penanganan bencana. Bantuan internasional membuat penanganan bencana alam bukan sekadar aksi kemanusiaan dan filantropisme, tapi juga bersifat politis. Konstelasi negara yang dilanda bencana dalam tata politik dunia dan relasinya dengan negara pemberi bantuan memengaruhi kondisi itu. Dua hari setelah gempa disertai ...

Read More »

Sumber Kesaktian Pancasila

HARI  kesaktian Pancasila, merupakan produk politik rezim Orde Baru. Ini adalah antitesa dari peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya, yaitu G30S/PKI. Dari titik inilah rangka bangun pemerintahan Orde Baru ditegakkan. Meski akhirnya pada tahun 1998, kita sepakat untuk menumbangkan rezim ini, namun tak satupun dari kita mempertanyakan, apalagi menggugat “kesaktian Pancasila”. ...

Read More »

Pengobatan dalam Naskah-Naskah Kuno

Ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Selain diturunkan secara lisan, metode pengobatan tradisional tersebut mereka catat dalam naskah-naskah. Sayangnya, karena tidak banyak dimanfaatkan dalam ilmu pengobatan, bentuk kearifan lokal itu terancam punah bersama hancurnya alam yang sebenarnya anugerah. Tersebutlah seorang balian (penyembuh) bernama Buddha Kecapi di Pulau ...

Read More »

Manuskrip Ijazah Syaikh Muhammad Marhaban bin Muhammad Shalih

Menyusul publikasi dokumen Waqaf Al Asyi dari Pedir Museum, kini Pedir Musemum kembali merilis satu di antara koleksinya. Kali ini dokumen yang dirilis berkaitan dengan sejarah pendidikan Islam atau dayah di Aceh. Dokumen yang di rilis oleh Pedir Museum ini berupa ijazah dari seorang ulama Aceh terkemuka dalam abad ke-13 ...

Read More »

Mengapa Manusia Cenderung Kepada Duniawi?

Sebagaimana di alam natural, gerak menurun (nuzuli) lebih mudah daripada gerak menaik (shu’udi). Hukum ini pula berlaku dalam gerak dan suluk pada perkara-perkara maknawi, spiritual, dan akhlak. Dalam istilah qurani, gerak dan proses menaik dikatakan senantiasa bersama dengan usaha, upaya, dan derita. Tuhan berfirman dalam al-Quran surah Insyiqaq ayat keenam, ...

Read More »

Fenomenologi Ketidaktahudirian

Mengapa ada orang yang tidak tahu diri? Pertanyaan ini menjadi penting di tengah pengajuan presiden dan calon presiden untuk Pilpres 2019 nanti. Fenomenologi mencoba mendekati keadaan sebagaimana adanya (zurück zu den Sachen selbst). Pendekatan ini kiranya penting untuk memahami sepak terjang politisi Indonesia sekarang ini. Nuansa ketidaktahudirian tercium pekat di ...

Read More »