Wednesday , August 5 2020
Home / Agama (page 3)

Agama

Puasa Kaum Sufi (3): Berlapar-lapar Puasa Bersama Al-Ghazali

Puasa sejatinya perisai dari perbuatan tercela dan dosa. Suatu kenikmatan terbesar bagi hamba tatkala dikaruniai kemampuan untuk berpuasa. Puasa dari menahan lapar, dahaga, kemaluannya, serta anggota tubuh dari nafsu rendah. Namun, untuk menggoyang ‘Arsy Tuhan, maka puasa hati lebih menjanjikan. Pun dengan puasa dari menyaksikan selain Dia. Kehadiran bulan Ramadan ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (2): Makna Puasa ala Imam Al-Qusyairi

Kelemahan menjadi istirahat sekaligus keselamatan, dan puasa merupakan sifat sandaran yang tak tertandingi oleh apa pun. Seperti firman Allah SWT, “Tak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia”. Maka, barangsiapa mengenakan sifat ini, darinya akan memancar ilmu, makrifat, dan penyaksian Sejatinya, puasa bagi kaum sufi telah menjadi salah satu aktivitas ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (1): Tafsir Isyari Al-Qusyairi

Para sufi itu tidak sekadar berpuasa dari haus dan lapar. Mereka berpuasa menahan diri dari pandangan, pendengaran, dan lisan yang menyumbat kerongkongan batinnya. Lahirnya berpuasa mencapai syariat, batinnya berpuasa bergegas menjemput makrifat, sirr-nya membumbung ke atas menggapai hakikat untuk bersanding bersama al-Haqq. Seperti biasanya, tiga atau dua bulan sebelum Ramadan ...

Read More »

Ihwal Ibadah Puasa Menurut Syaikh Ibnu Arabi

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمُ : فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ Rasulullah Saw. bersabda meriwayatkan dari Allah Ta‘ala bahwasanya Dia berfirman, “Setiap amal anak Adam menjadi miliknya kecuali puasa, ia milik-Ku dan Aku Sendiri yang akan memberi imbalannya” (Shahih Muslim). عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ Rasulullah Saw. ...

Read More »

Kisah Imam Ibnu al-Munkadir Mengeraskan Suara Dzikirnya

Dalam kitab Hilyah al-Auliyâ wa Thabaqat al-Ashfiyâ’, Imam Abu Na’im al-Ashbahânî (330-430 H), mencatat sebuah riwayat yang menceritakan Imam Ibnu al-Munkadir berdzikir dengan suara keras. Berikut riwayatnya: حدثنا أبو محمد بن أحمد الجرجاني، ثنا عبد الله بن محمد بن عبد العزيز، ثنا محمد بن عباد، ثنا سفيان، حدثني المنكدر، قال: ...

Read More »

Shalat Rajab Menurut Imam Al-Ghazali

Rajab tercatat sebagai bulan-bulan mulia penuh keberkahan. Selain bulan Rajab, ada tiga bulan lainnya yang dimuliakan dalam Islam, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Hal ini tercatat dalam firman Allah SWT Surat At-Taubah ayat 36. إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ...

Read More »

Memohon Ampunan Dosa Jangan Menjadi Penghalang Menuju Allah SWT

Syeikh Ahmad ibn ‘Athaillah Assakandary berkata dalam al-Hikamnya: لَا يَعْظُمُ الْذَّنْبُ عِنْدَكَ عَظَمَةً تَصُدُّكَ عَنْ حُسْنِ الْظَّنِّ بِالْلَّهِ تَعَالَىْ؛ فَإِنَّ مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ اسْتَصْغَرَ فِيْ جَنْبِ كَرَمِهِ ذَنْبُهُ “Janganlah membesarkan dosa (dengan suatu) kebesaran (tertentu) di sisimu, (sedemikian rupa sehingga) menghalangimu dari berprasangka baik kepada Allah Ta’ala; karena sesungguhnya barangsiapa ...

Read More »

Naskah Kitab “Punika Sajarah Sadaya Kang Tedak Saking Kangjeng Nabi Adam”

KATA PENGANTAR Bahagialah kita, bangsa Indonesia, bahwa hampir di setiap daerah di seluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya adalah cagar budaya nasional kita. Kesemuanya itu merupakan tuangan pengalaman jiwa bangsa yang dapat dijadikan sumber penelitian bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan ilmu di ...

Read More »

Inilah Profil Raja Abraha yang Siap Melumat Kakbah

Seperti Fir’aun bagi Musa dan Herod bagi Yesus, Abraha adalah latar pekat yang menyempurnakan kemilau cahaya kelahiran Muhammad saw di penghujung abad keenam. Siapakah sosok raja Abraha yang siap melumat apa saja yang mendegradasi kekuasaannya, termasuk Ka’bah? Tubuh raksasanya hitam legam. Ke mana pun wajahnya berpaling, mata dan hidungnya yang ...

Read More »

Kisah Asmara Para Ulama

Salah seorang ulama besar bernama Ibnu Aqil al-Hanbali (w. 1119) suatu ketika pergi melaksanakan ibadah haji. Di perjalanan beliau menemukan kantung berwarna merah yang berisi kalung mutiara yang sangat indah. Kalung tersebut diambil dan disimpan oleh Ibnu Aqil. Namun tidak lama kemudian, seorang tua renta berkata di tengah keramaian, “Barangsiapa ...

Read More »