Monday , March 25 2019
Home / Agama (page 10)

Agama

Cinta dalam Perspektif Psikologi dan Tasawuf

Sejak lahir, kita semua mencari cinta. Kita mendambakan cinta. Puisi, musik dan seni, semuanya sarat simbolisme tentang cinta. Darimana sebenarnya datangnya kerinduan ini ? Apa yang mendorong pencarian ini ? Psikologi biasanya cenderung tidak mau tahu dan tidak menjadikan cinta sebagai salah satu topik pembahasan. Oleh karena itu, cinta tidak ...

Read More »

Menelusuri Hati Melalui Kitab Minhajul Abidin al-Ghazaly

Hati di Tiga Persimpangan Sesungguhnya Hati yang merupakan Raja ini, berada pada 3 persimpangan; pengaruh jasad (syahwat), hawa nafsu, dan nafsul muthmainnah. Seorang manusia, yang membiarkan hatinya berada dalam dominasi syahwat dan hawa nafsunya, maka akan menjadi orang yang tersesat. Yang lambat laun bisa tergelincir menjadi orang yang dimurkai Allah. ...

Read More »

Membaca Bencana, antara Ekologis dan Teologis

Mungkin tak salah jika kita merenungkan makna dari syair lagu populer penyanyi legendaris Ebiet G Ade yang menyebut soal bencana apakah karena memang “Tuhan telah bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita“. Paling tidak, syair lagu ini mewakili dua ...

Read More »

Tiga Model Pemilihan Khalifah Rasyidun

Hingga wafatnya, Nabi Muhammad SAW tidak mewasiatkan siapa penggantinya. Karena itu, pemilihan pengganti Nabi sebagai kepala negara (khalifah ar-rasul) dilakukan melalui musyawarah di antara para sahabat Nabi. Secara umum, ada tiga model pemilihan yang diterapkan di era khilafah rasyidah atau khalifah yang adil dan bijaksana. Berikut faktanya: Pemilihan Abu Bakar ...

Read More »

Iwak Telu Sirah Sanunggal: Simbol Tarekat Cirebon

Ketika masuk dalam kompleks Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon kerap terlihat simbol-simbol yang terpampang, salah satunya simbol tiga ikan yang kepalanya menyatu (iwak telu sirah sanunggal), yang terukir indah di beberapa daun pintu, ada pula yang menempel di sisi-sisi atas dinding keraton. Kenapa simbol itu digunakan dan apa landasan maknanya. ...

Read More »

Kitab Ihya Ulumiddin Al-Ghazali

Kitab fenomenal berusia ratusan tahun ini lahir dari situasi zaman yang bergejolak. Sang penulisnya mengerti kebutuhan masyarakat dan memenuhi dahaga spiritual. Mengabadi sepanjang sejarah, terbit berulang-ulang dalam berbagai bahasa, dan kini hadir melalui Penerbit Marja’ Bandung dengan kualitas yang bagus. Ihya’ Ulumiddin bermakna ‘menghidupkan ilmu-ilmu agama’. Menurut Al-Ghazali, penulisnya, kitab ...

Read More »

Tahukah Anda? Para Sultan di Nusantara Mayoritas berbaiat Thariqah

Kesultanan Aceh banyak dipengaruhi Syattariah (via Syaikh Abdurrauf Singkel), Banten era Sultan Ageng Khalwatiyah (dipengaruhi Syekh Yusuf Maqassari), di Kesultanan Pontianak dan Palembang dipengaruhi Alawiyah (sadat Alawiyyin banyak menduduki pos vital pemerintahan), Kesultanan Buton dan Kesultanan Gowa dominan Khalwatiyah. Adapun Tarekat Sammaniyah hadir di elit kesultanan Banjar. Pangeran Antasari bahkan ...

Read More »

Ketika Air Mata Cucu Rasulullah SAW Mengalir di Hadapan Allah SWT

10 Muharram (kebetulan jatuh pada tanggal 20 September 2018) adalah tanggal Syahidnya Mursyid kami yang Agung Imam Husein di Karbala. Jauhkanlah pendapat bahwa yang mencintai Sayyidina Husein adalah KAUM SYIAH. Beliau lah pemuka kaum anti kekerasan bahkan terhadap musuh-musuhnya sekalipun. Beliaulah cucu kesayangan Rasulullah tidakkah sepatutnya kita pun menaruh hormat ...

Read More »

Sejarah Masuk dan Berkembangnya Tarekat Sammaniyah di Palembang

Pada masa-masa awal penyebaran tarekat Sammaniyah di Palembang tidak terlepas dari adanya peranan keraton Kesultanan Palembang Darussalam. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sumber tertulis yang ada mengenai hal tersebut. Hubungan antara keraton Palembang dan tarekat Sammaniyah dimulai dengan hubungan beberapa ulama Palembang yang pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu ...

Read More »

Tamparan Hamzah Fansuri untuk Kaum Feodal

Kami sajikan sebagian kecil karya penyair agung Aceh, Hamzah Fansuri, yang bertema kritik sosial. Yang menjadi kajian kita adalah sebagian bait dalam Thair al-‘Uryan (Burung Pingai). Syekh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, sastrawan dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara abad ke-16 sampai awal ke-17. Tahun lahir dan ...

Read More »