Saturday , August 24 2019
Home / Agama / Thariqat/Tasawwuf (page 3)

Thariqat/Tasawwuf

Kajian Ilmu Rasa Maulana Jalaluddin Rumi dalam Kitab Matsnawi

Rasa sedih yang ditulis di atas daun lontar tidak sanggup mengajarkan duka dan kebahagiaan. Betapapun sedih isi tulisannya tak akan mampu menjamah duka cita yang sebenarnya. Begitu juga kegembiraan yang membuat tertawa seseorang sampai terbahak-bahak pasti tidak berdaya dan hambar rasanya bila dituliskan. Kesedihan dan kesenangan duniawi yang diukir di ...

Read More »

Nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani Dalam Kitab Jala Al-Khatir

Syekh Abdul Qadir Jaelani mengatakan : “Wahai anak muda ! Janganlah berkonsentrasi pada mencuci pakaian jasadmu, Sementara pakaian qalbumu kotor. Engkau berada dalam keadaan kotor, Engkau harus mencuci qalbu terlebih dahulu, kemudian baru mencuci pakaianmu yang biasa. Engkau harus melaksanakan kedua tindak pencucian itu. Cucilah pakaianmu dari dosa, dan cucilah ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (5)

“Seperti ungkapan Ibnu ‘Arabi, penyaksian Tuhan dalam diri seorang wanita adalah bentuk penyaksian paling sempurna. Karena wanita dibuat memikat hati Nabi saw. Gambaran ini seakan tampak dalam risalah Suluk Sujinah yang ditulis oleh seorang wanita. Pertanyaan-pertanyaan cerdas yang diajukan seorang istri kepada suami ini menggali dari akar ketuhanan sampai hakikat ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (4)

“Para guru sufi senantiasa mengingatkan kita untuk shalat daim. Shalat di alam arwah guna mengembalikan kedirian kita setelah diambil sumpah setia untuk bertauhid. Menghadapkan wajah kita kepada Allah swt. lalu bersujud, membaca tasbih, duduk bersimpuh memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Menengok ke kanan dan melihat malaikat, lantas mengusapkan salam sebagai ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (3)

“Tuhan, misteri yang tak dapat diterjang mata telanjang. Namun, Dia begitu hadir dalam kesadaran orang-orang meyakininya. Tak dapat dilihat, diraba, diterka akal manusia. Dia berada dalam lorong gelap yang tak tembus mata, tetapi begitu dekat (inni qarib), bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Sosok paling setia yang tak pernah ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (2)

“Kesucian cahaya Allah termanifestasi dalam Nur Muhammad. Cahaya di atas cahaya. Cahaya-Nya terpancar melalui cahaya kekasihnya. Karena itulah, bahkan Adam as. pun takjub dan “cemburu”, wujud insaniah Muhammad belum tercipta, sementara namanya telah terukir bersanding dengan Asma Allah Yang Paripurna. Ia menjadi pelengkap syahadat. Tanpa menyebut namanya, persaksian makhluk tak ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (1)

“Ide-ide “langit” ini menjadi begitu membumi. Dikemas dalam bentuk percakapan antara suami-istri, nasihat guru-murid, atau perbincangan antara majikan dan hamba sahaya. Karya-karya tersebut ditulis dalam bentuk Suluk, Serat, Wirid, dan Kitab, dengan ragam metrum yang dapat dilagukan dengan irama khas Jawa.”  —Ο— Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, mulai ...

Read More »

Kimia Lebih Baik dari Emas

“Kimia lebih baik dari emas”. Kimia memang lebih baik dari emas, tapi para ahli kimia sejati amatlah langka, demikian pula Sufi-sufi sejati. Seseorang yang hanya memiliki pengetahuan yang dangkal tentang tasawuf, tidak lebih unggul daripada seorang yang terpelajar. Demikian pula seseorang yang baru mencoba beberapa percobaan kimia, tidak punya alasan ...

Read More »

Do’a Fakir Miskin yang Mengalahkan Do’a Nabi Musa as

Oleh : H. Derajat Kisah ini ku persembahkan untuk saudara-saudaraku yang kadang masih dibingungkan dengan takdir yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz apakah hal ini bisa dirubah? Dan inilah jawaban aku dalam bentuk sebuah kisah. Di zaman Nabi Musa AS, terdapat seorang kaya yang senantiasa menolong orang, termasuk Nabi Musa ...

Read More »

Toto Tentrem Kerto Raharjo atau Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghafur?

Hari-hari di akhir ini negeri kita tengah disubukkan oleh berbagi peristiwa politik yang jauh dari peristiwa kenegarawanan. Karenanya, Cak Nun juga menulis tentang peristiwa ini dalam sepuluh tulisan di www.caknun.com. Sebelum itu,  kalau menengok ke belakang, Gambang Syafaat juga pernah mengangkat tema kajian tentang “Nusantara gemah ripah loh jinawi”. Dalam pengantarnya Cak Nun ...

Read More »