Friday , February 28 2020
Home / Agama / Thariqat/Tasawwuf (page 20)

Thariqat/Tasawwuf

Pecinta (Muhibbin) – bagian (1)

Rela (Al-ridha) merupakan salah satu maqam para penempuh Jalan Cinta. Maknanya adalah keadaan di mana si pecinta tidak merasa sakit meski luka menganga atau sabar menanggung kesulitan demi meraih apa yang dicari meski sakit terasa. Tidak sabar menanggung sakit merupakan penghalang bagi dicapainya hakikat cinta. Sebab, hakikat cinta adalah seorang ...

Read More »

Allah adalah Wujud Mutlak, Selain-Nya adalah Wujud Mungkin (Mumkinul Wujud)

أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ “Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.”(QS Fushshilat [41]:54) “Ada atau tidak ada cermin, yang becermin selamanya ada dan benar-benar ada, sedangkan adanya cerminan fana, seolah-olah ada padahal sesungguhnya tiada. Hanya pantulan, imaji, bayangan. Cerminan hanyalah citra dari kesejatian yang becermin. Cerminan mengalami sirna ...

Read More »

Hakikat Qurban Menurut Maulana Jalaluddin Rumi

Idul Qurban berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, Ied dan Qurban. “Ied” dari kata ‘aada – ya’uudu, bermakna ‘kembali’. Qurban, dari kata qaraba-yaqrabu, bermakna ‘mendekat’. ‘Qarib‘ adalah ‘dekat’, dan ‘Al-Muqarrabuun‘ adalah ‘(hamba) yang didekatkan’. Iedul Qurban kemudian bisa kita maknai sebagai sebuah hari dimana kita berupaya kembali pada hakikat ...

Read More »

Urgensi Rabithah dalam Islam

Hakikat Rabithah (Ikatan Jiwa) Sesungguhnya jiwa manusia tidak akan kosong dari kondisi keterikatan dengan sesuatu. Sebagian manusia ada yang rabithah (terikat jiwanya) dengan harta semata, ada yang jiwanya terikat dengan pekerjaannya, ada yang terikat dengan lawan jenis, dan lainnya. Rabithah merupakan ajaran dalam thariqah Islam, bertujuan supaya menggantikan gambaran-gambaran dan ...

Read More »

Fungsi Qalb

“Qalb yang hidup, yang tidak terkunci mati dan tidak tertutupi oleh dosa, akan menjadi wadah bagi Al-Iman, sehingga sanggup memahami tanda-tanda dan petunjuk dari-Nya”. أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ “Maka apakah ...

Read More »

Syeikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi: Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian 10 -Selesai)

Sahabat, kali ini sebagai penutup rangkaian bekalnya buat para pejalan, Syaikh Ibnu Arabi ra. menekankan pentingnya menjalankan ajaran Ad-Diin secara paripurna, beliau juga menekankan resikonya di Yaumil Hisab nanti sekiranya kita mengabaikannya. SEPULUH Sahabat, pada wasiat kali ini, yang merupakan penutup dari serangkaian wasiat beliau bagi salik Syaikh Al-Akbar menekankan ...

Read More »

Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu

Sebelum meneruskan membaca artikel ini, sebaiknya kita mempunyai Mursyid agar tidak menyimpang dari makna hakikat yang diutarakan sehingga tidak tergelincir ke dalam kesesatan karena menyamakan Tuhan dengan makhlukNya. لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (Q.S. ...

Read More »

Syeikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi: Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian 9)

Sahabat, bagaimana hakikat dunia dan pensikapan yang benar terhadapnya merupakan inti dari wasiat Syaikh Al-Akbar kali ini. Semoga kita mampu mengamalkannya. SEMBILAN Dunia adalah tempat persiapan untuk akhirat; setiap orang diberikan banyak pelajaran dan menerima pelbagai ujian kesenangan dan tidak mengenakkan. Ambillah hanya sedikit kesenangan yang ada di dalamnya. Merasa ...

Read More »

Syeikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi: Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian 8)

Sahabat, mensucikan diri terutama qalbu dari segala pengotornya dengan meneladani para Nabi as. merupakan inti dari wasiat Syaikh Al-Akbar kali ini. Semoga kita mampu mengamalkannya. Bersucilah; kesucian menjadikanmu penuh kehati-hatian, untuk membebaskanmu dari segala sesuatu yang tidak bersih dan berdosa. Kesucian akan melindungi dirimu dari segala hal meragukan (syubhat) dan ...

Read More »

Syeikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi: Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian 7)

Sahabat, kali ini kita masih menyajikan lanjutan nasihat dari Syaikh Al-Akbar Ibnu ‘Araby. Selamat merenungkan dan mengamalkan.. Takutlah kepada Allah dalam setiap perilaku, hati dan pikiran-pikiranmu. Takut kepada Allah, dimaksudkan takut akan hukuman-Nya. Barangsiapa yang benar-benar takut akan peringatan dan ancaman hukuman Al-Hakiim, akan berperilaku sesuai dengan Kehendak Sang Pencipta ...

Read More »