Tuesday , August 20 2019
Home / Agama / Thariqat/Tasawwuf / Cara Mengatur Nafsu

Cara Mengatur Nafsu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبيِّ الْاُمِّيّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تَسْلِيْماً بِقَدَرِ عَظَمَةٍ ذاَتِكَ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ

Hai orang-orang yang baik, jadikanlah nafsumu seperti kuda tungganganmu, dan ketika kudamu keluar dari jalur jalan, lalu kamu pukul dan kuda kembali pada jalannya yang benar.

Seumpama kamu mau melakukan pada dirimu seperti kamu melakukan pada jubah/pakaianmu, yang ketika pakaianmu kotor lalu segera kamu cuci, ketika robek segera kamu jahit, dan kamu akan mengganti yang baru, tentu kamu akan mendapat keberuntungan. Banyak sekali laki-laki yang sudah memutih rambut jenggotnya, sedang dia belum bisa duduk sowan ke hadhratullah dengan duduk yang disertai meneliti nafsunya.

Diceritakan dari Syeikh Makinuddin al-Asmar ra. beliau berkata, “Ketika aku memulai sulukku, yang aku lakukan selalu meneliti diriku. Di setiap sore hari aku selalu menghitung perkataanku di hari itu, dan aku mendapati tiga atau empat kalimat yang salah.

Suatu ketika syeikh Makinuddin bertemu dengan orang tua yang umurnya sudah 90 tahun, beliau berkata, ”Hai tuan, dosaku itu sangatlah banyak”. Orang tua tadi menjawab, “yang kau katakan itu, satu perkara yang aku tidak mengetahui, dan aku tidak tahu sama sekali kalau aku melakukan dosa”.

Sebagaimana di urusan dunia, ada orang yang ahli dunia, siapa yang mau tunduk dan mengikutinya dia akan tercukupi. Begitu juga pada urusan akhirat, ada ahli akhirat, dan siapa saja yang tunduk dan mengikutinya dia akan dikayakan.

Jangan kau katakan, “Aku sudah mencari tapi tidak menemukan yang aku cari”. Karena bila kau mencari dengan sungguh-sungguh, pasti kau akan menemukannya. Sebab-sebab kau tidak menemukan apa yang kau cari yaitu tidak adanya persiapan. Karena sesungguhnya pengantin wanita itu tidak akan mau dilihat oleh laki-laki yang lacut (selalu bergelut dengan kemaksiatan). Jadi, apabila kamu ingin melihat pengantin wanita, maka tinggalkanlah perbuatan lacut. Dan apabila kamu sudah meninggalkan pekerjaan lacut, kamu akan bisa melihat para wali Allah ta’ala.

Para walinya Allah itu banyak sekali, dan tidak akan berkurang jumlah hitungannya dan pertolongannya. Seumpama jumlah wali Allah itu berkurang satu saja, pasti akan berkurang juga cahaya kenabian.

Apabila kamu mencintai seseorang, kamu tidak akan bisa sampai pada orang yang kamu cintai sebelum kamu menjadi orang yang ahli sampai pada kekasihmu. Dan kamu tidak akan menjadi orang yang ahli sampai pada kekasihmu, kecuali kamu membersihkan diri dari sifat yang tercela yang tidak disukai kekasihmu.

Syeikh Abu al Hasan as-Syadzili ra, berkata, ”Para walinya Allah itu seperti pengantin. Dan pengantin itu tidak akan diketahui oleh orang yang lacut”.

Apabila kamu merasa berat dalam melaksanakan taat dan ibadah, dan tidak bisa merasakan manisnya ibadah dalam hatimu, sebaliknya kamu mudah sekali mengerjakan maksiat, dan merasakan manisnya maksiat, maka ketahuilah bahwa kamu belum bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Celaka kamu, kalau ketaatanmu kepada Tuhanmu, seperti taatnya budak (pembantu)mu kepadamu. karena kamu suka kalau budakmu taat melayanimu secara terus menerus.  Sedangkan kamu senang taat dan berharap segera selesai dari ketaatan itu. kamu itu bagaikan hewan yang makan dengan paruhnya.

Sungguh celaka orang yang bisa melihat, dia melihat kebaikan orang lain, berbeda dengan orang yang buta.

Berapa keenakan yang kau hasilkan dengan berdiam diri di depan pintu makhluk (bergantung pada makhluk). Dan berapa makhluk memberi keenakan kepadamu. sehingga kamu tidak mau kembali kepada Tuhanmu.

Dari Syeikh Makinuddin al asmar ra. beliau berkata, “Aku bermimpi bertemu dengan bidadari, dia berkata, “Aku ini milikmu dan kau milikku”.

Syeikh Makinuddin berkata, “Setelah lewat dua atau tiga bulan, aku tidak mampu berbicara dengan orang lain. karena merasakan nikmatnya berbicara dengan bidadari”.

Cukuplah menunjukkan dirimu sebagai orang yang mungkir, ketika kamu membuka kedua matamu untuk melihat dunia ini. Allah ta’ala berfirman, “Dan janganlah kau panjangkan kedua matamu (untuk melihat) apa-apa yang Aku buat menyenangkan macam-macam golongan manusia, untuk menjadi perhiasan dunia, untuk menjadikan fitnah bagi orang-orang itu pada kesenangannya sendiri”.

Allah ta’ala sudah menetapkan bagimu sehat dan sakit, kaya dan fakir, suka dan duka, supaya kamu mengenal Allah melalui sifat-sifat sempurna-Nya.

Orang yang menemani kamu sehari atau dua hari, sedang dia tidak mendapatkan manfaat apa-apa darimu, orang itu pasti akan meninggalkanmu, dan akan mencari teman selain kamu. Sedangkan kamu menemani nafsumu, selama empat puluh tahun, sedang kamu tidak mendapatkan manfaat apa-apa darinya.

Maka katakanlah pada nafsumu, “Hai nafsu, kembalilah kamu pada  ridha Tuhanmu. Sudah lama aku menuruti kamu pada kesenangan dunia”. Setelah itu, gantilah dengan sibuk bersama Allah ta’ala. setelah banyak bicara diganti dengan diam. setelah berhenti dengan berdiri di keramaian diganti dengan duduk di tempat yang sepi (khalwat).  Setelah merasa tenang bersama makhluk, diganti dengan damai bersama Allah ta’ala. Dan setelah berteman dengan teman yang jelek diganti berkumpul dengan orang yang ahli kebaikan.

Jadikanlah keadaanmu berbeda dengan apa yang sudah biasa kau kerjakan. Terjaga (melek)mu yang untuk maksiat kepada Allah, gantilah dengan terjaga untuk ta’at kepada Allah. Menghadapmu  kepada ahli dunia gantilah dengan berpaling darinya, dan kembali menghadap Allah ta’ala. Dan setelah kamu serius mendengarkan perkataan makhluk, gantilah dengan serius pada firman dan dzikir kepada Allah ta’ala. Dan setelah kamu makan dengan buruk dan syahwat, gantilah dengan makan sedikit yang bisa menolong kamu ta’at kepada Allah ta’ala.

Allah berfirman, “Dan orang-orang yang sungguh-sungguh mencari ridho-Ku, maka akan Aku beri petunjuk menuju jalan-Ku”.

Sesungguhnya orang yang berani maksiat kepada Allah, itu adalah orang yang tidak mengetahui siksanya Allah. Dan orang yang berani meninggalkan taat kepada Allah, itu adalah orang yang tidak tahu akan pahala dari Allah. Seumpama orang orang yang maksiat itu tahu akan siksa neraka, maka mereka tidak akan lupa. Dan seumpama mereka mengetahui pahala yang dijanjikan Allah kepada ahli surga, pasti mereka tidak akan meninggalkan ta’at walau sekejap mata.

Ketika kamu berteman dengan orang yang ahli dunia, maka dia akan menarikmu untuk ikut cinta dunia. Dan ketika kamu berteman dengan orang yang ahli akhirat, maka orang itu akan menarikmu untuk cinta kepada Allah ta’ala.

Rasulullah Saw, bersabda, “Setiap orang itu akan dikumpulkan dengan agama kekasihnya, maka lihatlah kamu semua pada orang yang dijadikan kekasih”.

Apabila kamu memilih makanan yang baik-baik, yang tidak membahayakan dirimu. Dan bila kamu memilih istri yang baik, yang akan kau nikahi. begitu juga kamu jangan bersahabat/kekasih, kecuali dengan orang yang bisa menunjukkan kamu jalan menuju ridha Allah swt.

Ketahuilah, kamu itu mempunyai tiga kekasih:

  • Pertama: Harta, dan kamu akan kehilangan harta ketika mati.
  • Kedua: Keluarga, dan mereka akan meniggalkan kamu ketika dikubur.
  • Ketiga: Amalmu, dan kamu tidak akan berpisah dengan amalmu selamanya.

Maka bersahabatlah dengan sahabat yang akan bersamamu ketika kamu masuk kubur, dan kamu merasa damai bersamanya (amal). Orang yang berakal yaitu orang yang mengerti perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya.

Perumpamaan dirimu itu seperti bedegal (sebangsa kumbang yang berada di kotoran), yang hidupnya selalu berada di kotoran hewan. Dan hewan itu ketika didekatkan bunga mawar dia mati karena baunya mawar.

Dan ada sebagian manusia yang himmah (keinginan) nya seperti bedegal, dan akalnya seperti laron, karena laron itu selalu menjatuhkan dirinya pada api/lampu, sehingga dirinya terbakar.

Begitu juga dirimu, kamu menjatuhkan dirimu pada api maksiat dengan sengaja.

Sesungguhnya kamu makan itu untuk hidup bukan hidup untuk makan, maka apabila seperti itu kamu itu seperti makanan yang dimakan ulat.  dan seperti banyak hewan yang ada dimuka bumi,  apabila seperti itu,  sesungguhnya kuda yang cepat itu kuda yang ramping perutnya.

Kamu mengatakan, “Malam ini aku akan makan sedikit”, tapi ketika di hadapan makanan, seakan-akan makanan itu kekasihmu yang lama berpisah.

Siapa saja yang Allah tidak menghendaki kebaikan atas dirinya, orang tersebut akan sulit menerima nasihat (perkataan). Allah ta’ala berfirman, “orang yang Allah menghendaki fitnah atas dirinya, kamu (Muhammad) tidak akan bisa menguasai apapun atas dirinya”.

Apakah yang menjadikan kamu lari menuju kehinaan, dan apakah penyebab yang menjadikan kamu menjatuhkan diri pada kehinaan. Dirimu kamu hinakan dan kamu jerumuskan pada tempat kerusakan.

Sebagian Ulama dawuh, “jadikan dirimu di hadapan Allah itu seperti anak kecil kepada ibunya. Sewaktu ibunya tidak mau diikuti, dia akan semakin merangkul ibunya, dan tidak ada yang diketahui kecuali ibunya”.

Dinukil dari terjemahan Kitab ‘Tajul ‘Arus’, “Alhawiy li tahdzibin Nufus“, Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari

About admin

Check Also

Khalifah Aja Dibilang Gila

Oleh : H Derajat Ini sebuah kisah nyata di kala seorang Khalifah (Pemimpin Negara) dibilang ...