Sunday , August 25 2019
Home / Deep Secret / Intelijen / Bola Salju Bocoran Snowden

Bola Salju Bocoran Snowden

Edward SnowdenKASUS pembocoran rahasia intelijen Amerika Serikat (AS) oleh seorang mantan pegawai badan keamanan AS sendiri ternyata merembet luas. Tak cuma isi bocoran rahasia  yang membuat sejumlah negara gerah, tapi kepiawaiyan sang pembocor, Edward Snowden, dalam melakukan pelarian, membuat kasusnya semakin mengglobal.

Setelah dipusingkan oleh aksi pembocoran rahasia negara oleh situs WikiLeaks, pemerintah AS kembali mendapat tamparan keras oleh karyawan yang bekerja pada badan keamanan negara itu, National Security Agency.  Edward Snowden membocorkan sejumlah rahasia intelijen yang ia miliki ke media massa. Bocoran yang dikeluarkan Snowden, yang berprofesi sebagai analis pada perusahan rekanan Departemen Pertahanan AS, memang cukup mengejutkan. AS ternyata mematai-matai penduduknya sendiri dengan memantau penggunaan internet warga AS. Badan intelijen AS memiliki akses atas email, chat-room, maupun video dari perusahaan internet raksasa seperti Google dan Facebook. 

Bocoran ini telah membuat banyak warga AS marah karena langkah memata-matai itu melanggar undang-undang privasi negeri itu. Yang paling mengejutkan dari bocoran itu adalah bahwa intelijen AS melakukan peretasan (hacking) atas perusahaan telepon selular China dan mencuri data rahasia dari badan-badan pemerintah China. AS juga melakukan peretasan terhadap sejumlah perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan besar China.

Bocoran ini merupakan tamparan keras bagi AS, sebab beberapa pekan lalu justru Washington mengeluarkan kecaman keras terhadap China yang mereka tuduh melakukan mata-mata internet terhadap badan pemerintah maupun swasta AS, tuduhan yang dibantah pemerintah China. Laporan ini tentu membuat Beijing gerah. AS yang menuduh mereka ternyata melakukan tuduhan itu sendiri. Dan yang semakin membuat rumit, bocoran ini keluar justru di saat AS dan China tengah berupaya membangun hubungan yang lebih baik.

Dan Snowden sangat pintar memainkan kartunya. Tak cuma bocorannya yang membuat AS gerah, caranya memilih tempat persembunyian dan pelarian semakin membuat kasusnya semakin pelik. Snowden sengaja bersembunyi di Hong Kong, wilayah China. Pilihan ini jelas dimaksudkan untuk ‘melaga’ China dan AS. Snowden tahu betul bahwa pemerintah AS akan meminta Hong Kong untuk mengekstradisinya. Ia juga tahu betul meski Hong Kong dan AS memiliki penjanjian ekstradisi, China akan merasa diremehkan jika harus tunduk pada permintaan AS itu.

Bocoran Snowden itu maupun langkahnya bersembunyi di Hong Kong itu membahayakan hubungan AS-China yang lagi mesra itu. Analisa Snowden ternyata sangat tepat: China tidak mengekstradisinya tapi juga tidak memberinya suaka. China memilih jalan tengah: mengirimkannya ke negara ke tiga. Dan Snowden kembali memainkan kartunya dengan meminta di kirim ke negara musuh AS: Kuba dan Venezuela, dua negara yang dipastikan tidak akan mengekstradisinya ke Amerika.

Berbeda dengan bocoran-bocoran WikiLeaks, bocoran yang dibuat Snowden ini telah mengungkapkan bahwa perang baru dunia kini telah berpindah ke perang maya (cyber war).  Bocoran ini memperlihatkan bagaimana seriusnya AS dalam menjalankan program perang maya mereka. Seriusnya AS dalam program perang saiber ini tentu memiliki alasan yang tepat: negara-negara lain, termasuk sejumlah negara rival utama AS seperti Rusia dan China, secara diam-diam telah membentuk gugus tugas khusus yang menangani perang maya ini. 

Perang di dunia tak nyata ini, tetap menjadi ‘peran diam-diam’ jika Snowden tak membocorkan data-data rahasia yang ia miliki. Bocoran ini bisa membuat negara-negara duna lain akan mempersiapkan gugus tugas cyber war mereka.

www.analisadaily.net/

About admin

Check Also

Geopolitik Membedah Gerakan LGBT

Bila dianalogikan arus liberalisasi ini seperti arus besar yang sengaja di buka dari sebuah dam ...