Tuesday , October 23 2018
Home / Budaya / Kebangsaan / Benarkah Indonesia Bangsa Besar Tak Tertandingi? (Bagian 1)

Benarkah Indonesia Bangsa Besar Tak Tertandingi? (Bagian 1)

Saya menuliskan artikel ini ditengah kepungan rasa “pesimisme” yang menghujani kehidupan atmosfer kita setiap hari. Sambil iseng-iseng, sekali-kali cobalah hitung secara sederhana beberapa persen tayangan-tayangan yang ada di TV yang isinya berupa “good news” (yang menginspirasi, memotivasi, menumbuhkan kreativitas, mencerdaskan, mencerahkan dan menjanjikan hari depan yang baik atau kabar-kabar gembira membahagiakan lainnya…). Lalu berapa persen yang isinya menyuguhkan “bad news” (dengan tampilan berupa adegan kekerasan, penyelewengan amanah, hidup materialistik konsumtif, perselingkuhan, & kisah-kisah tragedi mencemaskan tentang masa depan dalam semua dimensi kehidupan yang ada).

Dalam artikel sederhana ini, Saya ingin mengajak anda melihat negeri kita yang “porak-poranda” dan menuju “kehancuran yang sempurna ini” dengan suatu perspektif yang lain… suatu sudut pandang baru yang saya harapkan dapat menumbuhkan optimisme kita untuk bangun kembali dan mengantarkan kita semua layak bangga menjadi bagian dari rakyat negeri ini atau menemukan kembali kepercayaan diri yang hampir musnah.

INDONESIA CIPRATAN LEMPENG SURGA YANG JATUH KE BUMI

Sebelum kita membicarakan para penghuninya… lihatlah negeri ini Indonesia, oh, Indonesia,! Seorang dubes AS Howard Palfrey Jones di era bung Karno tahun 1971 pernah menuliskan sebuah buku yang menarik, ”Indonesia: the Posibble Dream”. Dalam bukunya, Ia meramalkan kelak Indonesia dengan segala potensinya akan menjadi Negara super power no-2 di Asia setelah Jepang. Meski dengan segala penyesalan yang ada, karena ramalan Mr. Jones itu kini tidak terbukti, namun bila kita mengenang saat Jones menuliskan karyanya itu, tentu ia memiliki kalkulasi prediksi yang masuk akal.

Indonesia, tataplah negeri ini… Meski sudah dieksplotasi habis-habisan selama 350 tahun oleh Belanda, beberapa tahun sebelumnya juga telah dihisap oleh Portugis dan Spanyol, lalu dilanjutkan ditindas dengan sangat kejam selama 3 tahun oleh Jepang, namun pada 1945, Indonesia masih mewarisi kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan itu diperoleh secara kongenital, Ibarat bayi pada tahun 45, maka kita adalah bayi yang terlahir kaya raya!

Silahkan studi banding, pengamatan awam empirik atau menggunakan statistik ilmiah sekalipun, tidakkan ada sejengkal tanah di muka bumi manapun yang menandingi kesuburan tanah Indonesia ! Koes Plus pernah bilang tanah kita adalah tanah syurga, tongkat kayu jadi tanaman, bukan sekedar lautan tapi bentangan kolam susu, dimana kail dan jala saja akan cukup menghidupimu.

Lihatlah keindahan geografis peta bumi Indonesia ditengah benua-benua dunia. Tuhan bagai mengukir gugusan peta nusantara ini dengan pahat firdaus, tepat berada di orbit equator diapit benua dikepung samudera dunia.

Dari lingkaran khatulistiwa, Indonesia memiliki 12,5%, prosentase yang lebih dari cukup untuk menguasai akses angkasa, satelit dan wilayah otoritas politik maupun perekonomian informasi dan komunikasi. Lautan yang mengepung pulau-pulaunya merupakan luas lautan yang terbesar di dunia, seluas 93 ribu km2 dengan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau merupakan 25 % dari panjang pantai di dunia. Terumbu karang lautnya(Coral Reef) adalah yang terkaya di dunia. Kita miliki 150 species ikan Hiu yang merupakan total species Hiu terbanyak di dunia, dan hanya di negeri ini hidup ikan terkecil di dunia. Sebuah negeri Archiepelago dengan jumlah pulaunya terbanyak di dunia, terdapat 17.504 pulau, tiga pulau diantaranya merupakan pulau terbesar di dunia.

Di negeri ini bahkan ada dua pulau unik yang tidak ada bandingannya di dunia. Pertama pulau Komodo, satu-satunya pulau yang menyisakan kadal raksasa purba yang masih hidup di dunia dan pulau Kakaban, pulau yang menyimpan “Pre lake History” (Danau Pra-Sejarah) yang dipercaya menyisakan sejumlah biota danau yang hidup sezaman era Jurasik.

Sumber daya panas bumi Indonesia mencapai 20.000 MW atau sebanding dengan 40% dari total geothermal dunia! Di negeri inilah matahari membagi energinya secara berimbang setiap tahunnya, siang dan malam bergulir secara proporsional.

Di Kalimantan Timur, gali-lah tanah secara sembarangan dimana saja kita berada, maka dilapisan tanah akan dengan mudah ditemukan unsur batu baranya. Tanah-tanah dinegeri kita adalah tanah yang mengandung minyak bumi, gas, aneka logam mulia dan barang-barang tambang yang bernilai tinggi.

Negeri ini adalah penghasil batubara terbesar dengan kwalitas terbaik di dunia. Kitalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20 % dari suplai seluruh dunia)dan kitalah penghasil timah no 2 di dunia. Di atas lapisan top soil-nya saksikanlah hutan dan perkebunan Indonesia! Masih tersisa paru-paru dunia, satu dari dua hutan tropis terbesar di dunia (setelah Brazil). Keperawanan hutannya menjanjikan apa pun yang dibutuhkan rakyat lebih dari 7 turunan.

Indonesia adalah pengekspor plywood terbesar didunia (80% dari pasar dunia). Hasil perkebunannya menakjubkan, produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) dan cengkeh (Cloves) dan Pala (Nutmeg) merupakan penghasil nomor 1 di dunia, hasil karetnya no 2 dunia, cengkehnya no 3 di dunia. Kekayaan flora faunanya luar biasa ! Biodiversity anggreknya terbesar di dunia, terdapat 6000-an jenis anggrek, hutan bakaunya terbesar didunia. Ada 300.000 species satwa liar (17 % dari satwa dunia), negeri bagi habitat 1539 species burung, 45 % species ikan dunia dan jumlah Mamalia terbanyak didunia (ada 515 species). Indonesia ibarat seekor ayam bertelur emas, Zamrud khatulistiwa ini benar-benar bagai sepenggal tanah sorga yang jatuh ke planet bumi ini.

Seorang ulama asal Damaskus, Suriah, di tahun 1953 melakukan perjalanan ke Pulau Jawa. Beliau membuat catatan, bahkan dibuat menjadi sebuah buku Shuwarumminasyarq fii Indonesia”Potret dari Timur di Indonesia” Berikut ini sedikit kutipan dari catatan beliau:

“Adapun Jawa, sungguh Allah telah mentakdirkan sejak penciptaan langit dan bumi, bahwa Jawa menjadi negeri Allah yang paling indah dan paling kaya. Dia selalu dalam keadaan musim semi. Dan kesuburan yang merata dimana-mana. Dan hijau, pemandangan yang hijau, tidak pernah ada awalnya dan tidak pernah ada ujungnya. Ini adalah tanah bumi yang paling kaya yang ada di muka bumi ini”.

Coba ada Presiden Indonesia yang agak “gila” dan berani nantang dunia “Hayo coba embargo Indonesia!”… pasti nggak bakal ada yang berani !!! karena dunia yang butuh Indonesia, bukan sebaliknya.

“Your country is so rich!” “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” “Everything can be found here in Indonesia, You don’t need the world.”

Lihat aja, Indonesia paru-paru dunia coba tebangin saja hutan di Kalimantan, dunia pasti “kiamat”. Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami. Apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia. Tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah Rumah Sakit kami. Orang Indonesia semua yang berobat.” “Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar-benar panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tahu, kan kalau Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih dimana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.”

Begitulah pengakuan dari para penggede di Singapura.

HEBATNYA ORANG-ORANG INDONESIA

Dengan gugusan negeri archipelago seperti ini, konsekwensi logisnya, kitalah negara bangsa yang memiliki jumlah etnik paling majemuk di dunia, lebih dari 316 suku dengan adat istiadat, persepsi budaya dan bahasa yang berbeda juga kemudian didukung dengan jumlah penduduk ke lima terbesar di dunia dengan prosentase muslim yang terbesar di dunia. Jumlah jamaah hajinya selalu prosentase terbanyak di dunia.

Saya tertarik mengulas sebagian kajian yang pernah dibahas di forum ”kenduri cinta” yang diasuh oleh Cak Nun dan Kyai Kanjeng tentang fenomena menarik menyangkut orang-orang Indonesia soal keunggulan bakat manusia-manusia Indonesia berupa: pelajar-pelajar kelas Olimpiade yang menggondol piala dunia, kenekatan hidup tanpa manajemen, ideologi bonek yang tak ada duanya di dunia, kegilaan genetik, teknologi internal dan keunikan antropologi budayanya.

Konon kita tidak pernah tahu geneologis kita ini keturunan siapa ? Maksudnya, alur pohon keluarga kita kebelakang kabur tak jelas rimbanya. Bila orang-orang dari Timur Tengah ditanya siapa buyut dan kakek dari buyutnya mereka hampir dipastikan dapat menjawabnya, tapi cucu-cucu Indonesia abad 21 bahkan banyak yang tidak mengenal siapa nama Kakeknya. Orang Arab, Yahudi dan sekitarnya bahkan mengerti bila melacak asal pohon keluarga mereka yakni bermula dari Nabi Ibrahiem a.s. Bagaimana dengan Kita ??? Karena kita tidak memiliki tradisi jurnalistik yang baik, maka kita terputus untuk melacak tali nasab kebelakang. Mengapa dulu kita memiliki Ray Pikatan, Sanjaya, Mataram Kuno, Kutai yang megah, Majapahit yang memiliki supremasi wilayah yang luas, Ken Arok, Raden Wijaya, Gadjahmada, Borobudur yang memiliki arsitektur megah nan anggun, Prambanan yang sangat indah, Candi Sewu, Sriwijaya dengan kerajaan maritimnya, hingga Demak dan kesultanan-kesultanan lainnya ? Konon arti kata “INDONESIA” berasal dari Indo dan amnesia, artinya orang-orang yang lupa asal usulnya.

Dalam forum Kenduri Cinta, Cak Nun bahkan menggelitik dengan hipotesa mengapa orang yahudi selalu menggunakan kata Java ? adakah hubungan istilah Java tersebut dengan Jawa ? Bagaimanakah hubungan silsilah nabi Ibrahim dengan leluhur kita ? Bangsa China dan India itu berada dalam garis nasab seperti apa dalam konteks pohon keluarga Ibrahim? atau ia terlepas sama sekali ??? Bila logika penurunan wahyu dan Nabi adalah untuk memperbaiki tatanan yang berantakan, maka mengapa para Nabi tidak pernah diturunkan Tuhan di bumi Nusantara ini? Apakah kita layak beranggapan, bahwa dulunya kita memiliki peradaban yang damai dan sangat maju? Menariknya secara antropologis di negeri Kitalah “fosil manusia tertua” Pithecanthropus Erectus yang dikenal sebagai “manusia Jawa” dalam sejarah umat manusia di dunia ditemukan, yakni di Sragen dan Mojokerto. 65 persen fosil manusia purba yang ditemukan di lokasi ekskavasi Sangiran merupakan 50 persen dari populasi takson homo erectus di dunia.

BENARKAH INDONESIA KOTA ATLANTIS YANG HILANG?

Dalam buku “Kagum pada Orang Indonesia”, ada satu argument menarik, lihatlah dalam logika linguistik, bahwa bangsa yang berperadaban besar adalah bangsa yang memiliki simbol bahasa dengan aksara khas idiosinkretis, yang berbeda dengan bangsa lainnya, seperti halnya Arab Saudi, Jepang dan China. Kita lupa bahwa kita pernah memiliki hal serupa. Aksara jawa (honocoroko) yang sudah ada sejak pemerintahan Majapahit adalah bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang berperadaban maju.

Ambillah sebuah sampel linguistik, dalam dunia medis hanya dikenal dua istilah untuk mengartikan sakit kepala yaitu “headache dan vertigo”, tapi kita akan menemukan banyak sekali phrase yang mengekspresikan sakit kepala dalam bahasa jawa, yang memiliki makna dan nuansa yang khas dan berbeda-beda, sebutlah misalnya : mumet, puyeng, pusing, kemlinger, cekot-cekot, marjimpe, senut-senut dsb (mestinya kamus kedokteran itu dulu dari bahasa Jawa, bukan latin ya ?). Satu istilah atau sebuah kata, untuk bisa diterima sebagai konvensi umum dan pengertian orang banyak pasti memerlukan waktu yang sangat panjang bahkan (mungkin) berabad-abad.

Bagaimanapun bahasa merupakan cermin dari kedigdayaan peradabannya. Hipotesa ke-bahasa-an ini masih dapat kita perluas lagi dalam terminologi geografi. Sekali lagi ini mengutip forum pembahasan di acara ”kenduri Cinta” dari mas Agung, tentang suatu kemungkinan eksplorasi penjelajahan orang-orang Nusantara dulu ke berbagai dunia. Kita mungkin bisa mempertanyakan mengapa ada pe-nama-an teritorial di suatu wilayah nun jauh dari negeri ini yang menggunakan bahasa Indonesia ? Curigailah apa yang ganjil dari nama-nama ini : Tanjung Harapan (Afsel), Pantai Gading (Afrika), Lima (ibukota Peru yang ternyata dimaksud juga sebagai angka 5), Aman (Yordania), Somalia (Bahasa sanksekerta kuno berarti sungai lain), Astana (bandara terbesar di Rusia), Selo Bimo (di Rusia, konon ada 300 nama tempat berbau bahasa Jawa), Podomoro (Finlandia) bahkan seorang pianis Finlandia yang terkenal bernama Sarminto (suatu nama yang jelas bukan berasal dari Eropa). Apakah hal tersebut membuktikan bahwa orang-orang negeri Nusantara ini pernah menjelajah jauh dari wilayah nusantara ini, lalu kemudian hidup sangat berpengaruh di wilayah itu sehingga memberikan labeling pada tempat-tempat yang mereka kunjungi? (istilah analisanya mas Agung, sempat menguasai 2/3 dunia?).

Menurut riset Dick-read seperti yang tertulis dalam bukunya “Penjelajah Bahari: Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika, 2008”, seribu tahun sebelum Chengho maupun Columbus mengarungi samudra, ternyata pelaut-pelaut Nusantara telah mencapai Afrika yaitu pada abad 5 bahkan diduga jauh sebelumnya. Artinya, jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika selain gurun Saharanya, dan jauh sebelum bangsa Arab dan Shirazi menemukan kota kota-kota eksotis di pantai timur Afrika seperti Kilwa, Lamu dan Zanzibar. Diantara bukti tersebut adalah banyaknya kesamaan alat-alat musik, teknologi perahu, bahan makanan, budaya dan bahasa bangsa Zanj (ras Afro-Indonesia) dengan yang ada di Nusantara. Di sana, ditemukan sebuah alat musik sejenis Xilophon atau yang kita kenal sebagai Gambang dan beberapa jenis alat musik dari bambu yang merupakan alat musik khas Nusantara.

Ada juga kesamaan pada seni pahat patung milik suku Ife, Nigeria dengan patung dan relief perahu yang ada di Borobudur. Beberapa tanaman khas Indonesia yang juga tak luput di hijrahkan ke sana, semisal pisang raja, ubi jalar, keladi dan jagung. Menurut penelitian George Murdock, profesor berkebangsaan Amerika pada 1959, tanaman-tanaman itu dibawa orang-orang Indonesia saat melakukan perjalan ke Madagaskar. Mungkin itu juga mengapa kini, Kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) Erlyne 50.000 Dead Weight Tonnage (DWT) produksi PT PAL Indonesia termasuk salah satu kapal terbaik di dunia untuk kelas kapal berbobot mati 50.000 ton. Kapal yang juga dikenal dengan nama “Star 50” sepanjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter ini sepenuhnya hasil rancang bangun putra-putri Indonesia. Karena “nenek moyang kita orang pelaut” maka tradisi bahari kita mestinya juga istimewa.

Suatu penulusuran linguistik yang menarik yang pernah saya dengar dari uraian Dr. Nurcholis Madjid (allahuyarham) bahkan ada ditemukan satu kata dalam Al-Qur’an yang diyakini para pakar linguistik kini berasal dari bahasa melayu yakni ”Kafuura” yang bermakna kapur (silahkan dilihat di QS 76:5). Dan di tengah pusat liturgi peribadatan di Masjid Al-Aqsa (Yerusalem) konon juga ditemukan banyak kapur barus, suatu bukti telah terjadi hubungan timbal balik yang lama dan intens antara orang-orang melayu (Baros di Sumatera Utara) dengan kawasan Timur Tengah sejak dulu. Dari semua itu yang paling menghebohkan adalah apa yang diteliti oleh Ilmuwan Brazil Prof Arysio Santos dalam bukunya ”Atlantis The Lost Continent finally found”, membuat teori bahwa negeri Atlantis tempat peradaban umat manusia yang sangat maju pertama sekali itu kemungkinan besar berada di Indonesia dulunya !!!

Kalau mau lihat hebatnya manusia-manusia nusantara ini, lihatlah pada daftar karya kulinernya. Konon menu makanan juga merupakan cerminan kemajuan budaya suatu bangsa. Jika kita merasa makanan seperti hamburger atau hotdog memiliki kelas gengsi tersendiri, tapi ketahuilah bahwa makanan produk Amerika tersebut bukan hanya digelari ”junkfood” (makanan sampah), karena miskinnya unsur gizi dan tinggi lemak dalam kandungan menunya, tapi filosofi makanan siap saji itu tak ubahnya makanan para penghuni gua zaman batu! Apa istimewanya dengan hamburger atau hotdog? Kecuali kita melihat roti yang ditumpuk-tumpuk daging dan selembar selada tanpa cita rasa etnis dan estetis.

Tapi cobalah saksikan acara pak Bondan Winarno dalam ”wisata kuliner”! Dari bahan ubi tersajilah kreativitas yang menakjubkan: getuk, kerupuk, sop, bolu, kelepon, keripik dengan berbagai citarasa dan variasi yang ada. Adakah di dunia ini sajian kuliner sehebat, semeriah, segegap gempitanya kuliner bumi pertiwi? Wahai penikmat rasa… Tetap saja penjelajahan itu masih entri koma untuk kamus kuliner demikian kata Prof. Hermawan ”kiki” Sulistyo. Bahkan ”nakalnya” budaya Indonesia bisa dilihat dari nama-nama makanan seperti: es teler, torpedo, bool cino, jus poligami, suatu labeling yang tidak akan ada padanannya di dunia. CNNGo.com merilis daftar 50 makanan terlezat di dunia (World’s 50 Most Delicious Foods) tahu nggak apa makanan terlezat no 1 dan 2 di dunia? Ternyata Rendang & nasi gorengnya Indonesia ! Mungkin uraian di atas kelihatan absurd, alegoris, atau hipotetik… tapi baiklah saya ingin menyajikan fakta aktual yang bahkan beberapanya telah tersajikan di media-media kini.

Saat menuliskan artikel ini saya tengah membaca sebuah buku kedokteran populer yang bagus yang berjudul ”Genom, kisah species manusia dalam 23 bab” karya Matt Ridley. Yang membuat saya terperanjat adalah dalam buku tersebut dikisahkan bahwa penemu DNA pertama sekali bukanlah Watson dan Crick, melainkan seorang Indonesia bernama Joe-Hin Tjio pada tahun 1955 yang pertama mengungkapkan fakta ilmiah terpenting dalam dunia biologi itu (lihat hal 17). Orang-orang pintar super genius di negeri Nusantara ini sungguh sangat banyak, diantaranya contoh kecil seperti kisah Lintang, anak nelayan miskin, jenius alami tak dikenal orang, yang diangkat kisahnya di laskar pelangi. Menurut mantan dekan psiklogi UI, diperkirtakan 12 % anak yang terlahir di Indonesia merupakan anak jenius (Hotman, 2000). Budaya kita yang “go internasional” bukan hanya batik yang telah dipatentkan oleh PBB sebagai warisan untuk dunia tapi juga seni wayang kulit digelari UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity !!!

Anda mungkin masih ingat acara Kick Andy yang bertema ”berprestasi di negeri orang”, jika belum saya ingin sisipkan sedikit resumenya dalam tulisan ini :

  1. Suhendra, 35 tahun, bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM. Uniknya, Doktor ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.
  2. Andreas Raharso 44 tahun menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Ia merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.
  3. Yow Pin Liem, Pria 49 tahun, pimpinan dan pendiri perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.
  4. Kent Sutanto Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak 4 gelar dari universitas yang berbeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, ia mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang dan dekan di tokyo.

Saya masih ingin menyajikan data-data dari harian tempo (28 Mei 2010) kelompok manusia jenius Indonesia yang masih dalam level pelajar, berikut ini :

  1. Masruri Rahman, siswa SMPN 78 ini adalah peraih medali emas 5 th world scholl championship Yunani.
  2. Sayidathu Thifal Atqiya & Zuraidah Hanifah, siswi madrasah techno natura depok adalah pembuat robot ekosistem yang mereka presentasikan di depan NASA.
  3. Habib Adib Wahono & Leuan Andalver Noble, siswa madrasah tehno natura Depok, pembuat teleskop dan robotic.
  4. Muhammad Kautsar, Hidaya permata, Dian sartika, Dicha Putri, grup dari SMAN 6 YK, adalah peraih medali emas kompetisi Sains International Conference of Young Scientist dengan risetnya “biji Mahoni sebagai BBM alternatif”.
  5. Nabila binti Ahmad Anshari & Healtha Padmanusa siswa SMA bilingual boarding scholl semarang, peraih medali perak pada International Suistanable Energy Engginering & Enviroment Project Olympiade Texas US, karyanya ekstrak tanaman senduduk sebagai pengganti silicon pembuat solar cell.
  6. Dan masih banyak lagi bila harus dijajarkan satu persatu…termasuk Barack Obama presidennya US sekarang kan mantan kadernya Indonesia waktu di Es De (he…he…he…)

Benarkah, Indonesia Bangsa Besar Tak Tertandingi? Kalo mau masih lihat bukti lagi silahkan di buka lagi site ini: http://m.malesbanget.com/2014/11/5-orang-indonesia-yang-prestasinya-membanggakan-tapi-gak-dianggep-di-sini-part-2

 

About admin

Check Also

Cinta dalam Perspektif Psikologi dan Tasawuf

Sejak lahir, kita semua mencari cinta. Kita mendambakan cinta. Puisi, musik dan seni, semuanya sarat ...