Monday , January 21 2019
Home / Relaksasi / Renungan / Arah Wajah Kita

Arah Wajah Kita

“Orang Yahudi itu kalo shalat ke barat, orang Nashoro kalo sembahyang menghadap ke timur. Tidak bagus kalo kita mengarahkan wajah kita itu ke barat atau timur”.

Al-Birru itu sebuah kebajikan yang didalamnya mengandung kebenaran, keluhuran, keagungan. akhlak, adab. Salah satu nama Allah itu Al-Birru

Kenapa Allah menyebutkan ini soal wajah yang mengarah ? ini menggambarkan bahwa orang Yahudi dan Nashoro lebih banyak memandang kebenaran (al-birru) dari aspek lahiriah/dhohiriyah belaka. Soal dhohir itu soal arah, fisik, dimensi, penjuru, ruangan. Inilah yang dikonsentrasikan oleh dua agama tersebut.

Bagi Islam, yang bagus bukan soal sekedar mengarah tempat, ruang, penjuru, dll tetapi man amana billah (beriman kepada Allah). Kemanapun engkau menghadapkan wajahmu, maka disanalah wajah Allah.

Apa yang dimaksud mengarahkan wajah disini ? dan apa pula yang dimaksud wajah Allah ?

Kemudian ada pertanyaan, “wajah Allah tidak kelihatan oleh mata kita, kok kita harus mengarahkan wajah, ini bagaimana ya ?”.

Maksudnya wajhullah adalah arah ilahiyah atau kalo gambaran masa sekarang perspektif sebuah arah yang terdiri dari 2 yaitu arah yang dhohir dan arah yang bathin.

Jadi yang dimaksud al-birru disini bahwa menghadapkan adalah wajah bathin kita. Kemanapun engkau menghadapkan wajah dhohir, anda harus memandang dengan wajah bathin.

Wajah dhohir kita ini, di dalamnya ada banyak macam, ada lisan, ada hidung, ada mata, ada bentuk, ada alis, ada telinga. Wajah manusia tersebut banyak dan diwakili oleh apa ?

Seluruh tubuh/diri diwakili oleh kepala. Seluruh badan diwakili oleh hati. Wajah diwakili oleh mata. Kalo wajahnya hati, diwakili oleh mata hati.

Mata kepala kita selalu memandang yang tampak secara lahiriyah. Mata hati kita selalu memandang yang bersifat maknawiyah, hakikiyah.

Karena yang dipandang oleh mata hati maknawiyah, maka Allah mengarahkan mata hatimu harus ‘melek’, yang bagus itu adalah man amana billah yaitu orang yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, beriman kepada Malaikat dan kitab serta beriman kepada para Nabi. “

DR. KH. M. Luqman Hakim

About admin

Check Also

Hidup Hanya Sekedar Tiupan Fatamorgana

Kajian Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Kehidupan yang dimiliki makhluk semenjak ia terlahir dimuka bumi, ...