Tuesday , November 19 2019
Home / Berita / Arab Saudi Rajanya Minyak, RI Rajanya Panas Bumi

Arab Saudi Rajanya Minyak, RI Rajanya Panas Bumi

Letak Indonesia yang berada di ‘ring of fire’ membuat negara ini memiliki harta karun energi yakni panas bumi terbesar di dunia.

Bahkan bisa dibilang, kalau Arab Saudi rajanya minyak bumi, Indonesia rajanya panas bumi. Minyak bisa diekspor atau diangkut ke mana-mana, sementara panas bumi tak bisa diekspor, jadi anugerah harta karun luar biasa ini sangat bila tidak di manfaatkan.

Berdasarkan data PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) anak usaha PT Pertamina (Persero), yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), Indonesia yang terletak dalam jalur tumbukan antara lempeng Samudera Australia dan lempeng Benua Asia, membuat potensi panas bumi besar.

Jalur magma ini didapat dari gunung-gunung api yang berjejer, dari ujung Sumatera, Jawa, NTT, dan Sulawesi.

Tidak mengherankan, sejak puluhan tahun lalu, sudah muncul data dan fakta bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Berikut daftarnya:

  • Indonesia punya potesi panas bumi untuk listrik sebesar 28.000 megawatt (MW). Tapi baru termanfaatkan sekitar 1.300 MW.
  • Amerika Serikat, punya potensi panas bumi hingga 23.000 MW tapi baru dimanfaatkan 3.000 MW lebih.
  • Jepang, punya potensi panas bumi 20.000 MW, yang baru dimanfaatkan 1.000 MW.
  • Sisanya potensi panas bumi tersebar di berbagai negara dengan potensi 20.000 MW.

Namun, negara yang paling banyak memanfaatkan potensi panas bumi, yakni:

  • Filipina, walau hanya memiliki potensi 6.000 MW, negara ini sudah memanfaatkan panas bumi untuk listrik sebesar 2.000 MW
  • Meksiko, dari potensi 6.000 MW yang sudah dimanfaatkan sebanyak 1.000 MW
  • Islandia, dari potensi 6.000 MW, yang sudah dimanfaatkan sebanyak 1.000 MW

Sumber :detik.com

About admin

Check Also

Karimunjawa Bergejolak, Warga Tolak Pembangunan Ponpes Wahabi Berkedok Muhammadiyah

Lagi-lagi kelompok Wahabi mengatasnamakan Muhammadiyah dalam pembangunan ponpes di Karimunjawa mendapat penolakan dari masyarakat dan ...