Thursday , November 15 2018
Home / Deep Secret / Apa Kepentingan Tersirat Paman Sam Melepas Edward Snowden?

Apa Kepentingan Tersirat Paman Sam Melepas Edward Snowden?

Apa Kepentingan Tersirat Paman Sam Melepas Edward SnowdeenPenulis : M Arief Pranoto, Research Associate Global Future Institute

 Apa sesungguhnya kepentingan tersirat Paman Sam “melepas” Edward Snowden, (cover) mantan kontraktor NSA, kemudian menebar isue dugaan penyadapan oleh Amerika terhadap beberapa negara termasuk Indonesia?

Ada “informasi” bahwa Snowden sebetulnya agen CIA untuk “dikorbankan”. Entah skenarionya bagaimana, namanya juga false flag. Tujuannya agar ia mencari suaka di Cina. Diharapkan ia mampu menyusup ke komunitas IT Cina, yang memiliki keahlian “hacking” dan selama ini berhasil menembus “firewall” Pentagon, dan lain sebagainya. Makanya Snowden sebelum “diterima” oleh Rusia, ia cenderung berada di Hong Kong. Kenapa harus Hongkong, komunitas global telah paham bahwa Hong Kong adalah sarang CIA. Kenapa kok begitu sulit kalau hanya menangkap Snowden? Cina tidak bodoh! Ia yang semula meminta suaka ke Beijing ditolaknya. Tetapi ternyata justru Putin menerimanya. Dan Putin bukankah “mBah”-nya KGB, masa gak hapal sich dengan model-model false flag kacangan ini? Apa kepentingan Rusia menerima Snowden, ini yang menarik diulas. Sengaja mematahkan methode ala WikiLeaks, atau ada rencana lain Rusia?

Siapa sosok atau individu yang berani menantang negara? Superman, Batman, Osama, Rambo, Kolonel Braddoct, dll. Lalu siapa mereka? Sosok ciptaan (fiksi) lalu diherokan oleh media mainstream. Siapa mayoritas pemilik media mainstream?

Berdasarkan catatan saya sebelumnya, Snowden merupakan kelanjutan Julian Assange dgn mesin WikiLeaks-nya yang telah ‘ketahuan’ —lagunya kamu ketahuan— bahwa ternyata bocoran Assange selalu dikonsultasikan dengan Paman Sam. Itulah model-model operasi bendera palsu (false flag) oleh Eagle di muka bumi

Sumber: .theglobal-review.com

About admin

Check Also

Jokowi Menggiring Indonesia Masuk Skema Kapitalisme Global WB-IMF

Presiden Republik Indonesia yang ke-7, Jokowi kembali unjuk gigi dalam kemahirannya beretorika. Retorikanya berbunyi seperti ...