Monday , July 23 2018
Home / Deep Secret / Intelijen / Anggaran Kontra Intelijen BIN terlalu kecil

INTELIJEN.co.id - Anggaran kontra intelijen Badan Intelijen Negara (BIN), tahun anggaran 2012 yang berjumlah Rp 223 miliar, dianggap terlalu kecil. Karena untuk menghadapi musuh, dibutuhkan biaya yang besar.

Anggaran Kontra Intelijen BIN terlalu kecil

“Kontra intelijen sarat dengan intelligence device/deceptions/covert action, seharusnya alokasi biaya tidak sekecil itu, karena kontra intelijen memang tidak murah,” kata anggota Komisi I dari Fraksi Partai Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati sebagaimana diwartakan www.itoday.co.id, Kamis, 26 Januari 2012.

Menurut anggota Komisi I yang akrab dipanggil Nuning ini, anggaran kontra intelijen memang tidak bisa dihitung secara ekuivalen dengan pembelian barang yang jelas berapa pengeluarannya.

Kata Nuning, dalam kontra intelijen banyak hal yang tidak terduga di lapangan, dan terkadang butuh improvisasi yang mebutuhkan dana.

“Kontra intelijen di lapangan yang butuh improvisasi, sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) merilis laporan yang menyatakan, di 2012, BIN akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 601 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan melakukan operasi intelijen dalam negeri sebesar Rp 378 miliar, dan anggaran operasi kontra-intelijen sebesar Rp 223 miliar.

Total anggaran untuk BIN tahun 2012 sendiri mencapai Rp 1,14 triliun. Angka tersebut naik Rp 2 miliar dari anggaran tahun sebelumnya.

Walau Nuning menganggap dana Rp 233 miliar masih terlalu kecil, toh masih ada yang beranggapan bahwa dana sebesar itu sudah sangat besar.

Uchok Sky Khadafi misalnya, Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional FITRA ini mengatakan, BIN harus mendapat informasi akurat, dan melakukan kerja operasi kontra intelijen untuk mengantipasi agar tidak terjadi lagi kerusuhan di masyarakat.

Masih menurut Uchok, kalau BIN masih kecolongan, maka publik akan mempertanyakan kinerja BIN, karena anggaran operasional BIN berasal dari pajak rakyat.

“Kita meminta agar anggaran untuk operasi intelijen dan kontra intelijen itu bukan hanya untuk menjaga kepentingan keamanan Presiden semata, tetapi untuk menjaga keamanan semua rakyat Indonesia,” kata Uchok di kompleks Gedung DPR, Rabu 25 Januari 2012.

About admin

Check Also

Jihad, G-WOT dan Humanisme

Dalam sebuah forum internasional “Transnational Islamic Movements; Network, Structure and Threat Assessment“, saya berkesempatan bertemu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *