Wednesday , November 21 2018
Home / Relaksasi / Fakta / 5 Fakta Menarik dan Membanggakan dalam Angka Selama Asian Games 2018
Tim Sepak Takraw Indonesia pada Asian Games 2018 raih emas. ©AFP/MOHD RASFAN

5 Fakta Menarik dan Membanggakan dalam Angka Selama Asian Games 2018

Asian Games 2018 resmi berakhir dan ditutup pada Minggu, 2 September 2018. Upacara penutupan berlangsung meriah. Tak kalah dengan pembukaan yang sangat heboh 18 Agustus lalu.

Antusiasme masyarakat menyaksikan Asian Games 2018 sangat tinggi. Penjualan tiket laris manis. Cendera mata pun setali tiga uang. Cepat habis dan harus susah payah untuk mendapatkannya.

Mulai dari Presiden Jokowi hingga pejabat negara mengaku bangga dengan prestasi Indonesia selama Asian Games 2018. Seperti salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia mengatakan perolehan medali Indonesia merupakan kabar gembira yang harus diapresiasi. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran bagi atlet-atlet berprestasi.

“Tentu kami bahagia karena melebihi ekspektasi dan Wapres sampaikan maksimal 16, ini jauh sudah sampai kan. Presiden akan memberikan penghargaan dan nanti akan disiapkan, anggarannya sudah siap,” ujarnya.

Selama Asian Games di Indonesia ini juga tercatat sejumlah hal menarik dan membanggakan lain. Berikut catatannya.

1. Peroleh emas 31 dari sebelumnya cuma 4

Atlet bulutangkis ganda putra raih emas (antara-foto)

Presiden Jokowi mengungkapkan, tak hanya masyarakat Indonesia saja yang terkejut dengan prestasi atlet Indonesia di Asian Games, seluruh dunia juga tak menyangka Indonesia dapat meraih 31 emas. Padahal pada Asian Games sebelumnya, kontingen Indonesia hanya mampu menyabet empat medali emas.

“Ini lompatan besar yang jadi fondasi untuk prestasi-prestasi selanjutnya,” ucap Presiden Jokowi.

Sepanjang sejarah Asian Games baru pertama kalinya Indonesia memboyong puluhan medali emas. Sebagai informasi, pada Asian Games 2006 di Doha, Indonesia hanya mengantongi dua medali emas dari cabor bulu tangkis dan boling. Kemudian pada 2010 di Guangzhou empat medali emas dari perahu naga tiga dan bulu tangkis satu. Sedangkan pada Asian Games 2014 di Incheon meraih empat dari cabor atletik, bulu tangkis dan wushu.

Presiden Jokowi sendiri mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan para atlet di Asian Games XVIII. “Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi, saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikabarkan dan lagu Indonesia raya terus dikumandangkan,” kata Presiden Jokowi.

2. Ada 17.000 atlet dan official serta 150.000 supporter datang ke RI

Penonton pembukaan Asian Games 2018 di GBK.

Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang menyelenggarakan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Menurutnya, tak mudah bagi panitia menyiapkan segela keperluan bagi belasan ribu atlet serta official yang turut serta di Asian Games.

“Kita tahu betapa sulitnya melayani 17.000 atlet dan official yang datang ke negeri kita, bukan hal yang mudah tapi bisa dimanage dengan baik, juga sulitnya 150.000 supproter dari 45 negara bukan sesuatu yang gampang,” tambah Presiden Jokowi.

3. Waktu persiapan hanya 3,5 tahun dari rata-rata negara lain 10 tahun

Menteri Basuki dan Menteri Sri Mulyani Cek Kesiapan Arena Olahraga di Komplek GBK.

Presiden Jokowi turut kagum dengan kerja para panitia dan pihak-pihak yang menyelenggarakan ajang olahraga se-Asia tersebut. Sebab sebagai tuan rumah, Indonesia hanya diberikan waktu yang cukup singkat untuk menyiapkan infrastruktur dan fasilitas olahraga.

“Negara lain delapan sampai 10 tahun, kita hanya 3,5 tahun. Pak wapres hampir setiap hari minggu, pak menteri datang lihat check venue, saya juga cek, ini manajemen yang sudah kita hadirkan dari negara untuk mempersiapkan perhelatan besar Asian Games 2018,” terang Presiden Jokowi.

4. Asian Games 2018 pertama kali dalam sejarah pertandingkan 6 gim cabang e-sport

Atlet e-Sports AOV Indonesia di Asian Games 2018.

e-Sports untuk pertama kalinya dalam sejarah dimasukkan sebagai salah satu cabang di Asian Games 2018. Total ada enam gim yang dipertandingkan, di antaranya adalah Clash Royale, League of Legends, Star Craft II, Hearthstone, PES 2018, dan Arena of Valor (AOV).

Meskipun bertajuk ekshibisi, di mana medali yang diperebutkan takkan dihitung, e-Sports tetaplah menjadi cabang bergengsi.

e-Sports sejak 2014 kemarin telah berhasil mencuri perhatian pemerintah. Dibuktikan dengan diresmikannya Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia atau Indonesia e-Sport Association (IeSPA) sebagai wadah pemeliharaan ekosistem e-Sports di Indonesia. Visi yang diusung oleh wadah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini adalah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berprestasi dan disegani di bidang e-Sports.

5. Pancak silat terbanyak sabet emas

Pesilat Indonesia, Hanifan Yudha Kusumah, memeluk Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (29/8/2018)

Pencak Silat Indonesia menjadi cabang olahraga (cabor) peraih terbanyak medali emas pada Asian Games 2018. Indonesia meraih 14 emas dari cabor ini dan hanya gagal dua di dua nomor yang dipertandingkan.

Hingga Minggu (2/9) pagi, posisi Indonesia di klasemen perolehan medali Asian Games 2018 masih belum berubah. Kontingen Indonesia tertahan di peringkat empat klasemen sementara dengan raihan 98 medali.

Sejauh ini, Indonesia telah mengoleksi 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Di sisi lain, China masih memimpin klasemen dengan total raihan 289 medali, sedangkan Jepang menyusul di peringkat dua dengan koleksi 204 medali. Di bawahnya terdapat Korea Selatan yang sukses mengumpulkan 176 medali.

Source: Merdeka.Com

 

About admin

Check Also

Indonesia Laboratorium Tanaman Obat Terbesar di Dunia

Nenek  moyang kita memanfaatkan flora kekayaan alam itu dengan cerdas. Dikenal istilah jamu untuk menyebut ...