Sunday , November 19 2017
Home / Berita / Internasional / Yahudi Amerika-lah yang Mendorong AS untuk Berperang Lawan Iran

Yahudi Amerika-lah yang Mendorong AS untuk Berperang Lawan Iran

Pengantar Dina Y Sulaeman (Peneliti Timur Tengah dan Penulis Buku Obama Revealed):  

Entah mengapa hari-hari ini saya sedang kelebihan energi untuk menerjemahkan, padahal ga dibayar. Karena ada yang bilang: AS itu terlibat di Timteng karena memandang Iran sebagai ancaman keselamatan mereka, bukan karena pingin minyak; saya jadi teringat pada tulisan dari Philip Giraldi ini.

Philip adalah mantan pejabat CIA yang bertugas lebih dari 20 tahun di Eropa dan Timur Tengah di bidang terorisme. Selama 14 tahun, dia menjadi pakar terkemuka di “The American Conservative” (TAC). Tapi setelah menulis artikel yang satu ini (dimuat di unz.com), dia langsung dipecat pihak TAC via telpon.

Saya terjemahkan sebagian ya, soalnya panjang. Tapi segini saja sudah kelihatan kok, ini orang AS sendiri yang nulis, yang menjelaskan bahwa mitos “ancaman Iran” itu dihembus-hembuskan oleh Yahudi Amerika dan merekalah yang selalu mendorong AS untuk berperang melawan Iran.

Berikut kami sajikan terjemahan Artikel Philip Giraldi bertajuk America’s Jews Are Driving America’s Wars. Shouldn’t they recuse themselves when dealing with the Middle East?

===============

Baru-baru ini saya bicara di sebuah konferensi perang AS dimana setelah itu seorang pria mendatangi saya dan bertanya, “Mengapa tidak ada orang yang bicara jujur mengenai gorilla seberat 600 pound di ruangan ini? Tidak ada yang menyebut Israel dalam konferensi ini dan kita semua tahu bahwa Yahudi Amerika dengan semua uang dan kekuasaannya-lah yang mendukung perang di Timur Tengah untuk Netanyahu. Tidakkah kita harus mulai menyebut mereka dan tidak membiarkan mereka begitu saja?”

Ini adalah pertanyaan dan komentar yang sudah saya dengar berkali-kali sebelumnya dan jawaban saya selalu sama: organisasi apapun yang ingin didengar dalam kajian kebijakan luar negeri tahu bahwa menyentuh Israel dan Yahudi Amerika akan segera mengalami nasib yang tidak jelas. Kelompok-kelompok Yahudi dan para donator kaya tidak hanya mengontrol politisi, mereka memiliki dan menjalankan media dan industri entertainment, yang artinya, pihak yang berani mengganggu mereka tidak akan muncul lagi di media. Mereka amat sensitif pada isu “loyalitas ganda”, terutama karena kenyataannya sangat jelas bahwa sebagian dari mereka hanya punya kesetiaan kepada Israel, bukan AS.

Baru-baru ini, beberapa pakar, termasuk saya, telah memperingatkan akan terjadinya perang dengan Iran. Desakan untuk menyerang Iran berasal dari banyak kalangan, termasuk para jenderal di pemerintahan yang selalu berpikir bahwa langkah pertama menyelesaikan masalah adalah dengan perang, hingga pemerintah Saudi yang ketakutan akan hegemoni Iran, dan, tentu saja, dari Israel.

Tapi yang membuat mesin perang berjalan adalah orang-orang Yahudi Amerika yang telah mengambil alih tugas berat untuk memulai perang dengan sebuah negara yang sebenarnya tidak mengancam Amerika Serikat. Mereka sangat berhasil dalam menciptakan kepalsuan mengenai ancaman Iran, sehingga hampir semua anggota Kongres Republikan dan Demokrat, serta sebagian besar media sedemikian yakin bahwa Iran perlu ditangani dengan tegas, dengan menggunakan serangan militer, dan lebih cepat lebih baik.

Dan ketika mereka melakukannya, poin bahwa hampir semua pembenci Iran adalah Yahudi, hampir terabaikan, seolah-olah fakta ini tidak penting. Tapi, seharusnya ini dianggap penting. Artikel baru di the New Yorker mengenai dihentikannya rencana perang dengan Iran, secara aneh menawarkan bahwa generasi “Iran hawks” (dan menyebut 4 nama, David Frum, Max Boot, Bill Kristol dan Bret Stephens) sebagai kekuatan moderasi dalam penetapan kebijakan mengenai Iran.

Daniel Larison menulis review atas artikel di New Yorker dengan judul “Yes, Iran Hawks Want Conflict with Iran” yang menyebut bahwa keempat ‘elang’ yang disebut itu selama ini membenci perjanjian nuklir dengan Iran dan selalu merekomendasikan serangan militer terhadap Iran. Tidak ada bukti sama sekali bahwa mereka akan menolak opsi serangan militer ke Iran.

Saya akan menambahkan nama-nama lain [orang Yahudi Amerika yang pro perang terhadap Iran], yaitu Mark Dubowitz, Michael Ledeen dan Reuel Marc Gerecht dari “Foundation for Defense of Democracies”; Daniel Pipes dari “Middle East Forum”; John Podhoretz dari majalah “Commentary”; Elliot Abrams dari “Council on Foreign Relations”; Meyrav Wurmser dari “Middle East Media Research Institute”; Kimberly Kagan dari “Institute for the Study of War”; dan Frederick Kagan, Danielle Pletka dan David Wurmser dari “American Enterprise Institute”.

Dan Anda juga bisa memasukkan keseluruhan anggota organisasi seperti The American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), the Washington Institute for Near East Policy (WINEP) and the Hudson Institute. Dan yup, mereka semua Yahudi, dan hampir semua dari mereka mendefinisikan diri sebagai kelompok “neo-konservatif”.

Jadi, sangat valid untuk menyatakan bahwa banyak agitasi tentang Iran datang dari Israel dan dari Yahudi-Amerika. Saya berpendapat, hampir semua kemarahan Kongres terhadap Iran berasal dari sumber yang sama, dimana AIPAC mendatangi para pemimpin kita di Potomac dengan “lembaran data” yang menjelaskan bagaimana Iran layak dimusnahkan karena telah berjanji untuk “menghancurkan Israel”.

Ini merupakan kebohongan dan kemustahilan karena Teheran tidak memiliki sumber daya untuk melaksanakan aksi semacam itu. Kebohongan AIPAC kemudian diangkat dan diputar ulang oleh media, di mana hampir setiap “pakar” yang berbicara tentang Timur Tengah di televisi dan radio atau yang diwawancarai koran adalah orang Yahudi.

Source: The Global Review

About admin

Check Also

Tujuh Naga yang Memerintah China

Suksesi kepemimpinan di China baru saja usai dengan berakhirnya Kongres ke-19 Partai Komunis China (PKC) ...